Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya

Jakarta, KOKAM Tegal
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya PB PMII bisa berbangga memiliki kantor sendiri yang cukup luas dan megah dengan nama Graha Mahbub Djunaidi. Bangunan seluas 400 meter persegi yang terletak di Jl Salemba Tengah 57A Jakarta Pusat tersebut akan diresmikan pada Kamis, 12 Mei 2005.

Tak serta merta kantor tersebut dapat dibangun. Pertama kali tanah seluas 700 meter persegi dibeli ketika PB PMII di bawah pimpinan Syaiful Bahri Anshori pada tahun 1999-2001. Selanjutnya pada masa kepengurusan Nusron Wahid pada 2001-2003 mulai dibangun dan diselesaikan oleh Malik Haramain yang memimpin pada 2003-2005.

“Dalam periode ini, telah dihabiskan dana sebesar 520 juta yang mencakup pembangunan 70 persen bangunan. Uang ini sumbangan para alumni dan simpatisan untuk menyelesaikan pembangunan kantor ini. Saya tidak tahu berapa dana yang telah dialokasikan pada kepengurusan sebelumnya,” tandas Ketua Umum PB PMII Malik Haramain (7/5).

Kantor tersebut memiliki dua lantai. lantai pertama digunakan untuk ruang tamu, ruang ketua umum, ruang sekjen, ruang rapat, dan musholla sedangkan untuk lantai dua digunakan untuk ruang lembaga dan aula yang dapat menampung sekitar 150 orang.

“Kita harapkan dengan memiliki kantor sendiri, kinerja PMII semakin meningkat, paling tidak teman-teman sudah tak perlu lagi memikirkan tempat untuk rapat,” tandasnya.

Malik juga mengharapkan dengan adanya kantor baru ini, maka sikap independent PMII semakin kuat karena tak perlu lagi tergantung pada pihak lain.

Belum banyak cabang yang memiliki kantor sendiri, diantara yang sudah adalah cabang Malang, Surabaya, Tulungagung dan beberapa lainnya. Sebagian besar masih ngontrak di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan kampus.

Sebelum memiliki gedung ini, kantor pusat PMII masih menyatu dengan kantor PBNU di Lt 2 yang ketika itu belum dibangun dan kontrak di Jl. Kramat Lontar untuk menjalankan aktivitasnya.

Pemberian nama Graha Mahbub Djunaidi tersebut merupakan penghormatan kepada ketua umum PMII pertama yang menjabat selama dua periode pada 1960-1963 dan 1963-1966.

Rencananya Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi akan meresmikan sekaligus menandatangani prasasti berdirinya bangunan tersebut. Diundang juga Koordinator Nasional Foksika Ahmad Bagdja, keluarga Mahbub Djunaidi dan Syainuri Ws. “Para alumni PMII juga kami harapkan datang untuk turut mensyukuri berdirinya gedung bersejarah ini,” tandasnya.

Forum peresmian gedung baru ini sekaligus juga digunakan untuk pemutaran perdana VCD mars PMII. lagu ini dikarang oleh Mahbub Djunaidi dan diaransemen ulang oleh Syainuri Ws. Untuk itu akan tampil group paduan suara Lam Yuzad. “Kami juga akan memberikan penghargaan pada Syainuri WS atas jasanya dalam memberi aransemen mars ini,” tambahnya.(mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya

Sabtu, 03 Februari 2018

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah

Tangerang, KOKAM Tegal. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) melaksanakan program NUcare dengan pengobatan gratis di Kampung Encle Kabupaten Tangerang Banten pada Sabtu (7/6).

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah

Ketua LAZISNU KH Masyhuri Malik mengatakan, kegiatan yang dikerjasamakan dengan BPZIS Mandiri ini berupaya untuk membangkitkan semangat berbagi dan bersedekah kepada golongan yang berhak mendapatkan (mustahiq). “Kegiatan pengobatan gratis merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan lazisnu dalam menyambut bulan suci di tahun sekarang dengan tema “Bangkit Sedekah,” katanya kepada KOKAM Tegal Senin (9/7).

Kiai Masyhuri menjelaskan, Bangkit Sedekah adalah membangkitkan budaya bersedekah di kalangan umat Islam Indonesia, terutama warga NU untuk kemandirian umat. Bersedekah adalah budaya baik warisan para pendahulu, baik para kiai dan para ulama. “Dengan Bangkit Sedekah, LAZISNU akan menjadi motor penggerak bagi kebangkitan dan energi segar untuk menuju cita-cita kemakmuran masyarakat Indonesia,” katanya.

KOKAM Tegal

Kiai Masyhuri melanjutkan, kemandirian dengan Bangkit Sedekah itu kita mulai dari LAZISNU. Lembaga zakat NU tersebut selalu memberikan semangat kepada para kadernya untuk bersama-sama dan bahu-membahu dalam menyiarkan kebangkitan kemandirian umat dengan Bangkit Sedekah.

LAZISNU, tambah kiai Masyhuri, sadar instrumen kemandirian umat itu harus dimulai dari lembaga zakat. Karena lembaga zakat secara posisi menjadi garda terdepan dalam memberikan tarbiyah kepada para penerima hak (mustahiq). “Maka semua program distribusi LAZISNU (Nusmart , Nucare, Nupreneur, Nuskil) selalu bermuara dalam memberikan stimulan kepada mustahiq supaya mereka menjadi mandiri,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut ia mengatakan, bulan Ramadhan merupakan bulan Sedekah penuh rahmah. Bulan berkah ini akan dijadikan momentum untuk Program Bangkit sedekah lazisnu sekaligus upaya pencapaian target LAZISNU di tahun 2014. “Program Bangkit Sedekah, Lazisnu mengajak ke semua masyarakat untuk bersedekah di LAZISNU sesuai dengan program Ramadhan 1435 H,” ajaknya.  

Kiai Masyhuri menyebutkan, program "berbagi berkah puasa", yaitu paket buka puasa untuk komunitas marginal Jabodetabek, anak jalanan, pemulung, pesisir. Sedekah untuk kegiatan tersebut adalah Rp 50.000,-/paket.

Sementara program "berbagi sahur tanda syukur" untuk kampung padat penduduk, pesisir dengan sedekah Rp 50.000,-/paket. Serta "bingkisan lebaran", untuk dhuafa, marbot, penjaga stasiun, supir bajaj dengan sedekah @300.000,-/paket. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Fikih Keseharian Gusmus

Penulis : KH. Ahmad Musthofa Bisri (Gusmus)

Peresensi : Peresensi Ach. Tirmidzi Munahwan

Selama ini berita yang masih aktual, dan masih menjadi sorotan media massa adalah peristiwa tentang perselisihan dan perdebatan dalam pemikiran masalah-masalah keagamaan atau fiqh, yang dalam istilah NU disebut forum “Bahtsul Masail”. Bahtsul masail ini merupakan salah satu forum diskusi keagamaan untuk merespon dan memberikan solusi atas problematika aktual yang muncul dalam kehidupan masyarakat. KH Sahal Mahfudz, Pengurus Syuriyah PBNU menyebutnya bahwa forum “Bahtsul Masail” merupakan forum yang dinamis dan demokratis, selalu mengikuti perkembangan, dan trend hukum yang terjadi  di masyarakat.

Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini? K.H.A. Musthofa Bisri yang panggilan akrabnya Gus Mus sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan, ia adalah seorang kiai, pelukis, penyair, dan budayawan yang karya-karyanya selalu melambung di media massa baik lokal maupun nasional. Setelah pasca Buya Hamkah, Ali Hasjmi, dan Bahrum Rangkuti, umat Islam Indonesia sangat miskin melahirkan ulama yang dikatakan seniman dan sastrawan. Mungkin tidak banyak yang tahu, jika Gus Mus disamping sebagai sastrawan juga seorang pelukis.

Fikih Keseharian Gusmus (Sumber Gambar : Nu Online)
Fikih Keseharian Gusmus (Sumber Gambar : Nu Online)

Fikih Keseharian Gusmus

Meskipun sebagai budayawan, penyair, dan pengasuh pondok pesantren, namun pemikiran dan gagasan-gagasan yang diusungnya mampu menandingi, bahkan melebihi wacana-wacana yang diusung oleh para ilmuwan, dan cendikiawan. Jadi tidak semua masyarakat pesantren hanya dianggap sebagai kaum sarungan yang pemikiran dan gagasannya hanya terpaku pada teks klasik saja, melainkan mampu menyesuaikan dengan realitas sosial yang terjadi saat ini.

Dan pada ahir-ahir ini masyarakat pesantren selalu eksis dimana-mana, dan  mulai banyak mengaktualisasikan pemikiran, dan gagasannya  yang dapat   memasung daya kritis seorang santri, sehingga masyarakat pesantren bisa dikatakan seorang yang produktif, dan kritis.

KOKAM Tegal

 Rois Syuria Nahdhatul Ulama (PB.NU) ini, tidaklah membuat beliau menjadi orang yang rakus terhadap kekuasaan dan memanfaatkan jabatannya. Namun beliau adalah orang yang bisa menjaga jarak dari hal-hal yang sifatnya politis, dan pragmatis.  Seperti yang disampaikan dalam tausiyahnya dalam munas alim ulama di Sokolilo kemarin, bahwa persoalan politik  di Indonesia sangatlah pelik, dan berengsek sekali, tidak didasari dengan etika-etika  politik yang ada.

Kiprah Gus Mus di panggung politik bermula mendapat tawaran dalam bursa pencalonan sebagai anggota legislatif PPP preode 1977-1982 mewakili wilayah Rembang-Blora. Namun meskipun ia mendapat sebuah tawaran yang menggiurkan dan menjanjikan Gus Mus menolaknya. Karena ia merasa belum berpenglaman dan juga belum mempunyai andil di partai.

Buku setebal 525 halaman ini, memang benar-benar hasil garapan kreatif seorang kiai dan budayawan, yang didalamnya mengulas tentang berbagai problematika  kekinian, dengan tanpa meninggalkan keotentikan dan nilai historisitas teks klasik (kitab kuning).

Adapun pemikiran-pemikiran yang ia usung selama ini, memang benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan, dan memperluas ilmunya untuk mengabdi pada masyarakat. Bagaimana masyarakat bisa mengerti, dan paham terhadap hukum fiqh pada umumnya.

Dengan ketajaman analisis inilah, Gus Mus tidak hanya mampu menawarkan jawaban-jawaban dari bermacam problem yang datang padanya secara normatif. Melainkan ia berhasil memberikan kerangka nuansa pemikiran untuk mengatasi masalah-masalah keagamaan keseharian kita secara rinci dan terurai  secara rapi.

KOKAM Tegal

 Dan perlu dicatat, bahwa  penjelasan atau jawaban-jawaban yang ia berikan semata-mata penjelasan apa adanya yang dirangkai dengan dalil-dalilnya. Sehingga jawaban-jawaban beliau tidak begitu saja mengatakan  ini haram dan itu halal, ini wajib dan itu sunnah.

Selain itu juga, dalam bab akhir Gus Mus dengan sangat gamblang memaparkan berbagai persoalan-persoalan budaya kontemporer yang sedang dihadapi oleh umat Islam. Seperti dalam bab VIII halaman 520, ada seorang penanya mengutarakan kegundahan dalam kehidupan sehari-harinya yaitu, berkenaan dengan maraknya gambar-gambar panas (porno),  dan melakukan onani.

Di saat memberikan jawaban atas pertanyaan ini, Gus Mus menentukan haram tidaknya melihat gambar porno dan melakukan onani, yaitu mengikuti pendapat para ulama. Karena pendapat para ulama sudah sepakat, melihat gambar-gambar panas (porno), dan melakukakan onani hukumnya haram. Karena manfaat dan mudharatnya yang jelas  lebih banyak madaratnya. Dan perbuatan  tersebut, telah dilarang oleh agama, dan dapat merusak moral para generasi muda pada umumnya. Perbuatan yang dilarang oleh agama mDari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Santri, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Bangkalan, KOKAM Tegal. Pengabdian di NU tidak dibatasi oleh periodisasi waktu. Warga yang sudah tidak terlibat aktif dalam kepengurusan juga dapat terus berpartisipasi dalam organisasi untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Demikian disampaikan KH Fathurrohim A. Rahman, Wakil Ketua PCNU Bangkalan, Madura, dalam arahannya para pelantikan bersama beberapa MWCNU di Bangkalan, Ahad (12/5) yang bertempat di pendopo eks kawedanan Arosbaya.

KH Fathurrohim berharap semua pengurus berkomitment dengan amanat yang telah diterimanya. Kepada mantan pengurus yang pada periode kali ini tidak terpilih juga jangan menghilang, karena secara hakekat pengabdian di NU tidak dibatasi oleh masa periode waktu

KOKAM Tegal

“Berlakulah seperti orang memotong bambu diambil dari ujungnya, bukan dari bawah yang tidak terpilih. Semua harus menjadi pengikat dan memperkuat kepengurusan yang baru, sehingga upaya perjuangan untuk menjadikan jam’iyyah ini bermanfaat dapat segera terealisasi dan bisa dirasakan bersama,” kata adik kandung salah seorang wakil ketua PWNU Jawa Timur ini. 

Tiga kepengurusan MWCNU di wilayah eks Kawedanan Arosbaya yang meliptui MWCNU Arosbaya, Geger dan Klampis resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

KOKAM Tegal

Mewakili tiga kepengurusan MWCNU yang dilantik Drs. H. Jakfar Al-Habary dalam sambutan pelantikannya mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan merupakan bentuk kesadaran dan ikhtiar pengabdiannya kepada jam’iyyah.

Rais Syuriyah MWCNU Klampis yang juga mantan Kasek SMAN Arosbaya ini meminta kepada semua kepengurusan yang ada, baik ranting maupun cabang untuk memberikan dukungan dan bimbingan sehingga apa yang dicanangkan untuk periode pengabdian lima tahun ke depan bisa lebih maximal dan berdaya guna baik kepada jama’ah maupun kepada jam’iyyah.

Sementara prosesi pelantikan dipimpin Wakil Rais PCNU Bangkalan KH Abdul Hannan Nawawi. Selain diisi dengan pengucapan baiat acara yang dilangsungkan secara sederhana ini juga diisi dengan pendalaman ke-NU-an dan Aswaja oleh DR. KH. Abdullah Syamsul Arifin.

Dalam mauidhohnya wakil katib PWNU Jawa Timur ini lebih banyak menerangkan tentang perlunya prilaku kolektif bagi pengurus NU. Prinsip sholat berjama’ah harus menjadi salah satu landasan kerja bagi kepengurusan, antara lain adanya kesamaan tujuan dalam segala hal, kepatuhan kepada pimpinan, serta mengenal jama’ah yang akan dipimpin

Terkait semangat kerja Gus Aab, panggilan akrab pegiat pembelaan aswaja yang juga mantan cawabup Jember ini mengajak kepada kepengurusan terpilih untuk memahami landasan didirikannya NU, yaitu Nahdlatut Tujjar (kemapanan ekonomi) Nahdlatul Wathon (nasionalisme ) dan Tasywirul Afkar (pengembangan keilmuan).

Acara pelantikan tiga MWCNU diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin ketua PCNU Bangkalan KH. Fachrillah Aschall.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Hadits, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Alumni Sukorejo Tasyakuran atas Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad

Banyuwangi, KOKAM Tegal. Ikatan Santri Salafiyah Syafiiyah (IKSASS) Banyuwangi menggelar tasyakuran atas gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan Pemerintah Republik Indonesia kepada KH Asad Syamsul Arifin.?

Tasyakuran dilaksanakan di masjid Baiturrohim Rogojampi, Banyuwangi Jumat (11/11) dihadiri para alumni santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur dan jamaah rutin masjid tersebut.

Alumni Sukorejo Tasyakuran atas Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Sukorejo Tasyakuran atas Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Sukorejo Tasyakuran atas Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad

Salah seorang alumni, H. Ikrom Hasan, menyampaikan, sebagai alumni patut bersyukur atas terakuinya Kiai As’ad sebagai pahlawan.

"Sebenarnya sudah sejak dulu prosedur persyaratan supaya Kiai Asad Syamsul Arifin untuk mendapatkan gelar pahlawan. Berangkat dari pengakuan Kiai Ahmad Shiddiq Jember dalam ? pidatonya. Beliau mengakui betapa luar biasanya perjuangan dalam mengawal dan merebut kemerdekaan NKRI dan menggerakkan roda organisasi Nahdlatul Ulama. Maka seharusnya kiai kita mendapatkan gelar pahlawan secara resmi," jelasnya.

KOKAM Tegal

Namun, karena almarhum Kiai Fawaid, salah seorang putranya, tidak berkenan, gelar kepahlawanan untuk ayahandanya mengalami kemacetan. Kiai Fawaid berpandangan seorang ulama tidak memerlukan gelar-gelar seperti itu. Cukup di hadapan Allah SWT yang mengetahui derajat keluhuran Kiai Asad Syamsul Arifin.

"Semenjak meninggalnya Kiai Fawaid, prosedur kepengurusan gelar pahlawan diajukan kembali karena tuntutan sejarah perjuangan beliau semasa hidup menarik untuk diperjuangkan kembali. Dan Alhamdulillah saat ini gelar pahlawan dapat diakui negara. Oleh karenanya kita sebagai alumni patut bersyukur, salah satunya dengan kita kumpulkan seluruh alumni di masjid ini untuk tasyakuran," pungkasnya.

KOKAM Tegal

Guntur Al-Badri, salah satu panitia dan juga alumni juga menyampaikan beberapa harapan kepada seluruh alumni dan seluruh jamaah yang hadir.

"Kita sebagai alumni, patut bersyukur dengan pengakuan negara sebagai pahlawan kepada guru kita. Tak luput dengan itu, harapan kita sebagai alumni bisa meneladani perjuangan dalam komitmen berbangsa dan bernegara serta komitmen dalam berorganisasi di Nahdlatul Ulama. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Oleh: Ngabdulloh Akrom

Ba’da isya’ (26/09) ratusan orang sudah berkumpul di kediaman Gus Dur, Ciganjur. Semua orang lintas etnis dan agama, berkumpul dalam satu wadah demi memperingati 1000 hari Gus Dur.

Kata “memperingati” memiliki kata dasar ingat dengan awalan me- dan akhiran –i, dimana dalam hal ini menjadi sebuah upaya untuk mengenang atau membuka lembaran-lembaran lama tentang Gus Dur. Bagi saya—tentu ini sangat sujektif—Gus Dur ibarat batu kristal yang memiliki banyak sisi. Pada setiap sisi yang kita dekati, selalu saja ada keindahan tersendiri. Ya. Itulah Gus Dur dengan segala keluar-biasaan dalam keterbiasaannya.

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Malam itu kita diajak mengenal Gus Dur melalui pendekatan Budaya. Pagelaran wayang semalam suntuk sengaja diadakan keluarga ndalem. Alissa Wahid, Putri sulung Gus Dur, menceritakan bagaimana kecintaan Gus Dur terhadap budaya, wayang khususnya. Dulu saat mbak Alissa masih duduk di bangku perkuliahan di Yogyakarta, setiap Gus Dur datang ia wajib memberi ‘upeti’ berupa satu set kisah pewayangan. Begitu seterusnya hingga mbak Alissa selesai kuliah. Ia diberi tanggungan membelikan kaset kisah pewayangan lengkap yang dibawakan berbagai dalang.

KOKAM Tegal

Berbeda dengan pejabat jaman sekarang yang menenteng koper kemana-mana, Gus Dur hanya membawa kaset-kaset wayang beserta tape rekorder. Wajar jika dulu ia sempat ditunjuk sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta. Satu di antara sebabnya jelas karena rasa cintanya terhadap kebudayaan.

***

Malam semakin larut. Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memberikan tugas kepada Enthus Susmono untuk segera menjalankan tugasnya sebagai dalang. Kisah punya kisah, konon beberapa hari sebelum Gus Dur wafat, Ki Enthus sempat diminta almarhum mengangkat cerita Kumbokarno Gugur disebuah pagelaran wayang di suatu daerah di Jawa Timur.

KOKAM Tegal

Itulah kenapa, Ki Enthus memilih lakon cerita Kumbokarno Gugur dalam pagelaran semalam. Memang tidak sedikit orang mengidentik dengan Kumbokarno dengan Gus Dur. Selain keduanya memiliki rasa nasionalis yang tinggi, persamaan lainnya adalah keduanya suka tidur. Masih membekas dalam ingatan kita bagaimana Gus Dur memimpin rapat peripurna DPR RI. Saat sidang paripurna usai, Gus Dur masih tertidur. Orang di sebelahnya membangunkan sembari bertanya bagaimana Gus Dur punya pendapat. Dengan ringan Gus Dur mengeluarkan jawaban yang akhirnya membuat para hadirin kebakaran jenggot, “Anggota-anggota DPR saat ini kayak anak TK.” Serta bagaimana Gus Dur membantu "adiknya" (Gus Mus) mengerjakan soal bahasa Prancis, sementara saat Gus Mus belajar, Gus Dur selalu tidur?

Begitu juga dengan tidurnya (tapa brata) Kumbokarno. Meski tak pernah turun gunung menyambangi saudaranya di Alengka, ia tahu apa saja yang terjadi meski dalam kondisi tidur. Ia tahu bagaimana Pamannya meninggal dalam peperangan. Ia tahu bagaimana Rahwana mengadu domba antara Sugriwa dengan Subali.

Ki Entus menceritakan bagaimana dua begawan tersebut tidur. Jika Gus Dur tidur dengan mendengarkan gendhing karawitan. Kumbokarno melakukannya dengan mendengarkan shalawatan. Akan tetapi keduanya tertidur dalam keadaan pasrah terhadap Dzat dimana semua berasal dan berakhir. Eling.

Sudah menjadi rahasia umum bagaimana sikap nasionalis Kumbokarno. Ia berperang bukan karena Alengka yang ditawarkan Rahwana, bukan melakukan pembelaan terhadap kedzaliman, serta tidak untuk membalas kematian dua puteranya. Kumbokarno menyambut garis takdir yang harus ia lalui. Maju dan gugur di medan peperangan sebagai kesatria.

Hal lain yang patut dijadikan pelajaran; walaupun Kumbokarno paham betul tindak-tanduk kakaknya yang semena-mena, ia tetap menghormati Dasamuka sebagai saudara tua. Bahkan sebelum berangkat ke gelanggang peperangan, ia tetap memohon restu dengan sungkem kepada kakaknya.

***

Dari sejak dibuat, kisah pewayangan memang selalu begitu. Ketika pagelaran dimulai, kita sudah bisa menebak siapa tokoh protagonis dan antagonisnya. Kita sudah tahu bagaimana akhir dari kisah terbut. Yang benar selalu menang melawan kebatilan. Klise memang. Tapi kenapa selalu saja ada yang menanggap wayang? Selain ingin melakukan pelestarian budaya, kelihaian dalang dalam melakukan improvisasi, menyelipkan problematika hidup saat ini, entah masalah Sosial, Ekonomi, Politik, kebermasyarakatan, hingga urusan dapur, kasur dan sebagainya.

Masalah politik misalnya, melalui tokoh Mbelong, Entus mendikte Rahwana tentang seni memimpin. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi rakyatnya. Sebab jabatan merupakan amanat. Sifatnya hanya sementara. Jika semasa menjadi pemimpin tak pernah peduli kepada rakyat, maklum kelak saat lengser dan bukan lagi siapa-siapa, di kalangan orang kecil akan dipandang kecil, hina bahkan dina. Wallahua’lam.[cw]

 

Ujung Jakarta, 2012/09/27

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Tokoh, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama

Sidoarjo, KOKAM Tegal. Aksi kekerasan yang menimpa warga Muslim di Rohingya Myanmar, mendapatkan perhatian dari semua pihak tak terkecuali Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo.

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama

Ansor Sidoarjo meminta pemerintah untuk melakukan diplomasi baik diplomasi bilateral dengan PBB, negara berkepentingan sekaligus melakukan intervensi politik luar negeri dengan pemerintah Myanmar, agar menghentikan kebiadaban dan kekejaman ini.

"PC GP Ansor Sidoarjo akan melakukan langkah-langkah kongkrit untuk membantu masyarakat Muslim Rohingya, sekaligus mengantisipasi konflik ini menjadi konflik agama yang merembet keluar jauh dari akar masalahnya. Apalagi kalau hal ini tidak diantisipasi akan berpotensi terjadi konflik horisontal yang mengancam kerukunan umat beragama di negeri ini," kata Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin kepada KOKAM Tegal, Senin (4/9).

Rizza menginstruksikan kepada seluruh kader untuk mengumpulkan bantuan sosial dalam bentuk apapun. Dalam hal ini pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PCNU Sidoarjo dan banom, untuk disalurkan lewat lembaga resmi NU.

Tak hanya itu saja, lanjut Rizza, Ansor Sidoarjo juga mengutuk keras kebiadan dan kekejaman tersebut. Pihaknya akan melakukan dialog dan pendekatan antarumat beragama agar konflik itu tidak dibaca sebagai konflik agama semata yang kemudian akan mengancam keharmonisan, kedamaian serta kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya di Sidoarjo.

KOKAM Tegal

"Kami akan mengikuti dan melaksanakan intruksi resmi panglima besar, dalam hal ini Ketua Umum PP GP Ansor pusat. Sebagai Panglima Grasroot Pemegang Pasukan ormas Islam terbesar di Indonesia, Ansor Sidoarjo mengharap agar masyarakat khususnya kader Ansor dan Banser tidak kalap dan gegabah," tegasnya.

Rizaa menegaskan, gencarnya gerakan dan kampanye keperihatinan untuk membantu umat Muslim Rohingya yang menjadi korban kebiadaban rezim yang memakai simbol dan idiom salah satu agama, Ansor Sidoarjo menilai bahwa untuk memberangkatkan pasukan jihad perang ke Myanmar belum saatnya. Karena masyarakat Rohingya tidak butuh perang, melainkan butuh solusi hidup dan perdamaian.

"Kita mengimbau kepada seluruh kader untuk berdoa agar saudara kita (Muslim Rohingya) diberi kekuatan, ketabahan serta diberi jalan terbaik oleh Allah," pinta Rizza. (Moh Kholidun/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock