Selasa, 24 Oktober 2017

Mun’im DZ: NU yang Merumuskan Ketuhanan Jadi Sila Pertama

Jakarta, KOKAM Tegal - Pancasila lahir pada 1 Juni 1945 ketika Bung Karno (Soekarno) berpidato dalam sidang BPUPKI. Namun dalam rumusan Bung Karno itu, sila “Ketuhanan" berada pada urutan kelima. Nahdlatul Ulama (NU) merumuskan “Ketuhanan” menjadi sila pertama.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdul Mun’im DZ di Jakarta, Kamis (1/6/2017). Bagi NU, rumusan lima sila yang diajukan oleh Bung Karno itu belum filosofis.

Mun’im DZ: NU yang Merumuskan Ketuhanan Jadi Sila Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mun’im DZ: NU yang Merumuskan Ketuhanan Jadi Sila Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mun’im DZ: NU yang Merumuskan Ketuhanan Jadi Sila Pertama

Urutan lima sila atau “panca sila” yang diajukan oleh Bung Karno dalam Sidang BPUPKI 1 Juni 1945 adalah 1)Kebangsaan Indonesia; 2)Internasional atau perikemanusiaan; 3)Mufakat atau demokrasi; 4) Kesejahteraan sosial; dan 5) Ketuhanan.

Menurut Mun’im yang menulis buku “Piagam Kebangsaan” itu, para kiai NU terutama yang terlibat dalam sidang BPUPKI dan PPKI menyampaikan bahwa rumusan Bung Karno tentang Pancasia masih belum sempurna.

KOKAM Tegal

KH Wahid Hasyim pada waktu itu menilai Pancasila yang dirumuskan Soekarno masih belum sistematik. Misalnya, Ketuhanan diletakkan di bagian belakang atau sila kelima. Disampaikan bahwa urutan yang disampaikan belum filosofis, terkait peempatan aspek theos, antrophose, dan kosmos

KOKAM Tegal

“Bagi NU, rumusan Bung Karno itu juga belum ‘taam’ dan belum bisa disebut ‘kalam’, apalagi qoulan tsaqilan. NU setuju usulan Bung Karno tapi urutannya ditata ulang. Ketuhanan ada di sila pertama. Jadi, penempatan ‘Ketuhanan’ pada sila pertama ini bukan semata-mata karena masalah keagamaan. Tetapi ini terkait sistematika konsep filosofis,” kata Mun’im.

Berdasarkan musyawarah yang panjang akhirnya keluar rumusan Pancasila dengan urutan sila-silanya dan kalimatnya yang teratur seperti saat ini. Istilah-istilah yang digunakan juga sangat sederhana dan mudah dipahami oleh rakyat Indonesia.

Pancasila:? 1)Ketuhanan Yang Maha Esa; 2)Kemanusiaan yang adil dan beradab; 3)Persatuan Indonesia; 4) Kerakyatan yang dpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; 5)Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terkait hari kelahiran Pancasila, menurut Mun’im, kalangan NU sudah bersepakat bahwa Pancasila lahir pada 1 Juni 1945, yakni ketika Soekarno menyebutkan istilah “Pancasila” pada sidang sidang Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI tersebut.

“Jumhur ulama NU sudah ma’lum mutlaq bahwa Pancasila lahir 1 Juni 1945 ketika Bung Karno (Soekarno) berpidato dalam sidang BPUPKI. Ketika itu Dr Radjiman (Wedyodiningrat) menanyakan perihal pidato Bung Karno, semua anggota BPUPKI secara aklamasi menerima,” kata Mu’nim DZ.

Menurutnya, perdebatan seputar tanggal kelahiran Pancasila hanya diciptakan oleh beberapa orang. Ia menyebut nama Nugroho Nutosusanto dan belakangan AM Fatwa, antara lain yang memicu perdebatan mengenai hari lahir Pancasila. “Kalau ijma’ NU Pancasila lahir tanggal 1 Juni 1945,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Jadwal Kajian, Hadits KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Mun’im DZ: NU yang Merumuskan Ketuhanan Jadi Sila Pertama di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock