Kamis, 30 Maret 2017

KH Mahmud Ali Zain: Kalau Ada Konsep Syariah, Mengapa Pilih yang Lain

Jakarta, KOKAM Tegal. Kopontren Sidogiri telah berhasil mengembangkan usahanya dengan berbasiskan syariah dan memperoleh tingkat pendapatan sekitar 20 persen setiap tahunnya kepada para anggota dan saat ini telah memiliki nasabah 24 ribu dari 2 BMT-nya.

KH Mahmud Ali Zain, mantan pengurus kopontren yang kini menjadi Ketua Rabithah Alam Islami (RMI) menuturkan bahwa pilihan hanya menggunakan sistem syariah ini karena didasari alasan untuk melaksanakan perintah agama.

“Kalau ada konsep syariah, mengapa pakai konsep yang lain, begitu saja. Kalau kita punya konsep Islam, mengapa memakai konsep yang lain dan ternyata menguntungkan,” katanya.

KH Mahmud Ali Zain: Kalau Ada Konsep Syariah, Mengapa Pilih yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Mahmud Ali Zain: Kalau Ada Konsep Syariah, Mengapa Pilih yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Mahmud Ali Zain: Kalau Ada Konsep Syariah, Mengapa Pilih yang Lain

Dua bidang usaha Kopontren Sidogiri, BMT Muamalah Masholihul Ummah (MMU) telah memberikan Sisa Hasil Usaha lebih dari 20 persen sedangakan Usaha Gabungan Terpadu (UGT) memberikan pendapatan 19 persen lebih.

“Sekarang, mana ada bank yang bisa menghasilkan pendapatan sekian, dan itu syariah dan ternyata orang senang sama syariah dan kapan lagi kita melakukan kalau tidak sekarang,” tuturnya.

KOKAM Tegal

Dikatakannya bahwa pelaksanaan syariah dalam kehidupan seorang muslim tidak hanya mencakup ibadah ritual saja, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi.

“Masak syariah itu cuma sholat, cuma mahdhoh, mualamat juga harus syariah. Jadi kita tantang, bisa tidak, jadi syariah itu mudah, tidak sulit,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Dalam prosesnya memang tidak mudah, banyak tantangan maupun pertanyaan dari berbagai kalangan yang harus dilewati  “Tapi orang yang menantang tidak kita tantang dan kita coba berikan pengertian, syariah itu begini-begini. Anda kan hanya melihat dari luar, anda kan tidak melaksanakan,” katanya.

Mengenai penilaian bahwa bank syariah yang ada di Indonesia sekarang belum sesuai sepenuhnya dengan konsep syariah dalam Islam, Mahmud yang juga anggota DPD ini berpendapat, mungkin yang melaksanakan bukan orang pesantren.

“Lha kalau orang pesantren yang sudah tahu syariah dari awal, ya kenapa niru-niru itu, ya kita harus syariah, Dan ternyata masyarakat senang, buktinya 18 ribu dan itu bukan cuma santri karena santri disana tidak banyak, malah ada orang non musim yang memanfaatkan,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Aswaja, Pesantren, Sejarah KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. KH Mahmud Ali Zain: Kalau Ada Konsep Syariah, Mengapa Pilih yang Lain di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock