Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Jombang, KOKAM Tegal

Nuansa politik pada Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sering lebih mendominasi, terutama dalam memilih pimpinan atau ketua baru. Hal ini mengakibatkan pola kepemimpinan pada periode-periode tertentu cendrung tak maksimal dalam menjalankan mandat pergerakannya.

Kondisi tersebut menjadi kajian serius di kalangan para alumni PMII Jombang menjelang Konfercab XXV yang bakal digelar Pengurus Cabang PMII setempat. Panitia pelaksana Konfercab juga sudah terbentuk pada beberapa pekan lalu.

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Jombang mendorong PMII Jombang melakukan evaluasi-evaluasi terlebih dahulu dalam bentuk kegiatan pra-Konfercab. Hal ini akan lebih membantu memantapkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, program kerja ke depan dan juga dalam pergantian kepemimpinan.

KOKAM Tegal

“Harus ada pra-Konfercab, karena konfercab itu kan merupakan forum tertinggi untuk merumuskan dan mengganti pimpinan dan untuk memantapkan nilai-nilai dasar pergerakan termasuk juga program kerja,” katanya kepada KOKAM Tegal saat ditemui di kantor PCNU Jombang, Selasa (19/1) siang.

KOKAM Tegal

Rijal tidak menampik adanya kelemahan dan kekurangan dalam kurun waktu satu tahun ini. Kelemahan dan kekurangan tersebut tidak bisa hanya dirumuskan dan dijawab dalam forum Konfercab karena berpotensi tidak kondusif dan mengulur waktu.

Ia mengimbau adanya pra-Konfercab tersebut juga difasilitasi Majelis Pembina Cabang (Mabincab) dan alumni PMII yang lain secara teknis pelaksanaan dan rumusannya. “Pematangan ini bisa dibantu oleh para Mabincab dan alumni dengan catatan tidak lagi mensamarkan jenis kelamin PMII. Keterlibatan alumni itu untuk memperjelas dan mempertegas kondisi tersebut,” imbaunya.

Rijal yang juga sebagai wakil sekretaris PCNU Jombang optimis jika pra-Konfercab bisa dilakukan dengan maksimal, pelaksanaan Konfercab akan jauh lebih kondusif dan lebih matang pola kepemimpinan PMII Jombang ke depan.

“Kalau itu memang bisa dilakukan, pra-Konfercab itu ada untuk mematangkan semuanya, saya pikir Konfercab nanti bisa lebih bagus untuk pergantian kepemimpinan, dimana mandat-mandatnya itu lebih matang dari awal dan tidak mengundang berbagai pertanuyaan,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal

Cirebon, KOKAM Tegal?

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 menegaskan hukum haram untuk pemilihan calon pemimpin yang mengabaikan kepentingan rakyat secara umum, cenderung memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, dan gagal dalam melaksanakan tugas sebelumnya.

Keputusan tersebut dibacakan Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyah KH Arwani Faishal dalam sidang pleno terakhir Munas dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Senin (17/9). Sidang dikuti sedikitnya 600 peserta dari unsur pengurus NU dan ulama-ulama nonstruktural.

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal

Kepada forum, Arwani menyampaikan, tidak boleh mencalonkan diri, dicalonkan, dan dipilih untuk menduduki jabatan publik atau urusan rakyat/umat orang yang mengidap sifat-sifat seperti itu.?

KOKAM Tegal

“Larangan tersebut karena beberapa hal di atas membuktikan bahwa ia adalah calon yang tidak jujur, tidak terpercaya, suka berkhianat dan tidak memiliki keahlian,” sambungnya.

Sumber keputusan didasarkan pada dalil al-Qur’an dan Sunnah, dilengkapi dengan pendapat ulama (aqwal ulama), seperti termaktub dalam kitab Raudlatut Thalibin, Is’adur Rafiq, dan sejumlah kitab lainnya.

KOKAM Tegal

Selain tentang memilih calon pemimpin, peserta Munas juga memutusan berbagai persoalan aktual (masail waqi’iyah) lain. Di antaranya, risywah atau suap politik yang berkedok zakat atau sedekah, hukuman mati bagi koruptor, syariat Islam mengenai kekayaan negara, pemenuhan kesejahteraan rakyat oleh pemerintah, pematokan harga beras, dana talangan haji, dan ihwal pembunuhan karakter. Proses bahsul masail yang diikuti para kiai ini sudah dimulai sejak Ahad pagi.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Ubudiyah, Nasional KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU

Jakarta, KOKAM Tegal. Koordinasi dan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan roda organisasi. PBNU mengundang seluruh pengurus wilayah NU untuk membahas berbagai permasalahan bangsa dan kinerja organisasi.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang memimpin rapat tersebut mengingatkan kepada pada pengurus wilayah agar berhati-hati terhadap tumbuhnya berbagai gerakan yang tumbuh bak jamur di musim hujan pasca reformasi. Bukan hanya gerakan Islam radikal atau Islam liberal, gerakan komunis dengan motif ingin melakukan balas dendam juga perlu mendapat perhatian.

Sementara itu dalam upaya perbaikan manajemen, PBNU meminta seluruh wilayah mengadakan konsolidasi pengurus wilayah dan mengadakan rapat kerja yang juga menghadirkan pengurus PBNU. Dari hasil program yang dihasilkan tersebut, pada akhir tahun 2007 diharapkan sudah dapat dievaluasi hasilnya. “Saya minta hari ini juga para pengurus wilayah sudah bisa menetapkan kapan raker tersebut diadakan,” tuturnya.

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU

Untuk mengefektifkan jalannya organisasi Kyai Hasyim meminta lembaga-lembaga terpenting dahulu yang dimaksimalkan perannya seperti lembaga hukum, lembaga dakwah, lembaga kesehatan, lembaga maarif, dan lembaga wakaf. “Pada umumnya lembaga-lembaga ini macet,” kritiknya kepada para ketua wilayah tersebut.

Salah satu program yang akan dijalankan adalah penataran bagi para syuriah. “Saya diperintah oleh wakil rais aam menatar para syuriah. Ternyata syuriah ini harus ditata, menurut syuriah sendiri,” tandasnya.

Sementara itu Sekjen PBNU Endang Turmudi menjelaskan bahwa saat ini PBNU sudah menjalin kerjasama dengan 18 institusi dalam bentuk MoU. Sebagian dari MoU tersebut memungkinkan wilayah atau cabang yang memiliki potensi untuk terlibat dalam program yang dijalankan seperti dengan Pertamina, Debudpar dan Departemen Kehutanan dan lainnya.

KOKAM Tegal

Wakil bendahara Sirojul Munir meminta agar wilayah-wilayah NU menerapkan sistem keuangan yang transparan dan akuntable sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan modern. Pengelolaan keuangan yang baik akan membuat organisasi semakin sehat.

Sirojul yang juga tim kerjasama dengan Pertamina juga memberi kesempatan kepada daerah-daerah yang memiliki aset tanah di lokasi yang strategis untuk dimanfaatkan menjadi pompa bensin. Kerjasama ini untuk memudahkan proses perizinan ke Pertamina karena langsung diurus oleh PBNU.

Tawaran kerjasama juga datang dari PT Telkom dimana wilayah atau cabang yang memiliki tanah di lokasi yang akan dijadikan BTS untuk disewa atau kalau mau dijual. “Kita harus sering-sering komunikasi, apa potensi yang dimiliki daerah yang bisa kita kerjakan,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Wasekjen PBNU Anas Taher yang saat ini sedang melakukan inventarisasi ranting diseluruh Indonesia meminta agar seluruh wilayah dan cabang mendukung program ini. “Kalau ditanya orang, kita tidak bisa menjawab, berapa jumlah warga NU sebenarnya. Dengan program ini diharapkan kita memiliki database warga kita,” tuturnya.

Saat ini PBNU sudah mencetak 25 ribu formulir untuk diisi oleh ranting-ranting tentang database mereka yang mencakup kedudukan dan kepengurusannya. Formulir ini akan dibagikan melalui cabang-cabang dan akan diteruskan ke bawah. “Dan jangan lupa, ini jangan sampai tidak dikembalikan,” pintanya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Anti Hoax, Nasional KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik

Jakarta, KOKAM Tegal - Lembaga Falakiyah PBNU menggarap observasi langit atau rukyat di sejumlah titik di Indonesia. Melalui Nusantara Command Center (NCC) yang menggunakan teknologi video konferensi jarak jauh, tim melaporan hasil rukyat dari tempat masing-masing.

Berdasarkan data yang masuk, hilal atau bulan sabit tanda awal Ramadhan terlihat  oleh tim yang melakukan rukyat di Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur. Hilal terlihat oleh saksi, antara lain Ustadz Ikhwanuddin, KH Azhar, H Abdullah Thoyib.

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik

Hilal disaksikan selama kurang lebih 9 menit sejak pukul 17.21 WIB. Posisi hilal berada pada 7 derajat 31 menit 17 detik.

Di Jawa Timur prosesi rukyat dilakukan di 11 titik, namun diduga hanya dua titik yang berhasil melihat hilal karena mayoritas terhalang oleh mendung. Selain Gresik, hilal juga tampak dari Tanjung Kodok, Lamongan, yang hingga berita ini naik masih dalam proses melengkapi informasi.

KOKAM Tegal

Sementara tim rukyat dari PWNU Maluku Utara melaporkan tidak berhasil menyaksikan hilal. Tim rukyat Lembaga Falakiyah PWNU Maluku Utara melakukan observasi di gedung rukyat BMKG Kota Ternate bersama MUI dan BMKG.

KOKAM Tegal

"Secara hitungan, hilal berada di tujuh derajat. Namun hingga bulan terbenam kami tidak dapat menyaksikan hilal karena tertutup awan tebal," kata salah seorang tim rukyat melaporkan dari Kota Ternate.

Laporan dimpimpin Lembaga Falakiyah PBNU. Turut hadir dalam ruangan NCC Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU. Saat berita ini ditulis, data terus masuk dan belum sampai pada ikhbar resmi tentang awal bulan Ramadhan Lembaga Falakiyah PBNU. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Jenewa, KOKAM Tegal. Kepala badan hak asasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat menyatakan terkejut bahwa tiga negara Asia Tenggara mengusir pengungsi kelaparan, yang sekitar 6.000 di antaranya terdampar di laut.

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Zeid Raad Al Husein mendesak Thailand, Malaysia dan Indonesia tidak memperburuk bencana perdagangan manusia, yang melibatkan warga Bangladesh dan suku Rohingya dari Myanmar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan lebih dari 25.000 orang melakukan perjalanan ke selatan dari teluk Benggala antara Januari hingga Maret tahun ini.

KOKAM Tegal

Zeid memuji Indonesia, yang mengizinkan 582 pengungsi mendarat pada Minggu, dan Malaysia, yang memungkinkan 1.018 untuk turun pada hari berikutnya, tapi menyatakan kapal lain diusir sejak itu.

"Saya terkejut atas laporan bahwa Thailand, Indonesia dan Malaysia mengusir perahu penuh pengungsi rentan kembali ke laut, yang akan menyebabkan banyak kematian," katanya.

KOKAM Tegal

"Pusat perhatiannya harus pada menyelamatkan nyawa, bukan membahayakan mereka," katanya.

Seruan itu muncul saat lebih dari 750 warga Rohingya dan Bangladesh diselamatkan di lepas pantai Indonesia.

Penumpang di kapal pembawa 712 orang menyatakan perahu mereka tenggelam di lepas pantai Sumatera sesudah diusir Malaysia.

Zeid juga menyatakan bahaya bahwa beberapa negara dilaporkan mengancam memidanakan pendatang gelap dan pencari suaka.

Ia menyatakan hak mereka harus ditegakkan tanpa memandang kedudukan hukum mereka, bagaimana mereka tiba di perbatasan, atau dari mana mereka berasal, katanya.

Zeid juga menyerukan tindakan lebih keras terhadap pedagang manusia sesudah muncul laporan tentang penyiksaan, pelecehan, tebusan dan orang dilempar ke laut.

Sementara itu, Badan Perpindahan Antarbangsa memperingatkan bahwa sekitar 6.000 pengungsi masih terdampar di laut.

Dikatakannya bahwa badan itu sudah memberikan satu juta dolar Amerika Serikat (sekitar 12 miliar rupiah) untuk membantu pengungsi dalam kesulitan.

"Kita tidak bisa diam dan menonton saat laki-laki, perempuan dan anak-anak meninggal mengenaskan akibat kehausan, hanya beberapa kilometer dari keselamatan," kata kepala IOM William Lacy Swing.

Imbauan juga diberikan kepada pemerintah ketiga negara itu untuk membiarkan pengungsi tersebut mendarat dan mendapat perawatan kesehatan.

"Kami akan membantu Anda dalam menyelesaikan masalah penampungan jangka panjang, pengangkutan pulang untuk beberapa di antaranya, dan pilihan lain, tapi atas nama kemanusiaan, biarkan pengungsi itu mendarat," katanya.

Warga Bangladesh dianggap terutama sebagai pengungsi ekonomi, yang lari dari negara miskin mereka. (antara/mukafi niam) foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul, Daerah KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

Semarang, KOKAM Tegal. Pengajian Selasa Sore di Pondok Pesantren Al-Hidayat Semarang telah mengkhatamankan tiga kitab karya KH Sholeh Darat. Pengajian dimulai sejak Oktober 2011 mengkaji kitab Majm?‘at al-shar?‘ah al-k?fiyah li al-‘aw?m, Matn al-?ikam, dan Munjiy?t Me?ik saking Ihy?’ ‘ul?m al-d?n.?

Setelah khatam pada minggu lalu, segenap santri dan beberapa warga sekitar pesantren berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat di Bergota, Selasa (14/2/2017).?

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

“Kita berziarah kesini untuk meneladani karya-karya beliau,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Hidayat KH In’amuzzahidin Masyhudi.?

Pada ziarah itu, jama’ah membaca surat Yasin, surat Tabarak (al-Mulk) dan surat al-Ikhlash 11 kali. Hal ini merupakan tuntunan yang diajarkan Mbah Sholeh Darat dalam Kitab Munjiy?t dalam tata cara berziarah ke kuburan.?

KOKAM Tegal

Ketua Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (KOPISODA) menjelaskan, banyak teladan yang dapat dipetik dari Mbah Sholeh Darat. Dia sangat tawadhu’ dalam keilmuan.

Karya dia, lanjutnya, semua berbahasa Jawa Arab Pegon. Hal itu dikatakan KH Sholeh Darat karena tak bisa berbahasa Arab. Hal ini tentu tidak mungkin seorang alim dalam agama tak bisa berbahasa Arab pada ia mampu menerjemahkan dalam bahasa Jawa.?

Alasan lain Kiai In’am mengaji dan mengkaji karya Mbah Sholeh karena kecintaan dengan ulama Semarang. Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan hasil pemikiran ulama terdahulu kalau tidak kita uri-uri. ?

“Pengajian Selasa Sore selanjutnya akan membahas kitab Fa?alat?n dan La?’if al-?ah?rah wa Asr?r al-?al?h,” tambah Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Semarang ini. (Zulfa/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar

Pekan ini, Muslim Indonesia menerima tamu kehormatan Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Muhammad Ahmed El Tayeb yang kedudukan di Mesir setara dengan perdana menteri. Sebagai tokoh agama ia diangkat seumur hidup. Dalam berbagai pernyataanya selama kunjungan ke sejumlah tempat di Indonesia, El Thayeb secara tegas telah menunjukkan sikap Islam moderatnya, sikap yang selama ini terus diperjuangkan oleh NU. Dengan adanya kesamaan tersebut, inilah saatnya untuk membangun sinergi dalam memperluas jejaring dan memperjuangkan Islam moderat di dunia.

Banyak aspek yang dapat dimanfaatkan dalam kunjungan ini. Mesir merupakan negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia, saat sejumlah negara lain bahkan “memberi boncengan” untuk mendorong Belanda menduduki Indonesia. Ini adalah peristiwa sejarah yang patut dikenang. Dukungan moral dari Mesir tersebut telah membantu menjaga semangat para Pendiri Bangsa untuk terus berjuang. Indonesia dan Mesir merupakan dua negara dengan penduduk Muslim terbesar di kawasannya masing-masing. Dinamika yang terjadi di kedua negara tersebut pasti akan mempengaruhi wilayah di sekitarnya.?

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar

Al-Azhar memiliki catatan sejarah akan kualitas dan kemampuannya bertahan menghadapi berbagai tantangan zaman, dari perubahan dinasti, era kololisasi sampai perubahan rezim di Mesir. Al-Azhar tetap mampu bertahan dan melahirkan pada tokoh yang membawa pencerahan bagi dunia Islam. Banyak pemuka agama Islam di Indonesia yang belajar di sana. Di lingkungan NU sendiri, KH Abdurrahman Wahib atau Gus Dur pernah belajar di sana. Demikian pula KH Musthofa Bisri menyelesaikan pendidikannya di institusi tersebut. Secara langsung pendidikan di Azhar membawa pengaruh kepada NU melalui tokoh-tokoh NU yang dididik di sana.?

Di institusi tersebut, berbagai pemikiran dan aliran Islam dengan bebas dikaji. Dengan demikian, para mahasiswanya diajarkan untuk mengenal berbagai aliran dan pemikiran Islam. Jika pada akhirnya, dengan proses perenungannya menemukan sebuah pandangan yang dianggapnya lebih sesuai, maka itulah yang dipilih. Tetap terdapat proses penimbangan berbagai pandangan dan argumentasi yang menyertainya. Azhar tidak bersifat doktriner dalam pengajarannya. Model seperti inilah yang juga dilakukan di pesantren dengan membahas berbagai pandangan yang berbeda. Dari sinilah tradisi Islam moderat yang menghargai pandangan orang lain muncul.?

Sebagai sebuah institusi yang telah teruji kualitasnya, yang ditunjukkan oleh pengaruh besar dari para alumninya, tentu banyak hal yang bisa dipelajari dari Al-Azhar dan kemudian diterapkan pada pendidikan Islam di Indonesia. Saat ini ada ribuan mahasiswa Indonesia yang belajar di institusi tersebut. Tetapi akan lebih baik jika institusi pendidikan di Indonesia sendiri juga mampu menerapkan metode-metode atau tradisi kesuksesan tersebut sehingga semakin banyak umat Islam yang tercerahkan dengan pendidikan tinggi Islam yang moderat.?

KOKAM Tegal

Kondisi dunia Islam saat ini menghadapi tantangan akan radikalisme dan kekerasan yang telah menghancurkan peradaban yang sekian lama dibangun dan meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Mesir sendiri sedang bergulat dengan tantangan internalnya yang hingga kini belum menemukan ujung penyelesaian.?

Dengan sejumlah kesamaan antara Mesir dan Indonesia, serta Al-Azhar dengan NU sebagai pengusung Islam moderat, sudah sangat selayaknya jika momentum kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama lebih lanjut guna memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat yang telah menjadi perhatian yang sama. Jika dua kekuatan besar ini bergabung, akan banyak hal yang bisa diselesaikan. Banyak sumberdaya yang telah dimiliki, tinggal bagaimana mengelola dan mensinergikan kedua potensi tersebut untuk kebaikan umat Islam. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Doa KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock