Jumat, 04 Maret 2011

Berita Asusila Sama dengan Fiksi Dewasa?

Bandar Lampung, KOKAM Tegal -

Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Lampung, Khalida, di Bandar Lampung, Kamis (28/12) meminta media massa untuk bijak dan berpegang pada kode etik jurnalistik dalam memberitakan kasus asusila dengan tidak membuatnya menjadi fiksi bagi orang dewasa.

Berita Asusila Sama dengan Fiksi Dewasa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Asusila Sama dengan Fiksi Dewasa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Asusila Sama dengan Fiksi Dewasa?

"Kita harus menyadari, media massa hari ini dengan mudah diakses oleh siapa pun, lintas usia, kelamin, suku, bangsa. Kekhawatiran terdalam saya pada lintas usia ini, siapa pun bisa membaca dan mengetahui. Bagaimana jika pembaca belum adalah anak-anak belum cukup umur?" ujarnya.

Lembaga Advokasi Perempuan (Damar) Lampung pada 2015 mencatat 1.018 kasus angka kekerasan terhadap perempuan yang dihimpun dari beberapa sumber. Dari angka tersebut, menunjukkan di Lampung setiap bulan terjadi 75 kasus kekerasan terhadap perempuan, atau dalam setiap minggu terjadi lebih dari 19 kasus kekerasan terhadap perempuan, atau dalam setiap hari terjadi 3 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan beragam bentuk.

"Jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan antara lain kekerasan secara fisik, nonfisik, seksual, ekonomi dan sebagainya. Kekerasan non fisik melalui perkataan, tulisan, sikap dan lain-lain justru sebenarya lebih menyakitkan bagi perempuan. Pertanyaannya, apakah media secara sadar atau tidak menyadari telah melakukan kekerasan terhadap perempuan dengan berita-berita vulgar?" kata dia lagi.

Berdasarkan riset oleh Gusdurian Lampung, menjelang akhir 2016 di Lampung dan sejumlah wilayah di Indonesia, kronologi kejadian tindakan asusila masih muncul dalam pemberitaan dan seolah menjadi petunjuk bagaimana melakukan pelecehan seksual.

KOKAM Tegal

"Etika penulisan yang tetap menjaga kesopanan dan penghalusan bahasa jangan dilupakan sehingga berita yang dipublikasikan tidak vulgar atau menjurus pornografi. Berita asusila bukan cerita fiksi orang dewasa. Kronologi cerita korban seringkali ditulis vulgar sehingga korban menjadi korban media," paparnya.

KOKAM Tegal

Khalida berharap, media massa berpegang pada kode etik jurnalistik terkait pemberitaan kasus asusila. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Ubudiyah, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Berita Asusila Sama dengan Fiksi Dewasa? di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock