Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Surabaya, KOKAM Tegal. Di tengah kegiatan yang sangat padat, Menteri Sosial RI Khofifah Indarparawansa menyempatkan diri hadir dalam Haul Agung Sunan Ampel yang berlangsung di Kompleks makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (12/5). Khofifah tiba sekitar pukul 19.00 Wib dan langsung menuju area makam yang sudah penuh sesak dengan para peziarah.

Mengenakan pakaian serba putih Mensos didampingi para pengurus Muslimat Surabaya bersimpuh di depan Makam Sunan Ampel yang berhiaskan rangkaian bunga melati.

Tepekur dan khusyuk sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dilakukan para peziarah. Demikian juga dengan Mensos Khofifah yang dengan khusyuk menjalankan ritual doa selama hampir satu jam. Seperti biasa, usai menjalankan ziarah dan doa Khofifah pun menghampiri para peziarah yang telah menantinya sejak sore tadi. Mereka pun berebut untuk bersalaman dengan Mensos.?

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Para peziarah juga berdoa untuk Khofifah agar selalu sehat dalam menjalankan tugas sebagai menteri. ? "Semoga Bu Khofifah sehat selalu dan amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri," ujar Azizah, peziarah yang datang dari Sumenep, Madura.?

Sementara itu Mensos sempat menyampaikan kepada media bahwa ? haul agung tersebut harus dimaknai sebagai upaya untul mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan para wali dan ulama dalam melakukan siar agama Islam yang penuh kedamaian. "Haul agung ini menjadi momemtum akan kebesaran para ulama dan wali dalam siarnya untuk menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Ketua Umum PP Muslimat.?

Menyinggung tentang kondisi bangsa saat ini yang tengah dililit berbagai persoalan sosial termasuk Sara, Mensos menyatakan bahwa semuanya akan menjadi baik kembali. "Saya sudah berkeliling dengan Pak Presiden ke berbagai daerah. Dan suasana yang terjadi saat ini Insyaallah segera menjadi baik kembali, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan, pasti semua pihak akan mengendalikan diri dan kembali dalam suasana yang damai dan penuh toleransi," ungkas Khofifah. (Rof Maulana/Zunus)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Kajian Islam, Nusantara KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu

Semarang, KOKAM Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mengingatkan kepada semua cabang yang masa kepengurusannya sudah habis untuk menggelar konferensi dan pemilihan ketua baru. Imbauan ini disampaikan demi menegakkan peraturan dan keberlangsungan organisasi.

Hal itu dikatakan oleh Ketua PW GP Ansor Jateng H Ichwanuddin melalui asisten bidang informasi dan komunikasi, Muchtar Mamun di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/12). Menurutnya, seruan ini juga sesuai dengan intruksi Pimpinan Pusat GP Ansor.

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu

Muchtar menyebut tiga cabang di Jawa Tengah yang mesti segera menggelar konferensi cabang (konfercab). Ketiga cabang tersebut adalah PC GP Ansor Kabupaten Rembang, PC GP Ansor Kabupaten Pati, dan PC GP Ansor Kabupaten Magelang.

KOKAM Tegal

Meski demikian, Muchtar mengatakan peringatan ini berlaku untuk semua cabang ketika masa khidmah telah usai. Ia berharap konferensi dan reorganisasi berjalan tepat waktu. (Ahmad Asmui/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Islam KOKAM Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan

Probolingo, KOKAM Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo periode 2014-2015 secara resmi dilantik, Kemarin (18/03), di Gedung Serba Guna Joyo Lelono, Kota Probolinggo. Mereka diingatkan untuk setia menjadi organisasi pergerakan.

Abidurrahman, perwakilan Pengurus Besar PMII yang hadir pada kesempatan tersebut berpesan, dalam menjalankan roda keorganisasiannya PMII tidak boleh keluar dari dua identitas, yakni identitas sebagai organisasi kader dan identitas sebagai organisasi gerakan.

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan

Menurutnya, tantangan PMII dan bangsa Indonesia ke depan adalah imperialisasi ekonomi dan liberalisasi ekonomi. “PMII tidak boleh diam. Kita harus bergerak menjaga NKRI,” jelas Abidurrahman.

KOKAM Tegal

Hadir dalam acara pengukuhan ini Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Abdul Azis, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur Abdullah Junaedi, Katib Suriah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif, serta sejumlah tamu dari Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nu (IPPNU), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Probolinggo.

KOKAM Tegal

Dalam pelantikan yang diikuti sekitar 130 kader dari rayon dan komisariat PMII se-Probolinggo ini, KH Syafruddin mengingatkan agar PMII tetap di jalur yang benar. . “PMII harus on the track lagi. Jauhi buku Das Kapital. Kaji kembali kitab Ihya’ Ulumuddin. Pergerakan itu harus bertujuan mencari rida Allah,” terangnya.

Dewasa ini, kata KH Syafruddin,  kemerdekaan Indonesia hanya tinggal nama. Indonesia negeri kaya tapi rakyatnya masih banyak yang miskin. “Kekayaan alam Indonesia habis dikuras  asing dan investor,” katanya.

Syubbanul yaum rijalul ghad, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan,” imbuhnya. Di akhir tausiyah, KH Syafruddin berharap kader PMII memaksimalkan potensi dirinya untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil mengatakan, dibutuhkan kebersamaan yang solid untuk mewujudkan cita-cita bersama. Cita-cita PMII juga cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. “Saya harap semua elemen bisa bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita bersama ini,” tuturnya. (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Nahdlatul, Kajian Islam KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat

Brebes, KOKAM Tegal - Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang Rembang, KH Abdul Ghofur Maimun Zubair menegaskan, pesantren yang sarat dengan pendidikan karakter mencetak santri berkarakter. Tetapi, banyak yang luntur ketika masuk ke dunia politik maupun birokrat. Kelunturan itu menunjukan kalau santri tersebut belum matang, alias tidak menyerap karakteristik pesantren atau berkarakter jelek.

“Santri yang baik, ketika jadi politisi maupun birokrasi memegang teguh karakter santri,” ujar Gus Ghofur saat memaparkan makalahnya pada halaqah alim ulama Jateng di Pesantren Al-Ishlah Assalafiyah 2 Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jumat (13/10) sore.

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat

Karakter yang baik juga ditunjukan dengan kedisiplinan yang tinggi, yang dibedakan antara disiplin internal dan disiplin eksternal.

KOKAM Tegal

Disiplin internal, terdorong dari dalam diri manusia itu sendiri karena hasil pendidikan yang penuh kasih sayang dan itu diterapkan di berbagai pondok pesantren salaf. Tetapi disiplin eksternal tercipta karena ancaman dan hukuman.

Ancaman dan hukuman cepat merubah seseorang menjadi disiplin tapi semu, karena dalam waktu yang singkat akan luntur bahkan hilang kedisiplinan tersebut. Tetapi kalau disiplin internal terbangun cukup lama, berbulan bulan bahkan bertahun-tahun tetapi akan bertahan lama dan membekas sehingga benar-benar terpatri ke dalam dada.

KOKAM Tegal

Menjadi bupati yang berkarakter akan berlanjut hingga periode berikutnya bahkan bisa meningkat menjadi gubernur bahkan meningkat menjadi presiden. “Jatuhnya peradaban, karena jatuhnya karakter dan karakter berada pada titik-titik pemegang kekuasaan maupun rakyatnya,” ujarnya.

Isilah dunia politik dan birokrasi dengan orang-orang baik ke dalam struktur dan itu dimiliki para santri. “Karakter santri tidak hanya untuk santri itu sendiri, tetapi juga untuk bangsa dan Negara. Jadi sah-sah saja, ketika santri berada di panggung politik maupun birokrasi,” tandasnya.

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang juga mengisi halaqah menyatakan kekagumannya dengan pesantren termasuk pengelolanya. Sudirman melihat ada kekuatan berkhidmat dalam mengelola pesantren yang pantang menyerah. Dia kagum dengan beraneka ragam pesantren di Indonesia yang hanya memiliki puluhan santri hingga ribuan santri tetapi tetap berjalan. Bahkan ada juga yang hanya memiliki beberapa meter petak sawah dan bilik juga berjalan.

Namun dari balik kesederhanaan para santri, ketika berada di panggung sangat piawai dalam menjalankan roda politik maupun birokrasi. “Santri memang berkarakter,” tandasnya.

Ketua Panitia Halaqah Ulama Jateng KH Maufur Idrus menjelaskan, halaqah digelar dalam rangkaian hari santri nasional. Diikuti perwakilan ulama dari 35 Kabupaten dan Kota Se Jateng. Halaqoh mengusung tema Peran Pesantren dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Kajian Islam KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Pembual Garis Keras

Oleh Ahmad Ishomuddin

Carut marut kehidupan umat manusia beragama saat ini banyak disumbang oleh para penceramah yang pengetahuan agamanya dangkal,? karena diperoleh secara instan dan tanpa sanad keilmuan (transmisi periwayatan)? yang jelas.

Pembual Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembual Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembual Garis Keras

Para alumni "pesantren kilat" tersebut punya hobi menyampaikan ceramah agama bernada kekerasan,? hantam sana hantam sini,? kritik sana kritik sini, sambil meneriakkan pentingnya memusuhi siapa saja yang tidak satu alur fikrah (pemikiran,? ide) atau memusuhi benda-benda apa saja dari produk orang-orang? kafir. Tujuan pokok dari "bualan"-nya itu tiada lain kecuali mencari pengaruh,? memperbanyak pengikut,? dan memperkaya diri.

Dalam berpenampilan sehari-hari mereka menonjolkan keakuan,? bukan kekitaan,? menonjolkan ciri-ciri klaim kebenaran apa saja? yang bisa membedakan kelompoknya dari komunitas lainnya. Warna kopiah hitam pun yang sudah mentradisi tidak selamat dari gunjingan mereka karena juga dipakai "orang kafir" sehingga wajib diganti dengan kopiah haji berwarna putih karena hanya itulah yang islami.

KOKAM Tegal

Cara berpakaiannya pun harus seperti orang Arab asli karena berpakaian sesuai kebiasaan umumnya orang Indonesia itu tidaklah berpakaian syari. Mungkin mereka menyangka bahwa untuk menjadi Muslim dalam segala hal wajib sama dengan orang-orang Arab.

KOKAM Tegal

Padahal kini banyak masyarakat Arab yang agamanya juga beragam itu berwatak pasir seperti alamnya yang gersang tandus berpadang pasir, yakni sulit untuk dipersatukan satu sama lain karena tidak memiliki "semen pemersatu" Bhinneka Tunggal Ika seperti di Indonesia.

Kegemaran pembual garis keras adalah dengan mudah? mengkafirkan sesama kaum Muslim hanya karena beda penafsiran. Selain itu,? mereka juga bertindak sebagai hakim pemberi vonis apabila suatu amalan tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan pasti dibidahkan,? bahkan hingga persoalan fiqh yang dipenuhi khilafiyah (perbedaan pendapat ulama mujtahid)? pun terburu-buru disesatkan.

Mungkin mereka menyangka bahwa untuk menjadi Muslim sejati harus punya ciri-ciri keislaman yang seragam seperti dalam tampilan fisik wajib berjidat hitam sebagai atsarussujud (tanda bekas sujud) dan wajib tampil dengan ciri pembeda dari Muslim lain yang bukan kelompoknya.

Untuk menyampaikan dakwah Islam mereka lebih nyaman menempuh jalan kekerasan karena lebih berdaya paksa dan lebih menunjukkan superioritas atas Muslim lain,? lebih-lebih terhadap non Muslim yang dianggapnya "musuh abadi", bukan saudara sesama manusia sebangsa yang wajib dihormati dan juga harus dijamin keamanannya.

Dalam mengkritik kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa pun para pembual garis keras itu sering mengabaikan sopan santun,? melecehkan, dan tanpa memahami duduk perkara yang sesungguhnya. Mereka menempatkan penguasa sebagai "thaghut" syetan-iblis yang terkutuk,? seperti sedang menghadapi Firaun yang dengan angkuhnya mengaku sebagai tuhan yang maha tinggi, sedangkan seolah-olah para juru dakwah "pembual" garis keras itu merasa lebih hebat dari Nabi Musa dan Nabi Harun alaihimassalam yang telah menyampaikan kebenaran dengan penuh kelemah-lembutan.

Padahal menurut al-Imam Abu al-Laits al-Tsamarqandi (wafat: 393 H.) dalam Bustan al-Arifin halaman 103, seorang pemberi nasehat haruslah bersikap rendah hati,? lemah lembut,? tidak sombong,? keras atau kasar,? karena rendah hati dan lemah lembut adalah akhlak Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama.

Sedangkan al-Imam al-Ghazali (lahir: 450 H.,? wafat: 505 H.) dalam al-Adab fi al-Din halaman 92-93, mengimbau agar setiap juru dakwah meninggalkan sikap sombong dan senantiasa menjaga rasa malu kepada-Nya. Selalu menampakkan rasa membutuhkan kepada Sang Pencipta.? Senantiasa terdorong untuk memberikan manfaat kepada para pendengar,? instropeksi diri untuk mengetahui kekurangan.?

Memandang para pendengar dengan pandangan bersahabat,? berprasangka baik terhadap mereka,? membimbing mereka agar mau menjaga diri,? lemah lembut dalam mendidik,? bersikap halus terhadap para pemula,? dan nasihat yang disampaikan harus benar-benar meyakinkan agar manusia bisa mengambil manfaat dari apa yang disampaikan.

Semoga kita tidak menjadi pembual dalam urusan agama,? lebih-lebih pembual garis keras,? untuk tujuan memperoleh keuntungan duniawi.



Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Internasional, Kajian Islam KOKAM Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

Jombang, KOKAM Tegal. Sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah diniyyah ijtima’iyah) yang memiliki anggota cukup banyak, sudah seharusnya NU memiliki data keanggotaan yang valid. Hal itu penting agar keberadaan jumlah anggota tidak hanya klaim, namun riil sebagai anggota resmi.

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

"Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah menjadikan keanggotaan NU dalam satu kartu identitas resmi melalui putusan Muktamar," kata Sekretaris PCNU Jombang, H Muslimin Abdilla kepada KOKAM Tegal, Senin (6/4).?

Dia menandaskan, sudah saatnya semua lembaga, badan otonom maupun lajnah di NU tidak memiliki kartu identitas keanggotaan sendiri, melainkan menjadi satu identitas lewat Kartu Tanda Anggota NU atau Kartanu.

KOKAM Tegal

"Di Kartanu kan sudah ada kualifikasi apakah yang bersangkutan adalah anggota NU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan sebagainya," kata Cak Muslimin, sapaan akrabnya. Justru dari pemilahan keangotaan tersebut, lanjutnya, maka setiap banom atau lembaga dapat dengan mudah melihat secara pasti berapa anggota yang telah terdaftar.

Cak Muslimin sangat menyayangkan kalau selama ini terkesan ada ‘persaingan’ antara data pengurus dan anggota NU dengan banom serta lembaga yang ada. "Muslimat memiliki Kartu Tanda Anggota Muslimat atau Kartamus, demikian juga kepengurusan di GP Ansor maupun Fatayat serta yang lain mengeluarkan kartu keanggotaan sendiri,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Padahal menurutnya, andai data yang telah dikumpulkan lewat Kartanu dioptimalkan, maka perihal keanggotaan NU, baik di banom maupun lembaga serta lajnah dapat dengan mudah terpantau.

Oleh sebab itu, tambahnya, pada Muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di Jombang awal Agustus mendatang hendaknya hal ini menjadi pembicaraan serius. Muktamar nanti idealnya ada pembicaraan soal terintegrasinya keanggotaan NU melalui Kartanu ini.?

“Hal ini sebagai jawaban atas klaim besarnya jumlah jamaah NU serta tentunya data yang ada bisa dioptimalkan untuk memperjelas ? segmentasi keanggotaan yang ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Kajian Islam, Kajian KOKAM Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Cilongok, KOKAM Tegal. MWC Ma’arif NU Kecamatan Cilongok Banyumas menggelar refleksi tahun baru Islam dengan Pertabah (Perkemahan Tahun Baru Hijriah) 1438 H di Sokawera 30 September – 2 Oktober 2016. Kegiatan ini mengambil tema Galang ? Satu Hati, Satu Janji, Berprestasi untuk Satu Bumi Pertiwi.

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Cilongok yang berjumlah 15 Pangkalan, 30 regu dan masing-masing regu 10 siswa putra/putri.

Pembukaan Pertabah juga dihadiri Muspinkec (musyawarh pimpinan kecamatan), MWCNU Cilongok, MWC Ma’arif NU Cilongok, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan Banser Satkoryon Cilongok.

Ketua panitia Pertabah, Ahmad Thobroni mengemukakan kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum beberapa tahun. Ia juga menegaskan akan melaksanakan kegiatan Pertabah ini secara rutin setiap tahun baru Hijriyah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MWC NU, MWC Ma’arif, Panitia dan para donator serta sponsor yang telah mendukung acara ini. Tentunya tanpa dukungan moril dan materil kegiatan ini tidak akan sukses seperti ini.

KOKAM Tegal

“Materi dan lomba kegiatan Pertabah meliputi bidang ketangkasan, mental spiritual, keterampilan, pengetahuan, seni budaya, lingkungan hidup dan bakti sosial, administrasi dan olahraga serta kesehatan. Selain itu panitia juga menyelenggarakan refleksi ke-Ma’arif-an pada malam menjelang penutupan. Isu yang diangkat pada refleksi berkaitan dengan pentingnya manajemen kepemimpinan dalam sekolah/madrasah Ma’arif NU. Pengurus dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif se-Kecamatan Cilongok hadir dalam acara ini.

Sementara itu, Ketua MWC Ma’arif NU Cilongok H Jawahirul Bukhori mengatakan Pertabah adalah kegiatan kompetisi dan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang.?

“Perkemahan ini merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan social baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para pemenang lomba, ”Semoga dapat menjadi motivasi untuk para penggalang yang ada di Madrasah di bawah naungan Ma’arif NU,” katanya. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Berita, Kajian Islam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock