Kamis, 11 Januari 2018

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat

Brebes, KOKAM Tegal - Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang Rembang, KH Abdul Ghofur Maimun Zubair menegaskan, pesantren yang sarat dengan pendidikan karakter mencetak santri berkarakter. Tetapi, banyak yang luntur ketika masuk ke dunia politik maupun birokrat. Kelunturan itu menunjukan kalau santri tersebut belum matang, alias tidak menyerap karakteristik pesantren atau berkarakter jelek.

“Santri yang baik, ketika jadi politisi maupun birokrasi memegang teguh karakter santri,” ujar Gus Ghofur saat memaparkan makalahnya pada halaqah alim ulama Jateng di Pesantren Al-Ishlah Assalafiyah 2 Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jumat (13/10) sore.

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat

Karakter yang baik juga ditunjukan dengan kedisiplinan yang tinggi, yang dibedakan antara disiplin internal dan disiplin eksternal.

KOKAM Tegal

Disiplin internal, terdorong dari dalam diri manusia itu sendiri karena hasil pendidikan yang penuh kasih sayang dan itu diterapkan di berbagai pondok pesantren salaf. Tetapi disiplin eksternal tercipta karena ancaman dan hukuman.

Ancaman dan hukuman cepat merubah seseorang menjadi disiplin tapi semu, karena dalam waktu yang singkat akan luntur bahkan hilang kedisiplinan tersebut. Tetapi kalau disiplin internal terbangun cukup lama, berbulan bulan bahkan bertahun-tahun tetapi akan bertahan lama dan membekas sehingga benar-benar terpatri ke dalam dada.

KOKAM Tegal

Menjadi bupati yang berkarakter akan berlanjut hingga periode berikutnya bahkan bisa meningkat menjadi gubernur bahkan meningkat menjadi presiden. “Jatuhnya peradaban, karena jatuhnya karakter dan karakter berada pada titik-titik pemegang kekuasaan maupun rakyatnya,” ujarnya.

Isilah dunia politik dan birokrasi dengan orang-orang baik ke dalam struktur dan itu dimiliki para santri. “Karakter santri tidak hanya untuk santri itu sendiri, tetapi juga untuk bangsa dan Negara. Jadi sah-sah saja, ketika santri berada di panggung politik maupun birokrasi,” tandasnya.

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang juga mengisi halaqah menyatakan kekagumannya dengan pesantren termasuk pengelolanya. Sudirman melihat ada kekuatan berkhidmat dalam mengelola pesantren yang pantang menyerah. Dia kagum dengan beraneka ragam pesantren di Indonesia yang hanya memiliki puluhan santri hingga ribuan santri tetapi tetap berjalan. Bahkan ada juga yang hanya memiliki beberapa meter petak sawah dan bilik juga berjalan.

Namun dari balik kesederhanaan para santri, ketika berada di panggung sangat piawai dalam menjalankan roda politik maupun birokrasi. “Santri memang berkarakter,” tandasnya.

Ketua Panitia Halaqah Ulama Jateng KH Maufur Idrus menjelaskan, halaqah digelar dalam rangkaian hari santri nasional. Diikuti perwakilan ulama dari 35 Kabupaten dan Kota Se Jateng. Halaqoh mengusung tema Peran Pesantren dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Kajian Islam KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock