Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali menegaskan bahwa siapapun yang terlibat melakukan pemalsuan buku nikah akan dikenakan sanksi pidana. Hal tersebut disampaikan di Kantor Kemenag Kamis (4/6) sore.

“Buku nikah merupakan dokumen negara. Jadi siapapun yang terbukti terlibat dalam pemalsuan buku nikah akan dikenakan sanksi pidana,” tegas Menag seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli

Namun demikian, Menag tetap mengimbau masyarakat agar mengetahui ciri buku nikah asli. Karena pada dasarnya saat ini buku nikah tidak mudah untuk dipalsukan. 

KOKAM Tegal

“Saat ini, buku nikah sebenarnya relatif sulit untuk dipalsukan karena paling tidak terdapat empat ciri,” jelas Menag.

Lebih lanjut Menag menjelaskan paling tidak terdapat empat ciri khas dari buku nikah. Pertama, pada halaman dalam sampul terdapat halogram berbentuk lingkaran bergambar garuda. Kedua, terdapat lembar transparan mengkilat berhologram untuk menutup lembar identitas pasangan pengantin. 

KOKAM Tegal

Ketiga, terdapat nomor seri dengan sistem lubang pada bagian bawah buku. “Nomor ini punya kode khusus,” tambah Menag sambil menunjukkan contoh buku nikah. Dan keempat, setiap halaman buku apabila diterawang akan terlihat gambar garuda. 

Menag juga mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan buku palsu agar melakukan pernikahan ulang agar tercatat secara sah dalam hukum negara. 

“Bagi yang palsu, saya mengimbau agar dilakukan pernikahan ulang supaya pernikahan tersebut tercatat oleh negara,” imbau menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Nahdlatul Ulama, Hikmah KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa

Cirebon, KOKAM Tegal 

Menteri Pemuda dan Olahraga, H Imam Nahrawi mengatakan kehadiran Pagar Nusa telah membantu Pemerintah, membantu Indonesia; membangun Indonesia sekaligus mengkader dan mendidik anak-anak muda untuk memiliki prinsip yang kuat, jiwa yang sehat, sekaligus akhlak yang agung dan mulia. 

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa

"Karenanya, saya Imam Nahrawi mewakili Pemerintah mengucapkan terima kasih, matur sembah nuwun kepada keluarga Pagar Nusa yang tak henti-hentinya terus melahirkan atlet-atlet, pendekar-pendekar yang mengharumkan di kancah dunia internasional," kata Imam pada Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa di Lapangan Puser Bumi Ciperna, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (28/1).

Imam sempat menyinggung perhelatan Asean Games yang akan diselenggarakan di Indonesia Agustus 2018 mendatang.

KOKAM Tegal

Menurutnya, untuk pertama kalinya Pencak Silat dipertandingkan di Asean Games. Keikutsertaan Pencak Silat, katanya, bukan karena Menpora pernah menjadi bagian dari keluarga Pagar Nusa, tapi karena memang Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan Asia, bahkan dunia. 

Menpora mengaku senang karena akan ada pendekar dari Pagar Nusa yang menjadi peserta pada perhelatan tersebut. 

"Yang saya senang adalah informasinya, salah satu peserta Pencak Silat nanti akan berasal dari Pagar Nusa," katanya. 

(Baca: Silaturahmi Kebangsaan,10.000 Pendekar Pagar Nusa Konsolidasi di Cirebon)Untuk memaksimalkan Indonesia mendapat banyak medali, Imam berharap agar Ijazah Kubro tidak hanya diberikan kepada para pendekar Pagar Nusa, tapi juga pesilat-pesilat lain agar membawa medali emas untuk Merah Putih. 

KOKAM Tegal

Hadir Rais Aam PBNU KH Ma ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua PBNU H Eman Suryaman, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sesepuh Cirebon KH Mukhlas Dimyati, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Hidayatullah, Wakil Sekretaris PBNU H Andi Najmi Fuadi, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen dan sekitar sepuluh ribu pendekar dan Nahdliyin.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pagar Nusa. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, AlaSantri, Hikmah KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

Jakarta, KOKAM Tegal. Ulama dan budayawan, KH Achmad Mustofa Bisri, mengingatkan masyarakat agar di tengah berbagai bencana yang melanda Tanah Air dewasa ini, tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

"Kepada semuanya-lah saya ingatkan lagi, jangan kita sibuk menyalahkan orang lain sehingga kita lupa dan tidak sempat untuk meneliti kesalahan diri sendiri," katanya usai memimpin zikir dan doa bersama usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Gus Mus, panggilan akrab Mustofa Bisri, mengatakan, bencana dan musibah yang dialami bangsa Indonesia tidak perlu dikaitkan dengan siapa pemimpinnya. Tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menambahkan bahwa musibah beruntun yang melanda bangsa Indonesia merupakan cobaan dari Allah.

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

"Karena itu, kita mohon kepada Allah, kita tidak kuat kalau cobaan itu terlalu ’keras’. Kita sekarang ini kan tidak hanya diperingatkan saja tetapi sudah disentil," kata pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang, Jawa Timur.

Karena itu, selain melakukan instrospeksi, pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 itu, mengajak semua pihak untuk melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa, termasuk berdoa untuk keselamatan bangsa.

Ia juga berharap, langkah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet tersebut bisa menjadi langkah awal untuk melakukan tobat nasional.

KOKAM Tegal

"Mudah-mudahan, di daerah-daerah kan juga sudah mulai dilakukan," kata Gus Mus yang mengaku kehadirannya di Masjid Istiqlal itu karena diundang langsung oleh Presiden Yudhoyono.

KOKAM Tegal

Bukan azab

Sebelumnya di tempat yang sama, Dirjen Bimas Islam Depag, Prof Dr Nasaruddin Umar MA dalam khotbah Jumat-nya, menyatakan berbagai musibah yang dialami bangsa Indonesia belakangan ini bukanlah merupakan azab atau hukuman dari Allah SWT.

"Berbagai musibah itu merupakan cobaan dan pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menuju masa depan yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, musibah yang terjadi di Indonesia lebih bernuansa positif untuk menambah keimanan. "Hikmahnya bisa juga sebagai pencuci perbuatan dosa sehingga di akherat bisa lebih ’ringan’," katanya.

Dalam khutbahnya, Nasarudin juga mengajak umat untuk bersikap bijak dalam menghadapi setiap musibah serta senantiasa meminta pertolongan kepada Allah atas musibah yang terjadi.

"Hamba yang sejati tidak pernah berburuk sangka pada Allah dan tidak pernah mencari "kambing hitam", tapi belajar dan mengambil hikmah dibalik musibah itu," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Hikmah KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Selain Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Dorong Upaya Pengabdian

Jombang, KOKAM Tegal

Rumah Sakit Nahdaltul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur gelar training motivasi untuk para karyawannya, Selasa (22/3) pagi hingga siang di aula KH Abdurrahman Wahid lantai 2 RSNU setempat.

Selain Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Dorong Upaya Pengabdian (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Dorong Upaya Pengabdian (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Dorong Upaya Pengabdian

Dalam training ini, para karyawan diajak untuk berpikir ulang tentang hakikat bekerja serta menilai terhadap kinerja dari masing-masing petugas RSNU, mulai pelayanan kesahatan bagi pasien, pengawasan pihak atasan dan juga tugas keamanan bagi satpam RSNU ini.?

Perihal tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi yang kuat dalam menjalankan tugas sebagai karyawan di lembaga kesehatan milik NU. Sebab sebagian kecil terdapat perbedaan yang menonjol terkait pola kerja karyawan dibandingkan dengan sejumlah lembaga kesehatan pada umumnya, yaitu aspek kinerja yang harus disertai dengan nilai pngabdian dan dakwah.

“Manusia punya tiga segmen. Yang pertama pikiran, kemudian perasaan dan yang terahir adalah raga. Maka yang pertama pikiran mereka, kita ajak berpikir ulang tentang hakikat bekerja itu apa? orang ketika bekerja niat betul-betul untuk ibadah, maka apapun yang dikerjakan pasti senang, dan ketika senang akan memberikan yang terbaik.,” kata Askan Setiabudi, narasumber training.

KOKAM Tegal

Kemudian yang kedua, lanjut dia setelah diajak untuk berpikir ulang, maka hatinya harus diisi dengan nilai-nilai keagamaan. “Manusia tidak hanya ingin merasakan kepuasan di dunia saja, tapi juga akan hidup di akhirat. Keseimbangan aktivitas untuk urusan dunia dan akhirat harus seimbang,” tuturnya.

Menurutnya, RSNU bukan semata-mata media untuk memperoleh keuntungan profit, namun yang lebih utama adalah memberikan pelayanan-pelayanan terbaik untuk pasien dengan niat ikhlas dan ibadah.?

“Kalau semata-mata karena uang maka kerjanya sangat beda, dibandingkan kerja yang didasarkan karena ibadah, semangatnya juga pasti beda. Apalagi rumah sait ini adalah rumah sakit NU yang lebih mementingkan nilai kemanusiaan dan sosial,” ujarnya.

Pada puncak kegiatan, Ketua lembaga “tips Indonesi” asal Kabupaten Malang, Jawa Timur ini mengevaluasi beberapa tugas setiap karyawan yang belum bisa dilaksanakan dengan menuliskan di kertas yang disediakan. Kemudian mencari solusi yang dihasilkan dari semua peserta training dengan saling tukar pendapat. (Syamsul Arifin/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Pesantren KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

10.000 Warga Sipil Termasuk Anak-anak Masih Terjebak di Mosul

Baghdad, KOKAM Tegal. Dana Anak PBB (UNICEF), Kamis (29/6) mengatakan ribuan anak telah terjebak di daerah yang masih dikuasai gerombolan ISIS, di Kota Tua Mosul, Irak.

"Anak-anak menghadapi banyak ancaman terhadap keselamatan mereka. Mereka yang terjebak dalam pertempuran bersembunyi di lantai bawah rumah mereka, takut terhadap pembantaian lain. Mereka yang berusaha menyelamatkan diri, terancam ditembak atau cedera. Ratusan warga sipil sudah dilaporkan tewas dan digunakan sebagai tameng manusia," kata Peter Hawkins, Wakil UNICEF di Irak, di dalam satu pernyataan.

10.000 Warga Sipil Termasuk Anak-anak Masih Terjebak di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)
10.000 Warga Sipil Termasuk Anak-anak Masih Terjebak di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)

10.000 Warga Sipil Termasuk Anak-anak Masih Terjebak di Mosul

"Anak lelaki dan perempuan yang telah menyelamatkan diri memperlihatkan tanda kekurangan gizi sedang dan menyimpan luka psikologis akibat konflik, sebagai akibat dari kondisi yang telah mereka lalui," tambah Hawkins.

UNICEF kembali menyampaikan seruannya kepada semua pihak dalam konflik di Mosul agar melindungi anak-anak dari kerusuhan yang berkecamuk.

"Anak-anak harus dijauhkan dari ancaman, tak peduli apa pun kondisinya," kata Hawkins.

KOKAM Tegal

Pasukan Irak telah terlibat pertempuran di dalam kota tua tersebut, tapi tentara membuat kemajuan lamban akibat perlawanan sengit gerombolan ISIS dan banyak bom rakitan serta perangkap di dalam bangunan.?

Selain itu, penembak gelap ISIS mengambil posisi di bangunan dan jalan sempit di permukiman yang padat penghuni.

KOKAM Tegal

Menurut laporan PBB baru-baru ini, sebanyak 100.000 warga sipil masih terjebak di daerah yang dikuasai ISIS di pusat kota tua itu dan permukiman yang bersebelahan, Ash-Shifaa.

Mosul, 400 kilometer di sebelah utara Baghdad, telah dikuasai ISIS sejak Juni 2014, ketika pasukan pemerintah melarikan diri dan meninggalkan senjata mereka, sehingga gerombolan ISIS bisa menguasai banyak wilayah di Irak Utara dan Barat. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Anti Hoax KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

KH Ahmad Djablawi Wafat

Klaten, KOKAM Tegal. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Warga Nahdliyin kembali berduka. Menyusul kepergian ulama sepuh guru Al-Qur’an KH Nawawi Abdul Aziz Desember lalu, Ahad (1/2) kemarin pukul 13.50 WIB salah seorang ahli Al-Quran dari Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten, KH Ahmad Djablawi bin Abdul Hadi juga dipanggil oleh Allah SWT.

KH Ahmad Djablawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Djablawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Djablawi Wafat

Mbah Djablawi, begitu sapaan akrab para santri kepadanya, wafat setelah sempat dirawat di RSI Yarsis Surakarta.

Mbah Djablawi merupakan menantu pertama KH M. Muqri Kafrawi dan kakak ipar KH M. Salman Dahlawi. Sanad Al-Quran diperolehnya dari KH R. Qodir Munawwir Krapyak.

KOKAM Tegal

Menurut Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH M Dian Nafi’, almarhum meninggal di usia 86 tahun, sepulang dari menjalankan ibadah umrah. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah. Amin,” ujarnya.

Kiai Dian yang juga menantu Alm. KH M Salman Dahlawi, yang pernah menjadi pengasuh Pesantren Al-Manshur, menjelaskan acara pemakaman akan dilaksanakan pada hari Senin (2/2) pukul 13.00 WIB di kompleks pemakaman keluarga di Pesantren Popongan Tegalgondo Klaten. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Hikmah, Cerita, PonPes KOKAM Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII

Depok, KOKAM Tegal. Pelatihan Kader Dasar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Komfaka) Cabang Ciputat? berlangsung hangat di tengah udara dingin Sawangan, Depok Kamis-Ahad (15-18/1).

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII

PKD yang diadakan oleh Komfaka ini, diadiikuti 35 mahasiswa dari berbagai cabang ini menekankan pentingnya membangun kesadaran kader dalam berbudaya dan berbangsa.

Ketua pelaksana Hifni mengatakan kegitatan PKD sejak Jumat (15/1) hingga Ahad (18/1) merupakan angkatan III. Kegiatan bertema “Membangun Kembali Jati Diri Kader: Refleksi Kritis Kesadaran Kader dalam Berbudaya dan Berbangsa” diikuti peserta dari komisariat-komisariat Ciputat berjumlah 21 orang, Bogor 4 orang, Bandung 8 orang, dan Surabaya 2 orang.

KOKAM Tegal

Peci hitam dan batik menjadi simbol PKD kali ini, sesuai dengan tema berbudaya dan berbangsa, “Selama PKD berlangsung, peserta diwajibkan memakai songkok hitam (putra) dan batik, sebagai wujud membangun kesadaran berbangsa dan berbudaya” kata Kaula Fahmi selaku ketua instuktrul PKD ini.

KOKAM Tegal

Kaula Fahmi berharap kepada para peserta PKD menjadi kader yang ulul albab, “Semoga setelah pelatihan ini para peserta menjadi kader yang ulul albab.”

Ungkapan serupa disampaikan, Ketua Umum PMII Cabang Ciputat, Ahmad Cusanuddin seraya berharap kepada para kader menjadi kader mujahid, yang bisa menyebarkan virus-virus kebaikan Aswaja dan PMII.

“Harapan saya, kalaian bisa menjadi kader mujahid, yang bisa menyebarkan virus-virus kebaikan Aswaja dan ideologi PMII ke seluruh elemen yang berada di kanan-kiri, depan-belakang, dan atas-bawah,” ujarnya ketika penutupan acara PKD, Ahad. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Nahdlatul Ulama, Humor Islam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock