Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah

Jakarta, KOKAM Tegal. Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU) NU Tour and Travel, kini hadir dengan manajeman dan semangat baru. Di bawah kendali Ketua Umum ASBIHU, KH Musthofa Aqil Siroj, ASBIHU berkomitmen untuk memberikan kenyamanan terbaik bagi jamaah yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah.?

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah

Ditambah lagi ASBIHU untuk memperkuat pengembangan usaha telah mendapatkan perpanjangan izin dengan diperolehnya SK Kemenag No. 432 Tahun 2016.

Salah satu semangat ASBIHU dalam peningkatan pelayanan kepada para jamaah adalah dengan pesawat yang digunakan. ASBIHU Tour and Travel hanya akan menggunakan pesawat milik negara (pemerintah).

Penggunaan pesawat milik negara ini dipandang efektif, karena pesawat negara akan tetap memberangkatkan penumpang walau penumpang di jam penerbangan tersebut, misalnya kurangnya memenuhi kuota.

“Dengan pesawat negara, walaupun tidak penuh tetap diberangkatkan, karena pesawat negara terbang atas dan untuk kepentingan negara,” kata Direktur ASBIHU Tour and Travel, H Hafidz Taftazani kepada KOKAM Tegal Kamis (1/12) sore.

KOKAM Tegal

Beberapa pesawat negara yang digunakan adalah Oman Air, Qatar, dan Emirates. Pesawat-pesawat tersebut sekalipun terbang dengan singgah di negara-negara pemilik atau asal perusahan penerbangan, tetap langsung ? menuju Madinah sebagai destinasinya. Berbeda dengan pesawat swasta yang kebanyakan berdestinasi ke Jedah, sehingga masih mengharuskan jamaah melakukan penerbangan dari Jedah ke Madinah.?

“Padahal penerbangan dari Jedah ke Madinah memakan waktu sekitar enam jam. Tentu ini akan sangat melelahkan, apalagi bagi jamaah yang sudah berumur yang biasa tinggal di daerah-daerah. Tapi dengan peswat pemerintah, langsung ke Madinah. Ini akan banyak sekali mengefektifkan waktu,” kata Hafidz.

KOKAM Tegal

Pelayanan maksimal yang diberikan ASBIHU Tour and Travel membuahkan kepercayaan masyarakat. Pada bulan Desember ini, ASBIHU akan memberangkatkan sedikitnya 600 jamaah umrah. Hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan, rasa syukur dan terima kasih dari manajemen ASBIHU atas kepercayaan masyarakat yang memercayakan perjananan ibadah umrahnya kepada ASBIHU. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote, Kajian Sunnah, Berita KOKAM Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal

Rembang, KOKAM Tegal

Maraknya berdirinya cafe ilegal di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang dituding banyak meresahkan warga membuat masyarakat sekitar meminta bantuan kepada Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kragan untuk membantu mengawal dalam penertiban.?

Ketua PAC GP Ansor Kragan Ahmad Mujibur Rohman mengatakan, dengan maraknya berdirinya cafe ilegal di Kecamatan Kragan menjadi salah satu konsen kami untuk membantu menyelesaikannya. "Ini merupakan salah satu konsen kami mengawal tuntutan masyarakat dan pemuda dalam penyelesaian permasalahan tersebut," terangnya, Sabtu (19/3).

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal

Beberapa desa yang merasakan keberatan terkait berdirinya cafe ilegal diantaranya Desa Kebloran, Tanjungan, dan Sendangwaru. Para warga merasa terganggu dengan maraknya cafe ilegal yang didirikan di desa mereka.

Warga berharap permasalahan ini secepatnya dapat ditangani, sehingga warga dapat merasakan kenyamanan dilingkungan mereka kembali. "Ini termasuk melakukan sesuatu yang masalahah bagi masyarakat," terang Mujib.

KOKAM Tegal

Diketahui bahwa Ahmad Mujibur Rohman merupakan Ketua PAC GP Ansor Kragan yang baru terpilih pada 28 Februari 2016 lalu. Selain upaya untuk melakukan kegiatan yang bersifat urgensif dalam masyarakat, Ansor Kragan juga berupaya untuk membangun kepengurusan yang solid di internal organisasi.

Pihaknya menambahkan, satu minggu selepas Konferancab dilakukan penyusunan kepengurusan Anak Cabang. Dilanjut dengan mengadakan silaturrahim ke beberapa tokoh NU dan Ansor baik tingkat cabang maupun pusat.?

"Diantaranya kita silaturrahim ke Ketua PC GP Ansor Rembang, para tokoh PCNU Lasem, Gus Luthfi Thomafi selaku Pengurus Pusat GP Ansor, dan juga Gus Ghofur Maimoen," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Tegal, Berita KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan

Oleh Suwendi?



Di antara tokoh kependidikan abad pertengahan adalah Ibn Jamâ’ah (639-733 H./1241-1333 M.). Tokoh ini di samping dikenal sebagai ahli hukum, lantaran dia menjabat sebagai hakim di beberapa lembaga pengadilan sehingga mendapat sebutan Qâdhyat al-Qudhât, juga dikenal sebagai tokoh kependidikan. Ketokohannya di bidang pendidikan ditandai oleh aktivitas mengajar di berbagai lembaga kependidikan, di samping ia memiliki konsep kependidikan yang tertuang dalam masterpiece-nya Tadzkirat ? al-Sâmi’ ? wa ? al-Mutakallim ? fî ? Adab ? al-‘Âlim ? wa ? al-Muta’allim. Dalam karya itu, terdapat ulasan panjang lebar mengenai keutamaan ilmu, ulama dan pencari ilmu (thâlib al-‘ilm). Di samping itu, juga diterangkan sejumlah etika, yakni etika bagi pendidik, peserta didik, etika dalam menggunakan buku dan etika yang berkaitan dengan tempat tinggal selama proses belajar mengajar.?

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan

Namun sayangnya, kajian yang pembahasannya diarahkan pada tokoh dan karya ini masih terlihat minim. Beirkut ini merupakan elaborasi sederhana yang diharapkan dapat menghantarkan pengenalan terhadap sosok Ibn Jamâ’ah dan karya kependidikannya.

Riwayat Hidup

Nama lengkap Ibn Jamâ’ah adalah Badr al-Dîn Muhammad ibn Ibrâhîm ibn Sa’d Allâh ibn Jamâ’ah ibn Hâzim ibn Shakhr ibn ‘Abd Allâh al-Kinâny. Ia lahir di Hamâh, Mesir, pada malam Sabtu tanggal 4 Rabi’ al-Akhir 639 H./1241 M. Ia wafat pada pertengahan malam akhir hari Senin tanggal 21 Jumaday al-Ulâ tahun 733 H./1333 M. dan dimakamkan di Qirâfah, Mesir. Dengan demikian, Ibn Jamâ’ah genap berusia 64 tahun 1 bulan 1 hari. Dengan melihat kurun waktu masa hidupnya, Ibn Jamâ’ah hidup setelah al-Ghazâli (450 H./1058 M.-505 H./1111 M.), Ibn Rusyd (1126-1198 M.), dan al-Zarnûji (wafat sekitar 615 H./1222 M.), dan hampir bersamaan dengan Ibn Bathûthah (1304-1377 M.), dan Ibn Khaldûn (732 H./1332 M.-808 H.).

KOKAM Tegal

Dalam keluarganya, Ibn Jamâ’ah memiliki empat orang saudara, dan Ibn Jamâ’ah sendiri merupakan anak yang paling kecil (bungsu). Dari silsilah keluarga ini telah melahirkan sejumlah inetelektual muslim pada masanya. `Abd al-Jawwâd Khalaf mencatat bahwa setidaknya ada empat puluh sarjana terkenal yang lahir dari keluarga Jamâ’ah sepanjang masa Ayubiyah dan Mamluk.

Pengalaman pendidikan Ibn Jamâ’ah diperoleh untuk pertama kalinya dari lingkungan keluarganya, yang telah memiliki tradisi intelektual yang mapan. Ayahnya sendiri, Ibrâhîm ibn Sa’d Allâh ibn Jamâ’ah (596-675 H.), adalah seorang ulama besar dan ahli fiqh sekaligus sufi. Dengan ayahnya inilah Ibn Jamâ’ah banyak mendapatkan ilmu pengetahuan. Setelah itu, Ibn Jamâ’ah juga dibesarkan di berbagai daerah dalam rangka pengembaraan ilmu pengetahuan dan bertemu dengan beberapa ulama besar. Pengetahuan hadits, fiqh, dan bahasa diperoleh di Damaskus dengan menemui Ibn `Abd al-Dâim (wafat 668/1270), al-Mu’în al-Dimasyqi (wafat 670/1272), Ibn Mâlik (wafat 672/1274), al-Kamâl ibn `Abd (wafat 672/1274), Ibn Abî al-Yasar (wafat 672/1274), Ibn `Atha al-Hanafî (wafat. 673/1275), Ibn `Allân (wafat 680/1281), dan Ibn Abî `Umar (682/1283).?

Ibn Jamâ’ah juga memperoleh kesempatan berguru kepada sejumlah tokoh di Kairo, Mesir, yakni kepada Taqy al-Dîn ibn Razîn (wafat 680/1281), dan Jamâl al-Dîn ibn Mâlik guna mempelajari ‘Ilm Nahw. Al-Rasyîd al-‘Athâr (wafat 662/1264), Ibn Abî Umar, al-Tâj al-Qasthalâny (wafat 665/1267), al-Majd ibn Daqîq al-‘Id (wafat 667/1269), Ibn Abî Musalamah, Makky ibn ‘Ilân, Ismâ’il al-‘Irâqy, al-Mushaffâ, al-Baraza’iy, Syarf al-Dîn al-Subkî (wafat 669/1271), dan lain-lain. ?

Berkat pengembaraannya itu, Ibn Jamâ’ah sangat profesional dalam banyak bidang sehingga ia menjadi pendidik, orator, hakim, penyair, fâqih, mufassir, muhaddits dan lain-lain. Sebagai pendidik, ia pernah mengajar di Damaskus seperti di Qimyariyah, lembaga akademik Ibn Thûlûn, salah satu institusi pendidikan yang lebih menekuni pada konsep-konsep Syâfi’iyyah, dalam masa yang cukup panjang. Dari beberapa keterangan yang didapat, Ibn Jamâ’ah tampaknya menguasai aspek-aspek pendidikan. Seperti kesan yang dilontarkan Ibn Hajar ? “ia ? penuh ? kasih ? sayang, berakhlak baik, pandai ceramah… mengajar dengan baik dengan tanpa kekerasan”.

KOKAM Tegal

Sebagai orator, Ibn Jamâ’ah sering ceramah di Masjid al-Aqsha dan lembaga pendidikan al-Amwa, Damaskus, juga di al-Azhar, Mesir, dalam interval masa yang cukup lama. Seringnya ceramah di Damaskus dan Mesir ini berbarengan dengan kesibukannya sebagai hakim (Qâdhy al-Qudhâh). Karir dalam bidang hukum ini terlihat pada tahun 687 H. ketika ia menjabat sebagai hakim di Damaskus, dan ? tahun 690 H. beliau pindah ke daerah Mesir. Pada masa itulah Ibn Jamâ’ah sering bergabung dan bertukar fikiran dengan beberapa syaikh yang lain.?

Sungguhpun demikian, karir Ibn Jamâ’ah dalam bidang hakim ini tampaknya diuntungkan oleh situasi politik. Ketika terjadi pertentangan antar hakim al-Syâfi’iyah di Mesir, yakni antara Taqy al-Dîn Abd al-Rahmân ibn bint al-A’uzz dengan al-Wazîr ibn al-Sal’ûs, mengenai kandidat yang dapat diajukan untuk menduduki posisi penguasa hukum (qâdhy). Ibn Sal’ûs merekomendasikan kepada penguasa Mesir, ketika itu Khalîl ibn Qalâwun, bahwa yang berhak menduduki posisi itu adalah Ibn Jamâ’ah. ? Rekomendasi ? itu ? kemudian diterima oleh penguasa dan ditetapkanlah Ibn Jamâ’ah yang dipilih.

Pada permulaan tahun 693 H. penguasa Mesir terbunuh, lalu Ibn Jamâ’ah pindah ke Syâm hingga bertemu dengan Ibn bint al-A’uzz dan Taqy al-Dîn ibn Daqîq al-’Id. Tahun 702 H. Taqy al-Dîn ibn Daqîq al-’Id wafat dan Ibn Jamâ’ah pindah lagi ke Mesir hingga awal tahun 710-an H. Akhirnya, Ibn Jamâ’ah tetap menjadi qâdhy dan berakhir hingga tahun 727 H. oleh karena kondisi kesehatannya kurang normal.

Selain ahli dalam beberapa disiplin di atas, Ibn Jamâ’ah juga dapat dipandang sebagai ahli sastra pada zamannya. Ia ingat betul pada nazham-azham sya’irnya, sehingga Imam al-Asnawi menyatakan bahwa Ibn Jamâ’ah piawai dalam menyusun sya’ir-sya’ir yang baik. Kesan demikian pun tampaknya diakui juga oleh Ibn Hajar.

Sungguhpun Ibn Jamâ’ah ahli dalam banyak hal, namun hidup kesehariannya tampak sederhana baik dalam hal makanan, pakaian, kendaraan, maupun tempat tinggalnya. Ia sangat menjaga diri dari perbuat maksiat (warâ’), konsisten dalam beribadah kepada Allah (murâqabah), mengasihi orang fakir-miskin, menyukai tasawuf, toleran, senantiasa terbuka dan menyukai ilmu pengetahuan. Bagi Ibn Jamâ’ah, ilmu pengetahuan harus lebih diutamakan daripada melakukan ibadah sunnah yang bersifat jasmani, seperti shalat, puasa, membaca tasbih, dan lain-lain. Menurutnya, ilmu pengetahuan mampu memberikan efek positif kepada yang bersangkutan, di samping juga kepada orang lain secara keseluruhan. Ibadah hanya memberikan implikasi spesifik, yakni hanya kepada yang melakukan ibadah itu saja, sementara orang lain tidak.

Karya-karya Ibn Jamâ’ah

Ibn Jamâ’ah sesungguhnya tokoh yang telah memiliki reputasi dalam berbagai bidang. Hal ini diakui oleh Ibn Hajar bahwa Ibn Jamâ’ah adalah shâhib ma’ârif, yadlrib fî kulli fann bisuhmin” [ahli pengetahuan dalam berbagai bidang dan dialektikanya]”. Al-Suyûthi sendiri mengomentarinya sebagai orang yang memiliki karya dalam berbagai bidang.

Karya-karya Ibn Jamâ’ah pada garis besarnya terbagi ke dalam sebelas disiplin ilmu pengetahuan. Berikut daftar karya-karya Ibn Jamâ’ah yang dikelompokkan secara tematis yang didasarkan atas judul-judulnya.?

Pertama, disiplin ’Ulûm al-Qurân terdiri atas (1) Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, (2) al-Tibyân li Mubhimât al-Qur’ân, (3) al-Fawâid al-Lâihat min Sûrat al-Fâtihah, (4) Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, dan (5) al-Muqtadh fî Fawâid Takrîr al-Qashâsh.

Kedua, disiplin ‘Ulûm al-Hadîts terdiri atas (6) al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy yang merupakan ringkasan dari kitab ‘Ilm al-Hadits yang ditulis Ibn al-Shalâh. Dalam kitab ini, Ibn Jamâ’ah menambahkan beberapa catatan dan mengurutkan beberapa pembahasan. Kitab ini selesai ditulis pada bulan Sya’ban tahun 687 H. di Damaskus. (7) al-Fawâid al-Ghazîrat al-Mustanbithat min Ahâdits Barîrah, (8) al-Mukhtashar fî ‘Ulûm al-Hadîts, (9) Mukhtashar fî Munâsabât Tarâjum al-Bukhârî li Ahâdîts al-Abwâb, (10) Mukhtashar Aftsâ al-Amal wa al-Syawq fî ‘Ulûm al-Hadîts al-Rasûl li Ibn al-Shalâh, (11) Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan.

Ketiga, disiplin Kalam terdiri atas (12) al-Radd ‘alâ al-Musyabbahah fî Qaulih Ta’âlâ “al-Rahmân ‘alâ al-‘Arsy Istawâ”, (13) al-Tanzih fî Ibthâl Hujaj al-Tasybîh, (14) Îdlâh al-Dalîl fî Qath’i Hujaj Ahl al-Ta’thil.

Keempat, disiplin Fiqh terdiri atas (15) al-‘Umdat fî al-Ahkâm, (16) al-Thâ’at fî Fadlîlat Shalât al-Jamâ’ah, (17) Kasyf al-Ghimmat fî Ahkâm Ahl al-Dzimah, (18) al-Masâlik fi ‘Ilm al-Manâsik, dan (19) Tanqîh al-Munâzharat fî Tashhih al-Mukhâbarah.

Kelima, disiplin politik terdiri atas (20) Hujjat al-Sulûk fî Muhâdât al-Mulûk, (21) Tahrîr al-Ahkâm fî Tadbîr Ahl al-Islâm.

Keenam, disiplin sejarah terdiri atas (22) al-Mukhtashar al-Kabîr fî al-Shirah, dan (23) Nûr al-Rawd.

Ketujuh, disiplin Nahu terdiri atas (24) Syarh Kafiyât Ibn al-Hâjib, dan (25) al-Diyâ al-Kâmil wa Syarh al-Syâmil.

Kedelapan, disiplin Sastra terdiri atas (26) Lisân al-Adab, (27) Dîwân al-Khithab, (28) Arjûzat fî al-Khulafâ, ? dan (29) Arjuzât fî Qudhât al-Syâm.

Kesembilan, disiplin Perang terdiri atas (30) Tajnîd al-Ajnâd wa Jihât al-Jihâd, (31) ? Mustanid al-Ajnâd fî Âlât al-Jihâd, dan (32) Awtsaq al-Asbab.

Kesepuluh, disiplin astrologi terdiri (33) Usthurulâb. Kitab ini diajarkan oleh Ibn Jamâ’ah kepada para pelajarnya di Damaskus.

Kesebelas, disiplin pendidikan terdiri atas (34) Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim.

Klasifikasi disiplin di atas sesungguhnya didasarkan atas indikasi judul-judul karya Ibn Jamâ’ah. Secara umum, judul-judul tersebut relatif jelas memberi petunjuk tentang tema bahasannya. Jika klasifikasi tematis tersebut cenderung tepat maka tidaklah salah jika ada kesimpulan bahwa Ibn Jamâ’ah merupakan seorang ilmuwan ensiklopedis. Buah karya sejumlah 34 dalam 11 disiplin pengetahuan yang berbeda mendeskripsikan produktivitas penulisnya.

Sungguhpun ? demikian, beberapa karya ? tersebut sangat sulit ditemukan. Penelitian `Abd al-Jawwâd Khalaf memberi informasi bahwa paling tidak ada 16 judul yang manusikripsinya masih tersimpan di berbagai koleksi di negara Timur Tengah dan Barat. Judul-judul tersebut adalah Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, al-Fawâid al-Lâihat min Sûrat al-Fâtihah, al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy, Mukhtashar fî Munâsabât Tarâjum al-Bukhârî li Ahâdîts al-Abwâb, Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan, Tanqîh al-Munâzharat fî Tashhih al-Mukhâbarah, Îdlâh al-Dalîl fî Qath’i Hujaj Ahl al-Ta’thil, Tahrîr al-Ahkâm fî Tadbîr Ahl al-Islâm, al-Mukhtashar al-Kabîr fî al-Shirah, Nûr al-Rawd, Syarh Kafiyât Ibn al-Hâjib, Arjûzat fî al-Khulafâ, Arjuzât fî Qudhât al-Syâm, Usthurulâb, dan Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim.

Karya-karya lainnya kemungkinan telah hilang atau belum teridentifikasi dalam koleksi-koleksi manuskrip Arab. Tampaknya perhatian studi terhadap karya-karya Ibn Jamâ’ah kurang menunjukkan semangat yang besar, terbukti dengan masih minimnya studi dan upaya-upaya melakukan edisi dan penerbitan. Sejauh informasi yang terkumpul menunjukkan ada lima judul yang telah diedit dan dicetak, yakni Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim, Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy, dan Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan. Hal ini pada sisi tertentu cukup menantang bagi para intelektual untuk mengkaji terhadap khazanah tersebut sehingga dapat diketahui kontribusi Ibn Jamâ’ah bagi pertumbuhan peradaban Islam dari dulu hingga kini.

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon bekerja pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Habib, Tokoh KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Jakarta, KOKAM Tegal

Kelompok Kerja Guru MI Ma’arif NU Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kembali mengadakan lomba karya Ilmiah untuk siswa madrasah. Lomba yang dilaksaanakan di aula kantor Kementerian Agama ini mempertemukan 14 finalis dari berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang.

Lomba yang diselenggarakan untuk pelajar tingkat madrasah ibtidaiyah tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah oleh siswa dan guru pembimbing, untuk selanjutnya diajukan ke bimbingan yang dilakukan oleh pendamping dari Balai Diklat Keagamaan Sermarang, dan tahap akhirnya adalah grandfinal yang diadakan Rabu, 3 Februari 2016.

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Dalam rilis yang diterima KOKAM Tegal, Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk memupuk sifat dan sikap rasa ingnin tahu peserta didik madrasah sehingga dapat mengembangkan budaya penelitian secara rasional atau ilmiah.

KOKAM Tegal

Kepala Kantor Kementerian Agama Semarang memberikan apresiasi yang positif terhadap perlombaan ini dan berharap dapat memberikan dampak yang baik bagi perkembangan madrasah di Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh ketua Pengurus? Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah.? LP Ma’arif NU Jateng berharap semangat berma’arif di Kabupaten Semarang senantiasa terjaga dan dapat dikembangkan di daerah lainnya. Lomba diharapkan dapat melahirkan peneliti andal dari madrasah.

KOKAM Tegal

Lomba Kisma (karya ilmiah siswa madrasah) yang kedua ini menghadirkan dewan juri yang terdiri dari Agus Mujiono M.Ed dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, Moh Yasir Alimi dari Unes Semarang, Kusno dari Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dan Kusmanto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.

Pemenang pertama lomba Kisma adalah MI Miftahul Huda Sumberejo, Pabelan dengan judul penelitian “Pemanfaatan Limbah Posfat sebagai Media Tanam”. Pemenang kedua adalah MI Ma’arif Keji Ungaran Barat dengan judul penelitian “Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Sabun Mandi”; pemenang ketiga adalah MI Ar Rosyad Bergas dengan judul “Pemanfaatan Daun Suji sebagai Pewarna Alami dalam Pembuatan Makanan Ringan Stik”. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Lomba, Warta KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru

Yogyakarta, KOKAM Tegal

Kepengurusan baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kota Yogyakarta bertekad akan mendirikan pimpinan anak cabang (PAC) baru di beberapa daerah di Kota Yogyakarta.

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru

"Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta selama ini banyak didominasi oleh pelajar dari luar Jogja yang sedang kuliah dan nyantri di Jogja. Sehingga pelajar asli Jogja membutuhkan wadah resmi yang berasal dari bawah," ujar Shofwan Hadi selaku ketua PC IPNU Kota Yogyakarta yang terpilih Maret lalu.

PC IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta juga sudah meminta restu dan dukungan pendirian PAC baru kepada Pengurus Cabang NU Kota Yogyakarta beserta segenap badan otonomnya pada pertemuan persiapan agenda Ramadlan dan Idul Fitri 1437 H.

KOKAM Tegal

Kegiatan berlangsung di salah satu rumah makan di daerah Gedong Kuning, Yogyakarta, Rabu (6/4), dan dihadiri segenap pemangku kepentingan dari Kemenag, PCNU, MWCNU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, dan LAZISNU.

KOKAM Tegal

Menurut Shofwan, kehadiran Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU penting sebagai wadah pengaderan tingkat dasar IPNU-IPPNU di Kota Yogyakarta. Dengan demikian, kader IPNU-IPPNU dari warga asli Yogyakarta akan semakin banyak.

Keinginan mendirikan PAC IPNU-IPPNU di Kota Yogyakarta mendapatkan respon positif dari semua pihak. Ketua PCNU kota Yogyakarta Ahmad Yubaidi mengatakan, agenda Ramadlan dan Idul Fitri kali juga menjadi sarana melatih diri dan kader untuk bisa memberikan manfaat di masyarakat.

“Menyambut Ramadlan dan Idul Fitri ini salah satu tujuannya adalah mempercantik rumah ibadah, pesantren, melengkapi administrasi, pengembangan masyarakat," ujarnya. (Naim Failashuf/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita KOKAM Tegal

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Magelang, KOKAM Tegal?

Akhir-akhir ini konflik yang dilatarbelakangi sentimen suku, agama, ras dan agama (SARA) semakin meningkat. Perlahan tapi pasti, hawa konflik di Irak, Suriah, dan Myanmar telah turut mereduksi komitmen kebangsaan warga Indonesia.

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II, Senin (18/9), di Lapangan Tembak Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.

“Hal ini ditunjukkan dengan berbagai gerakan intoleran yang terjadi akhir-akhir ini,” tegas Kiai Said.

Sebagai penerus perjuangan ulama, lanjut Kiai Said, sudah sepantasnya nilai-nilai kebangsaan berbasis agama yang dibangun oleh para pendahulu, kita tanamkan kepada segenap generasi muda bangsa Indonesia.?

“Oleh karena itu menurut hemat saya kegiatan ini hadir di saat yang tepat. Saat generasi muda bangsa ini dihadapkan kepada berbagai tantangan toleransi,” tegas Kiai Said.

KOKAM Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said tiada henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan ajaran agama apa pun.

“NU sejak berdiri dan selamanya akan komitmen menjaga kemajemukan Indonesia dengan menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda,” tandasnya.?

Agenda dua tahunan Lembaga Pendidikan Ma’arif itu diikuti 15 ribu peserta mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II. Peserta tersebut terdiri dari enam ribu peserta kemah dan sembilan ribu guru serta peserta didik Maarif NU dari seluruh Indonesia.?

KOKAM Tegal

Hadir dalam upacara pembukaan tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Bupati Magelang Zaenal Arifin beserta wakilnya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Berita, Nusantara KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Jember, KOKAM Tegal

Tak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan adalah sebuah kebanggaan. Prestasi yang melangit adalah suatu kehormatan. Namun cerdas dan berprestasi saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan akhlak yang mulia dan ketaatan menjalankan perintah Allah, khususnya shalat. Inilah yang sesungguhnya menjadi ruh dari Masa Bimbingan Santri (Mabisa) Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.?

Mabisa diperuntukkan bagi ? seluruh siswa baru lembaga formal Nuris. Bahasanya memang menggunakan bimbingan santri, karena semua peserta didik lembaga Nuris yang meliputi MTs, SMP, SMA, SMK dan MA –kecuali MI-- mulai tahun ini diwajibkan mondok.?

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

"Kebijakan ini untuk memudahkan bimbingan sekaligus kontrol terhadap semua peserta didik Nuris. Karena wali murid telah memasrahkan kepada kami untuk mendidik anaknya, dan kami merasa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk itu," tukas Gus Robith Qashidi salah seorang pengasuh Pesantren Nuris kepada KOKAM Tegal di sela-sela Mabisa Nuris, Ahad (24/7).

Jumlah siswa/santri baru Nuris tahun ini mencapai 1.200 orang sehingga total santri Nuris mencapai 300-an. Santri-santri baru itu menjalani Mabisa selama 2 pekan. Mabisa difokuskan pada dua hal. Pertama, pengenalan dan pengamalan akhlak-akhlaq mulia dengan mengaji kitab Tarbiyatus Shibyan. Kitab karangan KH Habibullah Rois itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh KH Muhyiddin Abdusshomad sekaligus digubah dalam bentuk nadzom syair sehingga enak didengar. Kedua, pengenalan dan pemantapan praktek shalat sesuai dengan tata cara shalat ala Ahlussunah wal Jamaah. Jadi, kata kunci dalam menimbu ilmu di Nuris adalah mantap akhlak dan shalatnya dulu, baru belajar sains, ilmu sosial dan sebagainya.?

"Saya meyakini, jika akhlaknya sudah baik dan shalatnya juga benar, insyaallah para santri mudah menerima pelajaran," jelas Gus Robith.

KOKAM Tegal

Selain itu, dalam Mabisa, para santri baru juga dilatih kedispilinan, misalnya baris-berbaris dengan mendatangkan pelatih dari korps TNI. Materi-materi umum, termasuk soal narkoba juga menjadi sajian dalam Mabisa Nuris.

Sejauh ini, Nuris merupakan ? pesantren yang tetap berpegang teguh dengan cita-cita awal pesantren, yaitu pembina akhlak. Namun bersamaan dengan itu, Nuris tak pernah telat untuk mengakses hiruk-pikuk dunia luar sehingga selalu bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyaknya santri Nuris yang meraih prestasi, mulai dari lomba robot hingga sepak bola merupakan bukti yang menahbiskan Nuris sebagai ? pesantren idaman. (Aryudi A. Razq/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Berita KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock