Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Selama bulan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan pasanan (kegiatan di bulan puasa). Kegiatan yang ada tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diadakan pelatihan penyiaran.

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi, saat dihubungi KOKAM Tegal, Sabtu (20/6).

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta dari santri putri dan Muslimat NU Ranting Makamhaji,” terang Kiai Dian.

KOKAM Tegal

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu juga menambahkan, untuk pengajian kitab umum juga ada kajian kitab Al-Yaqutun Nafis, Al-Arabiyah baina yadaik dan Irsyadul Ibad.

KOKAM Tegal

“Para santri juga kita berikan kajian Fiqih Tradisonalis yang dikaji setiap Selasa ba’da subuh dan ba’da tarawih, serta Senin ba’da ashar,” paparnya.?

Di bulan puasa ini, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan berbagai pelatihan. “Ada pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio dan pertanian organik,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Sejarah, Kiai KOKAM Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award

Sidoarjo, KOKAM Tegal - Madrasah Ibtidaiyah Maarif Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang Sidoarjo meraih penghargaan dari Tri Uno Manajemen for its achievment of Indonesia school choice award 2017 dengan kategori the most favorite Islamic school of the year. Penghargaan itu diberikan oleh pihak Tri Uno Manajemen kepada Kepala MINU Pucang M Hamim Thohari di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta, 20 Januari 2017 lalu.

Hamim Thohari mengaku senang dan bangga karena telah mendapatkan penghargaan tersebut. Pasalnya, ada institusi lain yang mengakui.

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award

"Alhamdulillah, perasaan saya senang. Semoga ke depan, MINU Pucang menjadi lebih baik lagi, menjadi sekolah warga Nahdliyin di Sidoarjo," katanya kepada KOKAM Tegal, Sabtu (11/2).

Menurutnya, MINU Pucang termasuk fenomena madrasah yang ada di Indonesia. Karena satu-satunya madrasah yang mengimplementasikan tiga kurikulum.

KOKAM Tegal

"Lulusan MINU Pucang mendapatkan triple degree yakni ijazah nasional, Cambridge, dan IB," imbuhnya.

Ia mengatakan, sebagai madrasah yang owner-nya Muslimat NU Sidoarjo amalan-amalan nahdliyin tidak pernah ditinggalkan. Pihak sekolah selalu mengadakan acara yasinan, tahlil, istighotsah dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan peserta didik MINU Pucang setiap hari.

KOKAM Tegal

Ia menjelaskan, setiap pagi para peserta didik tidak lupa belajar Al-Quran dan membiasakan dengan hapalan Al-Quran setiap hari diajarkan selama dua jam pelajaran. Khusus tahfidz diasuh oleh guru-guru yang hapal Al-Quran.

"Kami juga memiliki program terbaru yaitu pembelajaran tahfiz dan eksakta sepulang sekolah. Bagi peserta didik yang berminat bisa mengikutinya. Program tersebut di luar jam sekolah tanpa dipungut biaya (gratis). Peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut pulangnya habis sholat Maghrib," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, AlaNu KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Menghadapi penjajahan Belanda di tanah air tentu hal yang sangat merepotkan bagi Nahdlatul Ulama (NU). Taruhannya bukan semata penderitaan diri mereka sendiri kala itu, tapi juga nasib? generasi mereka di masa yang akan mendatang. Hak ekonomi dirampas, pendidikan dikekang, dan aspirasi politik dikebiri.

Namun demikian, apakah NU terjebak pada nasionalisme sempit? Ternyata tidak. Empatinya yang besar juga menjalar ke belahan dunia lain yang mengalami nasib yang serupa, salah satunya bangsa Palestina. NU geram dengan usaha Israel yang dengan semena-mena mencaplok tanah Palestina. Ini juga penjajahan.

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren, KH Saifuddin Zuhri mengungkapkan bahwa sejak bangsa Arab berjuang untuk kemerdekaan Palestina, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tangal 12 November 1938 telah menyerukan kepada seluruh partai dan organisasi umat Islam di Indonesia serta Pucuk Pimpinan Warmusi (Wartawan Muslimin Indonesia) di Medan, agar umat Islam memberikan sokongan moral dan material kepada para pejuang Palestina dalam memerdekakan tanah air mereka.

Di antara bentuk solidaritas tersebut PBNU mengimbau umat Islam untuk membaca qunut nazilah dalam tiap-tiap sembahyang fardhu. Qunut nazilah lebih dari sekadar bacaan doa selepas ruku yang lazim diamalkan ketika kondisi bencana atau situasi genting lainnya. Seruan qunut nazilah mengandung dimensi politik yang luas. Ia sebentuk protes keras berskala internasional atas kezaliman kaum pendatang yang menamakan diri bangsa Israel terhadap bangsa Palestina.

KOKAM Tegal

Sikap NU ini tentu berpotensi mengundang empati balasan dari bangsa-bangsa Arab atas bangsa Indonesia yang tengah dijajah Belanda. Tak heran, sehubungan dengan qunut nazilah ini pada tanggal 27 Januari 1939, Ketua PBNU KH Machfuzh Shiddiq dipanggil oleh Hoofparket Belanda di Jakarta. Pemerintah kolonial Belanda melarang NU melakukan gerakan qunut nazilah untuk pejuang Palestina.

KOKAM Tegal

Qunut nazilah juga sempat berlangsung setahun berturut-turut ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara sepihak meresmikan negara Israel pada 1948. Deklarasi negara baru ini dimotori oleh Amerika dan Soviet. Rakyat Indonesia saat itu mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas atas kebijakan tersebut. Dewan Keamanan PBB mesti meninjau ulang keputusannya terhadap berdirinya Israel.

NU tentu tahu, Palestina tak hanya dihuni penduduk Muslim. Tapi keberadaan tempat suci Masjid al-Aqsa dan ikatan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) cukup menjadi alasan untuk melakukan kecaman dan pembelaan tersebut. Berkat penjajahan Israel, rakyat Palestina terlunta-lunta, menderita secara fisik dan psikis, dan sebagian terusir dari tanahnya sendiri.

Di tengah solidaritas untuk Palestina yang tak kunjung henti, pada Desember 1948 Indonesia didera situasi yang sangat mencekam. Belanda melakukan agresi militer II yang dimulai dari Yogyakarta sebagai ibu kota negara waktu itu. Situasi kian gawat ketika para tokoh dan pemimpin republik ini ditangkapi sehingga mendorong dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra.

Demikianlah luasnya spektrum perjuangan NU. Lahir batin ia berkorban menumpas penjajahan di tanah air sendiri, tapi juga tak menutup mata atas fenomena yang sama di penjuru bumi lainnya. Kenapa? Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, Internasional, Cerita KOKAM Tegal

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Depok, KOKAM Tegal

Dari total penduduk Muslim Indonesia yang mencapai 207 juta jiwa, diketahui mayoritas berpandangan moderat. Potensi intoleransi masih ada meski dalam jumlah yang tidak signifikan.

Kesimpulan itu disampaikan Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid saat menjadi pembicara dalam acara diskusi publik dalam rangka ulang tahun ke-49 FISIP UI di Auditorium Juwono Sudarsono Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/2).

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Dalam forum bertajuk "Bhinneka Indonesia: Modal Sosial Bernegara" tersebut, putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memaparkan hasil survei Wahid Foundation tahun 2016 di 34 provinsi. Data 6yang dihimpun menunjukkan, sekitar 12 juta orang bersedia melakukan tindakan radikal bila ada kesempatan, dan 600 ribu orang mengaku pernah terlibat dalam radikalisme.

Namun, Yenny bersyukur kebanyakan umat Islam di Indonesia relatif toleran. Lewat video singkat dipaparkan bahwa 72 persen umat Islam yang menjadi responden menolak tindakan radikal, 88,37 persen mengakui kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan 65,35 persen menilai negara harus melindungi keyakinan tersebut.

"Meski intoleransi di Indonesia trennya naik tapi kondisinya tak sampaibmencemaskan. Kenaikan kasus intokeransi dialami oleh hampir semua negara dan Indonesia relatif masih aman," jelasnya.

Kata Yenny, bahkan Donald Trump pun mengeksploitasi isu agama dan ras untuk meraup dukungan kelompok konservatif Amerika Sweikat dalam meraih kursi presiden yang kini ia duduki. Secara sistematis isu-isu tersebut dikelola dengan kepentingan politik yang kental.

KOKAM Tegal

Yenny optimis potensi intoleransi di Indonesia masih bisa dicegah dengan penguatan nilai Pancasila dan keindonesiaan, gerakan nasional merawat kebinekaan, dan penegakkan hukum yang tegas terhadap pelaku intoleransi.

KOKAM Tegal

"Pancasila adalah formula ajaib untuk mengatasi tantangan kehidupan bangsa dan negara kita," tururnya. (Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Sejarah KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Dilantik, Pengurus GP Ansor Cipondoh Kompak Kenakan Sarung

Tangerang, KOKAM Tegal. Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, Banten masa khidmah 2016-2018 di bawah pimpinan Nur Asyik resmi dilantik, Sabtu (29/10) lalu di Ballroom Hotel Narita Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. SK Resmi pelantikan ini dibacakan oleh H. Syahroni Pengurus Wilayah GP Ansor Banten.

Dalam pelantikan tersebut, para pengurus baru kompak memakai sarung, seragam GP Ansor serta peci. Khusus soal sarung, tidak banyak yang melakukan pelantikan dengan memakainya. Sehingga inisiatif Ansor Cipondoh ini dapat menjadi teladan budaya.

Dilantik, Pengurus GP Ansor Cipondoh Kompak Kenakan Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Pengurus GP Ansor Cipondoh Kompak Kenakan Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Pengurus GP Ansor Cipondoh Kompak Kenakan Sarung

Tampak hadir Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang H. Mustaya Hasyim, Ketua PW GP Ansor Banten H Ahmad Imron, Wakil Ketua PP GP Ansor H Lukmanul Hakim. Hadir juga Sekretaris PCNU Kota Tangerang, Camat Cipondoh Demi Koswara, Kapolsek Cipondoh dan juga unsur tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.?

Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang H. Mustaya Hasyim menyatakan, Ansor bukanlah organisasi politik. "Ansor berdiri di atas semua kaki. Karena itulah, cara pandang politik Ansor adalah politik kebangsaan bukan partisan. Itulah politik amar makruf nahi munkar yang menjadi haluan Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Sedangkan Ketua PW GP Ansor Banten H. Ahmad Imron menyatakan, Ansor adalah organisasi yang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah, maka jangan tanyakan apa yang telah diperbuat Ansor untuk Bangsa ini. “Sehingga sudah semestinya kita sebagai kader-kader penerus melanjutkan dan mempertahankan kedaulatan, Kesatuan dan Persatuan NKRI,” ujarnya.?

KOKAM Tegal

Dalam sambutan selanjutnya mewakili PP GP Ansor H. Lukmanul Hakim menyampaikan terkait isu gerakan yang akan terjadi pada tanggal 4 November 2016, agar kader-kader Ansor, Banser, NU manut arahan PBNU.?

Karena apa yang disampaikan PBNU berdasarkan hasil kajian-kajian yang sumbernya dapat dipercaya. Kita dorong melalui jalur hukum agar pihak terkait menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. “Kita percayakan kepada Kiai-kiai kita di PBNU untuk menghadapi masalah ini secara elegan,” ujarnya.?

Ketua terpilih, Nur Asyik berjanji untuk memberikan yang terbaik pada Ansor. "Insya Allah apa-apa yang diamanahkan oleh Pimpinan Cabang akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," terangnya. Nur Asyik berharap, kepengurusan baru ini terdiri dari personil-personil yang amanah dan profesional.?

KOKAM Tegal

"Tanpa hal ini, kerusakan yang akan terjadi. Semoga juga, pengurus memiliki karakter yang aktif, kreatif, inovatif dan komunikatif," jelasnya.?

Tak lupa, Nur Asyik juga berharap semoga Ansor yang bermakna penolong itu bergerak untuk turut membantuk semua pihak dalam mewujudkan kebaikan bagi masyarakat. "Kita membantu di bidang keagamaan dan kemasyarakatan. Inilah gerakan Ansor sebagai penolong," tandasnya. (Atho/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo

Kediri, KOKAM Tegal. Pasar Rakyat Indonesia tiba giliran di Kediri, Jawa Timur. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Pengurus Cabang (PCNU) Kota Kediri ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirbyo, Kediri, Sabtu-Ahad (2-3/2).

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo

Pasar rakyat kali ini dipusatkan di komplek Aula Muktamar Pesantren Lirboyo. Disebut Aula Muktamar karena aula ini dibangun dan ditempati pertama kali untuk penyelenggaraan Muktamar NU 1999 pada saat Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat Presiden ke-4 RI.

Pembukaan Pasar Rakyat diadakan pada Sabtu (2/2) kemarin. Beberapa jenis produk ditawarkan dengan harga murah, mulai dari sembako dan barang-barang kebutuhan lain. Produk andalan pasar rakyat ini berlabel “Bintang Sembilan”.

KOKAM Tegal

Pasar rakyat juga membuka beberapa stand untuk umum. KOKAM Tegal juga sempat mengunjungi stand Pesantren Lirboyo sendiri yang antara lain menyediakan buku, suvenir dan poster.

KOKAM Tegal

Pasar rakyat juga diisi dengan Workshop Kewirausahaan dan Broadcasting. Kegiatan ini diadakan di Aula Muktamar Lirboyo, Sabtu pagi menghadirkan Setyo Hadi, ketua Lembaga Perekonomian NU Kota Kediri.

Sementara Broadcasting dipandu oleh Harry Pantja. Sang Dunia Lain ini adalah narasumber tetap dalam setiap Workshp Broadcasting yang mengiringi kegiatan Pasar Rakyat di berbagai daerah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Zakki

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta

Jakarta, KOKAM Tegal - Sebanyak 200 pelajar SMK Maarif Jakarta beserta dewan guru mengikuti deklarasi pengurus komisariat SMK Maarif Jakarta, Sabtu (10/9) sore. Acara ini dilanjutkan dengan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sampai Ahad (11/9) yang diikuti oleh 28 orang terdiri atas pengurus OSIS dan perwakilan setiap kelas.

Tampak hadir Ketua Umum IPPNU Puti Hasni, pengurus harian IPNU dan IPPNU DKI Jakarta, dan pengurus harian IPNU dan IPPNU Jakarta Barat.

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta

Makesta kali ini mengusung tema Membangun Jiwa Enterpreneur Pelajar dalam Menghadapi Era Globalisasi. Deklarasi komisariat ini merupakan bentuk program IPNU dan IPPNU DKI Jakarta dalam kaderisasi.

Ketua IPNU DKI Jakarta Muhammad Muhadzab mengatakan, IPNU DKI Jakarta memfokuskan ke permasalahan kaderisasi di Ibukota Jakarta. Membentuk komisariat di tingkat Maarif, Pesantren, MAN, bahkan di tingkat SMAN/SMKN se-DKI Jakarta.

KOKAM Tegal

“Dengan demikian, IPNU DKI Jakarta merumuskan kaderisasi yang diterima oleh pelajar ibukota ini, yaitu Kaderisasi Urban 2016,” kata Muhadzab.

KOKAM Tegal

Kegiatan ini didukung oleh Ketua IPPNU Jakarta Barat Husnul Maulida. Menurutnya, Deklarasi komisariat di SMK Maarif Jakarta ini merupakan bentuk revitalisasi dan inovaai terhadap pengkaderan IPNU dan IPPNU di DKI Jakarta.

“Kami IPPNU Jakarta Barat siap mengawal”. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Sejarah, Kajian KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock