Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Membayar Utang kepada Syekh Rabbani (2)

Oleh KH Yahya C. Staquf



Syahidnya Syekh Rabbani adalah tanggungan (dzimmah) atas Nahdlatul Ulama. Beliau terbunuh karena keterlibatan beliau dalam inisiatif yang dibuat oleh Nahdlatul Ulama. Dan beliau terlibat karena diminta oleh Nahdlatul Ulama.

Membayar Utang kepada Syekh Rabbani (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Membayar Utang kepada Syekh Rabbani (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Membayar Utang kepada Syekh Rabbani (2)

Nahdlatul Ulama berhutang nyawa kepada Syekh Rabbani!

KOKAM Tegal

Tapi NU tahu, tidak ada yang lebih diimpikan oleh Syekh Rabbani selain perdamaian dan keselamatan rakyat Afghanistan yang teramat beliau cintai, demi siapa beliau rela mempertaruhkan nyawa. Maka Kiai Asad Said Ali pun tidak berhenti menempuh ikhtiar menuju terwujudnya impian Syekh Rabbani itu. Kiai Asad melanjutkan hubungan intensif dengan para pemimpin Afghanistan, terutama ulama-ulama mereka.

KOKAM Tegal

Kiai Asad juga mengatur suatu kegiatan berkala yang rutin berupa pertukaran kunjungan antara ulama Afghanistan dan ulama NU, sekurang-kurangnya setahun sekali. Hingga kini, walaupun beliau tidak lagi menduduki jabatan apa pun di PBNU, beliau tidak berhenti mengatur dan memfasilitasi kunjungan wakil PBNU ke Afghanistan. Yang terakhir, beberapa bulan yang lalu, Kiai Abdul Ghofur Maimoen yang dikirim kesana. Semua atas biaya dari Kiai Asad. Dirogoh dari kantong pribadi beliau sendiri!

Keperdulian Kiai Asad kepada Afghanistan tidak bertepuk sebelah tangan. Para ulama Afghanistan melihat secercah cahaya diujung lorong gelap yang panjang. Dan mereka menyambutnya dengan gairah harapan yang menyala-nyala dan dengan keyakinan yang mengkristal akan rahmat yang dibawa oleh Nahdlatul Ulama! Pada 25 Juni 2014, mereka menyatukan tekad diantara mereka dan mendeklarasikan organisasi baru wadah persatuan mereka, yang diberi nama: Nahdlatul Ulama Afghanistan!

Dengan organisasi itu, mereka melanjutkan perjuangan untuk perdamaian. Demi masa depan umat mereka, rakyat Afghanistan yang mereka cintai hingga ke sumsum tulang. Amanat keulamaan mereka. Dan mereka terus berbesar hati bahwa Nahdlatul Ulama yang ada di Indonesia tidak akan pernah berhenti mendukung mereka dan menyediakan apa pun yang mampu disediakan untuk membantu mereka. Tidak akan berhenti selamanya. Tidak, selama masih ada Kiai Asad Said Ali, dan orang-orang yang berbagi kasih-sayang dengannya. Orang-orang yang memahami hutang Nahdlatul Ulama kepada Syekh Rabbani!

Lebih dari itu, Syekh Burhanuddin Rabbani dibunuh dengan tanpa haqq. Membunuh satu nyawa dengan tanpa haqq sama halnya membunuh manusia seluruhnya. Maka nyawa Syekh Rabbani senilai nyawa seluruh umat manusia. Nahdlatul Ulama berhutang kepada Syekh Rabbani bukan hanya nyawa beliau sendiri saja, tapi keselamatan seluruh ummat manusia!

Maka, dengan bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wa Taala, Nahdlatul Ulama bertekad untuk melunasi hutang itu sebaik-baiknya. Nahdlatul Ulama mengerti bahwa Afghanistan hanyalah cuwilan kecil dari bencana raksasa yang menimpa seluruh peradaban umat manusia hari ini. Yaitu konflik dan antagonisme yang mengatasnamakan segala yang agung bagi manusia, termasuk agama, justru untuk membunuh belas-kasih dan tepa-selira kepada sesama.

Nahdlatul Ulama tidak berhenti hanya dengan Afghanistan saja.

Penulis adalah Katib ‘Aam PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Aswaja KOKAM Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Kapolres Sidoarjo Apresiasi Gerakan Kebangsaan NU di Tengah Suasana Genting

Sidoarjo, KOKAM Tegal - Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muh Anwar Nasir sangat mengapresiasi kepada Nahdlatul Ulama. Pasalnya, setiap ada permasalahan atau konflik, NU selalu mengedepankan tabayun.

"Saya mengapresiasi di NU ketika ada masalah tabayun dulu. Mereka tidak langsung panik, tetapi ditelaah, dicermati, langsung dibahas, tidak langsung reaktif dan kembali kepada kiai yang dituakan. Saya tahu dari NU bahwa cinta tanah air itu bagian dari iman. Luar biasa NU," kata Anwar pada silaturahmi PCNU Sidoarjo, Kapolresta, Dandim 0816, dan Kankemenag Sidoarjo di aula PCNU Sidoarjo, Selasa (14/2).

Kapolres Sidoarjo Apresiasi Gerakan Kebangsaan NU di Tengah Suasana Genting (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Sidoarjo Apresiasi Gerakan Kebangsaan NU di Tengah Suasana Genting (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Sidoarjo Apresiasi Gerakan Kebangsaan NU di Tengah Suasana Genting

Ia mengatakan, meski ujian yang dihadapi begitu banyak, namun NU tetap melakukan kajian dan berdoa di tempat dan tidak ikut melakukan aksi seperti ketika ada aksi di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kekuatan terbesar kita adalah perjuangan berkat ormas terbesar yakni NU. Tidak keluar, tetapi ada pergeseran nilai-nilai dinamis tetapi tetap NKRI. Pak Kapolri dan saya sangat mengapresiasi, ketika NU ada ajakan aksi 411 dan aksi lainnya, NU sangat cerdas mengidentifikasi dan tidak mengikuti aksi tersebut. Justru melakukan doa bersama di tempat lain untuk keamanan dan keutuhan NKRI," ujarnya.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut Anwar menyatakan, pada saat sidang terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diindikasi melakukan penghinaan kepada Kiai Maruf Amin, NU tetap mengikuti instruksi di atas, tidak perlu ke Jakarta karena Kiai Ma’ruf Amin sudah memaafkan.

KOKAM Tegal

"Ketika NU bergerak, mati kita. Tetapi saya tahu persis karakter NU dan kembali ke tabayun. Dan tidak perlu ke sana karena itu sudah dimaafkan. Wah luar biasa NU. Ini yang patut kita contoh dan menjadi teladan buat kita," tegasnya.

Anwar mengapresiasi ajaran NU. Untuk itu, pihaknya berharap kepada NU untuk mempertahankannya. Ia juga menitipkan lewat NU, ketika ada kelompok radikal, segera identifikasi agar masyarakat tidak terpengaruh pada paham itu sehingga deteksi dini bisa segera ditangani. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Aswaja KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati

Jakarta, KOKAM Tegal. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah tokoh yang menebar jejak kenang dan kesan kepada banyak kalangan. Ketika ia menjadi Presiden keempat RI misalnya, kebijakan Indonesia timur, terutama Papua, menuai kesan mendalam bagi rakyatnya.

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati

“Gus Dur adalan presiden yang punya hati. Gus Dur adalah seorang yang selalu memberi inspirasi,” komentar Glenn Fredly saat tampil pada peringatan seribu hari wafat Gus Dur di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat malam, (28/9).

Menurut penyanyi kelahiran Jakarta berdarah Maluku ini, bukti Gus Dur memimpin dengan hati ialah melihat dan menjawab permasalahan Papua dengan dialog.

KOKAM Tegal

“Kepada masyarakat Papua, Gus Dur memberi kesempatan berbicara, membiarkan dan memberikan kesempatan hak-hak politiknya,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Ia berharap, pemimpin ke depan, terutama pemimpin hari ini, bisa melihat bahwa hak politik setiap anak bangsa ini adalah hak yang dilindungi Undang-Undang.

“Pemimpin jangan menerapkan cara-cara kekerasan. Tapi berdialog dari hati ke hati, Bukan pemimpin yang berbicara dengan pencitraan. Tapi pemimpin yang bicara dengan hati. Dan Gus Dur sudah melakukannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, semasa jadi presiden, Gus Dur menerapkan beberapa kebijakan kepada rakyat Papua. Ia memperbolehkan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua pada tahun 2000. Bahkan memberi izin dan bantuan dana bagi tokoh-tokoh Papua untuk menggelar Kongres Nasional Rakyat Papua II pada Maret 2000.

Kongres itu kemudian menetapkan berdirinya Presidium Dewan Papua yang dipimpin oleh dua tokoh Papua,Theys Hiyo Eluay asal Sentani dan Tom Beanal asal Pegunungan Tengah.

Tak cuma itu, Gus Dur memperbolehkan berkibarnya bendera Bintang Kejora sebagai simbol adat Papua bersama Merah Putih sebagai bendera negara. Bahkan lagu Hai Tanahku Papua pun boleh didendangkan setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Karena itulah, Glenn mengaku, dalam hidupnya hanya dua orang yang dijadikannya sebagai inspirasi, yaitu Ketua Umum PBNU 1984-1999, dan penyanyi Franky Sahilatua.

“Saya merasa terhormat menyanyi untuk mengenang Gus Dur malam ini,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Aswaja, Makam KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi

Jakarta, KOKAM Tegal. Globalisasi yang ditandai dengan lintas-batasnya negara-negara, liberalisasi, internasionalisasi dan? universalisasi adalah perubahan besar tata dunia. Persoalannya bukan lagi apakah globalisasi sebuah keniscayaan, akan tetapi bagaimana menghadapi itu.

Sesi kedua Halaqoh II Pra-Munas dan Konbes di Jakarta, Sabtu (8/7), membuka kembali perbincangan tentang globalisasi, universalisme dan HAM dalam perpektif NU. Bertindak sebagai pembicara, Guru Besar UIN Qodri Azizi, Ketua PBNU Fajrul Falakh dan? KH. Hasyim Muzadi.

Mengawali pembicaraan, Qodri Azizi mengungkapkan, globalisasi adalah proses yang dialami oleh sebuah peradaban besar bernama dunia. Kekhawatiran bahwa globalisasi adalah proyek besar negara-negara Barat sama sekali tidak beralasan.

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi

“Kita tak mungkin bisa setuju atau tidak? menghadapi globalisasi. Dan globalisasi itu sebenarnya netral, hanya saja Barat saat ini memang mendominasi. Dalam sejarah sebenarnya globalisasi dimulai oleh Islam pada abad pertengahan,” kata Qodri Azizi.

Fajrul Falah menyoroti beberapa persoalan penting dalam globalisasi seperti terorisme, perdagangan orang dan obat-obat terlarang, penyebaran virus dan penyakit secara mendunia, perdagangan uang dan hak milik intelektual, serta ekspor-impor limbah beracun. Menurutnya, saat ini setiap bangsa panik dengan berbagai isu yang kemudian disebut sebagai isu dunia.

KOKAM Tegal

Dikatakan Dosen Fakultas Hukum UGM itu, ada tiga pilihan yang mau tidak mau harus dijalani oleh setiap bangsa yang “kalah” dalam persaingan global.

“Apakah bertahan atau uzlah seperti China dulu menerapkan "tirai bambo", apakah kita beradaptasi dengan kesiapan peralatan jejaring masyarakat sipil global, atau berintegrasi dengan kemungkinan menyerah dan larut, mewarnai, atau memimpin,” kata Fajrul.

Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi berpandangan, globalisasi perlu dihadap dengan filter ketat. Menurutnya, tatanan nilai yang ada menjadi ukuran apakah suatu proses globalisasi dilanjutkan atau tidak.

KOKAM Tegal

“Kalau tidak? bertentangan ya nggak masalah sebagai bagian dari sebuah perkembangan, bahwa kata Nabi antum a’lamu bi’umuri dunyakum (kalian lebih mengerti urusan kalian sendiri: Red),” kata Hasyim.

Qodri Azizi menyangkal. “Kita jangan berfikir filter dulu,” katanya. Keinginan untuk membuat filter dapat menghambat kemajuan. Menut Qodri, berbicara filter adalah tanda-tanda kalah dalam berkompetisi. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Aswaja, Doa KOKAM Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Gus Sholah: Gerakan Fundamentalisme Agama Ancam Nasionalisme

Jombang, KOKAM Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengatakan, gerakan fundamentalisme agama dan radikalisasi massa yang marak belakangan ini, merupakan tanda-tanda bagi ancaman nasionalisme Indonesia.

Hal itu disampaikan Gus Sholah saat menjadi pembicara pada seminar “Nasionalisme Indonesia, Dulu dan Kini”, di sela-sela Pertemuan Anak Muda Nahdlatul Ulama (NU) di Aula Ponpes Tebuireng, Jombang, Jatim, Ahad (20/05) kemarin, seperti dilansir syirah.com.

Gus Sholah, dalam acara yang digelar untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) itu, mencontohkan ancaman bagi nasionalisme juga tampak pada hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, hubungan itu tidak lagi mencerminkan hubungan yang berlandaskan keadilan dan memberi nilai lebih bagi pemberdayaan masyarakat miskin.

Gus Sholah: Gerakan Fundamentalisme Agama Ancam Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Gerakan Fundamentalisme Agama Ancam Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Gerakan Fundamentalisme Agama Ancam Nasionalisme

Globalisasi, tambah mantan Ketua Pengurus Besar NU yang juga adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu punya peran besar dalam menumbuh-suburkan gerakan fundamentalisme agama dan radikalisasi massa. Semakin besar efek yang ditimbulkan globalisasi, maka nasionalisme Indonesia akan terpinggirkan, terancam.

Waspadai Gerakan Fundamentalisme

Sementara itu, Pertemuan Anak Muda NU, Minggu (20/05), menghasilkan beberapa rekomendasi. Di antaranya, mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai gerakan-gerakan fundamentaslime yang mengancam nasionalisme Indonesia.

KOKAM Tegal

Selain itu, acara yang diikuti aktivis NU dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) juga mengeluarkan seruan kepada pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan kembali rakyat miskin yang jumlahnya masih banyak di beberapa daerah.

Hal itu dianggap penting karena selama ini kebijakan-kebijakan pemerintah pusat kepada daerah dinilai tidak cocok dengan kearifan lokal dan tidak seimbang dengan sumberdaya lokal daerah.

Kepada kalangan “NU struktural”, seperti dikutip syirah.com, Pertemuan Anak Muda NU menyatakan agar lebih aktif memperjuangkan isu yang sedang menimpa warga NU, misalnya soal kemiskinan. Karena kalangan struktural NU dinilai masih mempunyai kekuatan untuk menggerakkan warganya agar terlepas dari belenggu kemiskinan.

KOKAM Tegal

Sedangkan, kalangan “NU kultural”, dalam hal ini dapat memainkan dua peran. Pertama, mendukung, mendampingi NU struktural untuk merealisasikan program yang berpihak pada permasalahan yang dihadapi umat.

Acara tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan LSM NU; Syarikat Indonesia, Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta, Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Jakarta, FLA, Averroes Malang. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Humor Islam, Aswaja KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Pati, KOKAM Tegal

Samarak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober hadir di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Untuk hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat menyelenggarakan serangkaian acara, di antaranya bincang publik di radio Pas FM Pati.

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Acara-acara lainnya adalah jalan santai, donor darah, dan pasar murah yang digelar Jumat (21/10) pagi di lapangan Kecamatan Margoyoso, Pati dan di Gedung Madrasah Salafiyah Kajen. Dilanjutkan dengan acara pembacaan shalawat nariyah di seluruh masjid, mushalla, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan pada hari yang sama, pukul 19.00 WIB.

Jumat malam itu juga digelar "Kajen Bershalawat" di Desa Kajen, Margoyoso, Pati. Lalu, kirab dan apel Hari Santri Nasional mulai dari kantor PCNU Pati sampai alun-alun Pati pada 22 Oktober 2016, pukul 13.00 WIB. Pengajian akbar pada Ahad (23/10), pukul 13.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pati juga melengkapi acara tahunan ini dengan menghadirkan Ketua PWNU Jateng, KH Abu Hafsin.

KOKAM Tegal

Rais Syuriyah PCNU Pati KH M Aniq Muhammadun mengatakan, seluruh kegiatan hari santri ini bertujuan positif untuk mewujudkan akhlakul karimah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati KH Ali Munfaat menekankan supaya pelaksanaan kegiatan hari santri ini mampu mendorong elemen bangsa lain untuk bersatu padu melakukan segala hal demi kemajuan bangsa dan negara tercinta Indonesia.

KOKAM Tegal

Menurut Ketua Panitia Hari Santri Nasional PCNU Pati, Jamal Mamur, berbagai kegiatan ini menunjukkan kecintaan kaum santri kepada bangsa dan negara. Mereka, katanya, ingin meneruskan perjuangan para pendahulu, khususnya Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan yang ingin direbut kembali oleh Belanda.

“Dengan Resolusi Jihad Kiai Hasyim, umat Islam, khususnya kaum santri, terbakar semangatnya untuk mengangkat senjata melawan kolonial Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia,” ujarnya.

Dalam hati kaum santri, lanjut pria yang akrab disapa Kang Jamal ini, terpatri hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air termasuk tanda iman. Maka, segala daya dan upaya akan dikerahkan untuk menunjukkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Tidak mungkin santri merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pemikiran dan langkah yang destruktif, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikal yang melakukan aksi-aksi teror atas nama agama. “Santri, seperti Hadlratussyekh KH. M. Hasyim Asyari mampu memaknai doktrin agama secara kontekstual sehingga Islam hadir sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” paparnya.

Khusus di Pati ini, figur santri yang pernah menjadi Rais Aam PBNU, KH MA Sahal Mahfudh, patut menjadi contoh. Dengan fiqih sosialnya, kata Kang Jamal, Kiai Sahal memberdayakan masyarakat yang tidak mampu agar mandiri dan mampu mengarungi kehidupan dengan bahagia.

“Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan, modal, dan monitoring secara intensif sehingga program yang direncanakan dapat berjalan dengan sukses,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Kang Jamal, santri-santri di Kabupaten Pati harus meneladani perjuangan Kiai Sahal dan para pendahulu yang lain dengan aktif berkarya baik dalam bentuk pemikiran atau dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sebagai bukti kecintaan yang tinggi kepada bangsa dan negara. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Halaqoh, Aswaja KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai

Boyolali, KOKAM Tegal. Pengungsi letusan Gunung Merapi yang tersebar di sejumlah daerah mengaku sudah kehabisan uang, sementara kebutuhan makanan relatif tercukup dari bantuan yang datang dari berbagai pihak.



Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai

Sejumlah pengungsi asal Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ketika ditemui pada Jumat mengatakan sudah kehabisan uang padahal mereka setiap hari membutuhkan uang transportasi untuk mengurusi ternak-ternaknya yang ditinggal mengungsi.

Sugiyo (47) dan bersama istrinya, ketika ditemui sedang memberi makanan empat sapinya yang berada dalam rumahnya. Ia baru saja datang dari lokasi pengungsian di Jatinom, Kabupaten Klaten, bersama satu anaknya yang siang itu ditinggalkan sendirian di pengungsian.

KOKAM Tegal

"Kalau setiap hari saya tidak beri makan dan minum, sapi ini bakal mati. Saat ini saja bobot sapi saya sudah turun beberapa kilogram," katanya. Desa Sruni berjarak sekitar delapan kilometer dari puncak Merapi.

Ia mengatakan, setiap hari untuk biaya transpot dan beli pakan ternak tidak kurang dari Rp25.000, padahal saat ini sudah lebih dari delapan hari berada di pengungsian.

KOKAM Tegal

Empat sapi itu merupakan harta paling berharga yang dimiliki Sugiyo, yang sebagian di antaranya dibelinya melalui pinjaman Bank BRI. "Sebagian uang utangan itu saat ini malah berkurang untuk menutup kebutuhan sehari-hari," katanya.

Istrinya mengkhawatirkan uang pinjaman itu malah habis untuk menutup kebutuhan sehari-hari selama keluarganya mengungsi. Padahal enam bulan kemudian ia harus mengembalikan pinjaman ke bank.

Warga Sruni, Ny Sarbiyah (50) juga mengatakan setiap hari pasti pulang ke rumah untuk merawat dan memberi pakan ternaknya. Ia mengaku juga mengeluarkan banyak uang selama mengungsi, sementara penghasilan suaminya sebagai petani tidak ada.

Selama masa mengungsi, ia mengeluarkan uang sisa dari penjualan cengkih dan bunga mawar sebelum Merapi meletus. Namun ia khawatir uang itu akan segera habis sehingga kelak tidak punya modal untuk memulai usaha kembali.

Sabar, warga Desa Samiran Kecamatan Selo malah sudah menjual dua ekor sapi miliknya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selama berada di tempat pengungsian.

Ia menyebutkan, dua ekor sapinya dijual dengan harga Rp5 juta padahal saat membeli harganya Rp8 juta lebih. "Saya rugi Rp3 juta lebih, tetapi mau bagaimana karena saya sudah tidak memiliki uang untuk menyambung biaya hidup di tempat pengungsian," kata Sabar yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani.

Menurut dia, ada beberapa pengungsi yang sudah melakukan apa yang dirinya lakukan yaitu menjual hewan ternak. "Kalau mereka memiliki perhiasan maka barang itu yang dijual karena selama di tempat pengungsian, mereka tidak memiliki uang," katanya.

Win (27), warga Desa Sruni Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, mengakui, dirinya dan keluarga baru mengungsi baru mengungsi dua hari yang lalu, tetapi dirinya selalu waspada jika Gunung Merapi beraktivitas kembali.

"Mobil saya diparkir di depan rumah dengan kondisi mobil diarahkan ke jalan umum. Jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus, kami langsung naik ke mobil lari mencari tempat yang aman," katanya.

Ia mengatakan, tempat duduk yang ada di dalam mobil sudah dilepas dan digantikan dengan tikar dan kasur. "Dalam kondisi seperti ini, kami harus siap-siap dan waspada jika Merapi meletus," katanya.Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai. (ant)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Internasional, Aswaja KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock