Senin, 04 Desember 2017

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

Jember, KOKAM Tegal. Organisasi massa (ormas) dan pondok pesantren mengadakn diskusi dan Deklarasi Resolusi Damai bertema “Eliminasi Kekerasan, Mengkonstruksi Perdamaian”. Kegiatan yang digagas Ikatan Alumni Pergerakan Mahasisa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Jember tersebut dilaksanakan pada 25 November 2016, bertepatan dengan peringatan hari anti-kekerasan terhadap perempuan Internasional.

Disksusi dihadiri perwakilan ormas dan komunitas pesantren di Jember, yakni Fatayat NU Jember, Kohati Cabang Jember, PMII Jember, Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono, Pondok Pesantren Nurul Jadid Al-Islami, Pondok Pesantren Al Jauhar, dan Pondok Pesantren Darul Hikam.

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

“Diskusi ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kepedulian komunitas-komunitas yang ada di Jember untuk bergerak bersama mewujudkan perdamaian dengan tidak mentoleransi kekerasan,” ungkap Agustina Dewi, Ketua Bidang Gerakan Perempuan IKAPMII.

KOKAM Tegal

Perdamaian, menurutnya, seharusnya dipahami bukan hanya tidak adanya kekerasan langsung, tetapi ketika struktur yang ada sudah mampu menjamin keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan warga masyarakat.

Ia menambahkan, kekerasan terhadap perempuan perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat jumlah kekerasan terhadap perempuan terus meningkat, seperti data dari Komnas Perempuan yang tahun ini mencapai 321.752, meningkat dari 293220 tahun 2015.

KOKAM Tegal

Angka tersebut, kata dia, adalah jumlah kekerasan yang dilaporkan dan telah ditangani oleh pihak yang berwajib, padahal bisa jadi angka kekerasan yang tidak terlaporkan lebih banyak lagi.

“Lembaga pendidikan, termasuk pesantren-pesantren bisa mengambil peran penting dalam upaya menekan angka kekerasan dengan memasukkan materi anti-kekerasan dan perdamaian dalam kurikulum, sekaligus dalam proses pembelajaran yang dilakukannya,” ungkap Najmatul Millah dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami yang juga menaungi beberapa lembaga pendidikan.

Dalam diskusi ini telah terbangun komitmen diantara yang hadir, bahwa kekerasan dalam bentuk apapun harus dihilangkan, baik yang berupa kekerasan langsung maupun tidak langsung, kekerasan fisik maupun psikologis, di ruang publik maupun di ranah domestik.

“Kekerasan terhadap perempauan adalah masalah kemanusiaan, yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak karena sebenarnya terkait dengan penghargaan atas hak azasi Manusia,” demikian ditegaskan oleh Ketua IKAPMII Jember.

Resolusi Damai

Diskusi telah menyatukan persepsi dan? mendesain gerakan anti kekerasan untuk membangun perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.? Dalam rangka pencapaian tujuan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, diskusi ini menghasilkan resolusi dengan menimbang banyaknya kekerasan terhadap perempuan, baik di ranah publik maupun privat, kekerasan langsung maupun kekerasan kultural dan struktural, yang dilakukan baik oleh personal, komunitas, maupun oleh negara.

1. Perlunya semua pihak berkontribusi dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan tidak menjadi pelaku kekerasan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai kemanusiaan.

2. Menyerukan kepada masyarakat dan unsur-unsur didalamnya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan tidak mentoleransi adanya kekerasan tersebut.

3. Mengajak tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas pesantren untuk membangun budaya damai dengan mengedepankan penghargaan terhadap multikulturalisme.

4. Mendesak lembaga pendidikan untuk mengajarkan perdamaian sebagai bagian pembentukan karakter peserta didik.

5. Menghimbau kalangan media untuk berpegang pada prinsip jurnalisme damai yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, tidak provokatif, dan mengedepankan kepentingan publik.

6. Menuntut penyelenggara negara untuk membangun perdamaian dengan menghadirkan produk hukum dan kebijakan yang tidak toleran terhadap pelaku kekerasan.

Penggagas Resolusi Damai Jember 2016

1. IKAPMII

2. Fatayat NU Jember

3. KOHATI Cabang Jember

4. PMII Jember

5. Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono

6. Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami Sukowono

7. Pondok Pesantren Al Jauhar Jember

8. Pondok Pesantren Darul Hikam Jember (Linda Dwi Eriyanti/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Aswaja, Hikmah KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock