Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara

Jombang, KOKAM Tegal

Dalam rangka memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Islam Nusantara kepada khalayak, PC ISNU Jombang gelar seminar nasional bertajuk "Kontribusi Ulama dan Santri Nusantara dalam Perjuangan Bangsa" dan bedah buku Masterpiece Islam Nusantara, Rabu (4/5) kemarin.

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara

Acara yang berlangsung di Auditorium STKIP PGRI Jombang tersebut tampak semarak dengan dihadiri ratusan peserta dan tamu undangan. Mereka di antaranya Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Muslimat, Fatayat, PMII, IPNU-IPPNU dan perwakilan mahasiswa dari kampus se-Jombang. Hadir juga Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang Ahmad Athoillah menegaskan, Islam Nusantara memiliki misi membumikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini relevan diterapkan di Indonesia bahkan dunia, agar persatuan dan kesatuan antar sesama Islam terjaga dengan kuat.

KOKAM Tegal

"Islam Indonesia dikenal dengan Islam yang ramah, santun dan toleran, jauh berbeda dengan wajah Islam yang berada di Timur tengah," katanya saat memberikan sambutannya di depan para peserta dan tamu undangan.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Munjidah Wahab menyatakan penyebaran ajaran Islam belakangan ini sudah jauh berbeda dengan pola yang diajarkan Nabi pada zamannya. Berbagai cara kekerasan saat ini dilakukan untuk memaksakan kehendaknya dalam penyebaran ajaran Islam.

"Islam Nusantara adalah Islam yang santun, saling menghargai perbedaan dan tidak melakukan dakwah dengan cara kekerasan," ujarnya.

Di samping itu, ia mengimbau agar peran ISNU harus benar-benar memberikan pencerahan kepada warga NU tentang istilah Islam Nusantara, sebab tidak semua masyarakat bisa memahami layaknya para akademisi.

Penulis buku "Masterpiece Islam Nusantara" Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa bentuk dari Islam sebagai agama rahmatan lil alamin ialah NKRI itu sendiri, yakni kemerdekaan Indonesia.

"Di pembukaan teks kemerdekaan RI, di sana tertera bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah SWT," tuturnya.

Namun demikian ia mengakui, bahwa tak sedikit kelompok yang tidak sepaham dengan Islam Nusantara.

"Memang tidak sedikit juga yang kontra dengan Islam Nusantara, yang dilansir diberbagai media online pada saat ini, sebut saja Hizbut Tahrir Indonesia, NU Garis Lurus, dan sejumlah alamat website lainnya yang melakukan propaganda bahwa Islam Nusantara hanyalah untuk mengotak-ngotakkan Islam" terangnya.

Di awal kegiatan, panitia membagikan 30 buah buku "Masterpiece Islam Nusantara" secara gratis kepada peserta dan tamu undangan yang beruntung.(Rifatuz Zuhro/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, Pendidikan, Warta KOKAM Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Kudus, KOKAM Tegal. Dalam menjalankan roda organisasi, pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus bersandar pada Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT). Dengan demikian, organisasi ke depan akan berlangsung tertib dan teratur.

Demikian disampaikan mantan ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kudus Siti Nafisatun pada acara orientasi pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus di Pesantren Raudhotut Thalibin Bendan Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/7).

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Nafisatun menyatakan PD/PRT IPNU-IPPNU merupakan landasan dasar sebelum menentukan arah dan langkah-langkah perjuangan ke depan. Tanpa berpijak hal itu, perjalanan IPNU-IPPNU akan amburadul.

KOKAM Tegal

“Ibaratnya, PD/PRT adalah ‘kitab suci’nya IPNU-IPPNU yang harus dijadikan pegangan setiap kader maupun pengurus,” katanya di hadapan pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus lengkap.

KOKAM Tegal

Ia mengharapkan semua anggota  maupun pengurus wajib memiliki PD/PRT. “Jangan sampai tidak memiliki. apalagi tidak pernah membaca PD/PRT,” tandas Nafisatun yang juga guru MANU Banat Kudus.

Sementara Ketua PC IPNU Kudus Joni Prabowo mengatakan, kegiatan orientasi ini merupakan program awal pasca konferensi cabang IPNU-IPPNU (19/6). Tujuannnya, untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen semangat kebersamaan pengurus harian yang baru terbentuk.

“Kita berkomitmen bersama-sama memajukan IPNU-IPPNU serta menjaga kekompakan sehingga tercipta soliditas yang kuat baik antar pengurus maupun dengan pimpinan anak cabang dan pimpinan ranting,”ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks

Jakarta, KOKAM Tegal. Kanker serviks adalah pembunuh pertama wanita di Indonesia. Setiap 2 menit ada 1 perempuan meninggal karena kanker serviks. Kanker serviks seperti musuh dalam selimut, karena virus menyerang tanpa tanda-tanda seperti flu atau demam.

Demikian disampaikan dr H Imam Rasjidi dalam Seminar Awam bertema “Mengenali Kanker Serviks dan Kanker Ovarium” di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa ? (20/12).

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)
Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua LKNU itu menambahkan mayoritas penderita kanker serviks baru mengetahui mengidap kanker serviks ketika sudah berada pada stadium lanjut. Oleh karena itu, sejumlah hal perlu dilakukan.

“Jangan takut untuk melakukan deteksi dini melalui tes IVA atau pap smear,” kata Imam,?

KOKAM Tegal

Ia pun menganjurkan agar para perepuan menerapkan pola hidup sehat, setia pada pasangan, menghindari pernikahan dini dan menjaga kebersihan organ intim.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU, Anggia Ermarini mengungkapkan banyaknya kasus kanker serviks harus membuat masyarakat sadar akan pentingnya pola hidup sehat.?

“Fatayat akan terus mengkampanyekan anti kanker serviks di daerah-daerah melalui peran tokoh agama perempuan. Fatayat juga akan menggandeng mitra strategis untuk dapat memberikan layanan tes IVA gratis bagi anggota Fatayat dan masyarakat ? umum," jelas Anggia.

Seminar Awam “Mengenali Kanker Serviks dan Kanker Ovarium” terselenggara atas kerja sama PP Fatayat NU dan Roche. Seminar diikuti PP Fatayat NU, Pengurus Wilayah NU se-Indonesia, badan-badan otonom NU, Aisyiyah, dan masyarakat umum. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Anti Hoax, Warta, Sunnah KOKAM Tegal

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Jember, KOKAM Tegal

Untuk menyambut hari lahir sebuah organisasi, biasanya digelar acara formal-ceremonial. Tapi kali ini beda. Sejumlah pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Jember, sejak hari Ahad sampai Selasa (27-30/1) menggelar aksi sosial di alun-alun kota Jember. 

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Sebanyak duapuluhan orang pengurus IPNU-IPPNU yang masing-masing membawa kresek plastik, sejak pagi mereka memungut sampah yang berserakan di alun-alun. Aksi sosial tersebut akan dilakukan setiap hari Minggu hingga mencapai puncak Harlah IPNU-IPPNU tanggal 16-17 Maret mendatang. 

“Sekarang pesertanya hanya 20-an orang karena kebetulan ada acara lain yang waktunya bersamaan, tapi hari Minggu depan, bisa bertambah yang bersih-bersih sampah,” tukas Ketua IPNU Cabang Jember, Andre Irawan kepada KOKAM Tegal.

KOKAM Tegal

Menurut Andre, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan. Apalagi musim penghujan saat ini kerap menyebabkan banjir di mana-mana. Selain rentan menimbulkan genangan air, sampah juga tidak elok dipandang mata. 

KOKAM Tegal

“Makanya kami sepakat untuk kerja bakti tiap hari Minggu, membersihkan sampah  sampah buatan manusia seperti plastik, daun-daun, bungkus dan sebagainya,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPPNU Cabang Jember, Hanifatul Maghfirah. Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dikatakannya, sejauh ini tingkat kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan masih rendah, sehingga membuang sampah seenaknya. 

“Sebenarnya konsepnya sudah jelas, kebersihan adalah sebagian dari iman, tapi pelaksanaannya sulit,” ucapnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Aryudi A. Razaq 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Warta, Hadits KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

Jombang, KOKAM Tegal. Film “Sang Kiai” dipandang sebagai tontonan yang memiliki banyak pesan moral kepada semua kalangan. Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan film ini adalah tentang kemandirian pesantren. 

Demikian disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) kepada KOKAM Tegal di kediamannya, dalem kasepuhan Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (13/6).

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

“Kita sepakat bahwa jangan sampai pesantren di tanah air membebani biaya terlalu tinggi kepada para santri,” terang Gus Solah.

Namun demikian untuk jaman seperti ini, beban biaya yang harus ditanggung orang tua atau wali santri sangatlah relatif. “Bisa saja ada yang menganggap biaya pondok terlalu tinggi, atau dapat juga jumlah tersebut diangap sebagai sebuah hal yang wajar,” tandasnya. 

KOKAM Tegal

Karena dalam kesehariannya, para santri harus makan dengan menu yang memenuhi standar kesehatan. Demikian juga mereka harus dibimbing masalah agama oleh pengurus asrama, keperluan listrik, air, kebersihan lingkungan, keperluan kesehatan dan sejenisnya.

KOKAM Tegal

“Pesantren mampu menyediakan kebutuhan dasar para santri dengan biaya yang relatif terjangkau,” ungkap ayah tiga anak ini.

Pesan yang juga sangat penting dari film ini adalah soal jihad. “Bahwa jihad tidaklah sedangkal yang dipersepsikan sebagian kalangan dengan melakukan pengerusakan dan penghilangan nyawa,” terangnya.

Bagi alumnus ITB ini, jihad dapat dilakukan dengan diplomasi. “Bagaimana menghadapi penjajah Jepang dengan tanpa menanggalkan aqidah seperti pada film, sungguh sangat elegan,” ungkapnya. Karena itu, Gus Solah sangat sepakat dengan Presiden SBY usai menonton film ini yang menyatakan bahwa Mbah Hasyim adalah sosok yang kaya strategi. 

Karena demikian dalam pesan dari film ini, maka Gus Solah mengajak untuk berbondong-bondong menonoton. Karena bila biaya pembuatan film “Sang Kiai” bisa balik modal, maka sudah akan dibuatkan episode yang lebih panjang dan mendalam. 

“Sang sutradara sudah mempersiapkan bagaimana kisah awal pendirian Nahdlatul Ulama,“ katanya. Demikian juga Gus Solah sudah mendengarkan rencana pembuatan film kiprah para pendiri bangsa ini saat awal kemerdekaan.

“Ini film penting untuk mendekatkan generasi muda dengan para pahlawan besar di jamannya,” katanya. Karena itu, hal mendesak yang harus dilakukan adalah menonton film ini secara berjamaah sehingga akan muncul film selanjutnya dengan tema yang lebih fokus dan mendalam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Jakarta, KOKAM Tegal

Kelompok Kerja Guru MI Ma’arif NU Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kembali mengadakan lomba karya Ilmiah untuk siswa madrasah. Lomba yang dilaksaanakan di aula kantor Kementerian Agama ini mempertemukan 14 finalis dari berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang.

Lomba yang diselenggarakan untuk pelajar tingkat madrasah ibtidaiyah tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah oleh siswa dan guru pembimbing, untuk selanjutnya diajukan ke bimbingan yang dilakukan oleh pendamping dari Balai Diklat Keagamaan Sermarang, dan tahap akhirnya adalah grandfinal yang diadakan Rabu, 3 Februari 2016.

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Dalam rilis yang diterima KOKAM Tegal, Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk memupuk sifat dan sikap rasa ingnin tahu peserta didik madrasah sehingga dapat mengembangkan budaya penelitian secara rasional atau ilmiah.

KOKAM Tegal

Kepala Kantor Kementerian Agama Semarang memberikan apresiasi yang positif terhadap perlombaan ini dan berharap dapat memberikan dampak yang baik bagi perkembangan madrasah di Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh ketua Pengurus? Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah.? LP Ma’arif NU Jateng berharap semangat berma’arif di Kabupaten Semarang senantiasa terjaga dan dapat dikembangkan di daerah lainnya. Lomba diharapkan dapat melahirkan peneliti andal dari madrasah.

KOKAM Tegal

Lomba Kisma (karya ilmiah siswa madrasah) yang kedua ini menghadirkan dewan juri yang terdiri dari Agus Mujiono M.Ed dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, Moh Yasir Alimi dari Unes Semarang, Kusno dari Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dan Kusmanto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.

Pemenang pertama lomba Kisma adalah MI Miftahul Huda Sumberejo, Pabelan dengan judul penelitian “Pemanfaatan Limbah Posfat sebagai Media Tanam”. Pemenang kedua adalah MI Ma’arif Keji Ungaran Barat dengan judul penelitian “Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Sabun Mandi”; pemenang ketiga adalah MI Ar Rosyad Bergas dengan judul “Pemanfaatan Daun Suji sebagai Pewarna Alami dalam Pembuatan Makanan Ringan Stik”. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Lomba, Warta KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

Surabaya, KOKAM Tegal. Wacana akan digunakannya model Ahlul Halli wal Aqdi atau pemilihan oleh dewan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur Mei mendatang ternyata bukan isapan jempol. PWNU Jawa Timur telah mempersiapkan konsep dan implementasinya pada untuk memilih rais syuriyah dan ketua tanfidziyah.

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

"Prinsipnya, formula Ahlul Halli wal Aqdi adalah sebagai refleksi keprihatinan NU terhadap kian maraknya praktik riswah atau suap saat terjadi konferensi NU di berbagai tingkatan," kata H Abdul Wahid Asa kepada KOKAM Tegal di Surabaya, Selasa (5/2).

Efek dari pemujaan terhadap mekanisme demokrasi di tanah air yang mengharuskan dilakukan pemilihan secara umum kepada calon pemimpin ternyata tidak semua berakibat baik. "Untuk demokrasinya kita sepakat," Wahid Asa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

KOKAM Tegal

Namun praktik yang terjadi, banyak sekali pesta demokrasi yang mengharuskan calon pemimpin untuk terlebih dahulu memberikan sejumlah uang agar bisa terpilih. "Ini yang kita prihatinkan," katanya.

Celakanya, praktik ini ternyata juga menggejala saat suksesi di NU. Dalam ajang konferensi, tidak sedikit yang harus mengeluarkan uang agar dapat dipilih oleh peserta. "Dilihat dari sudut pandang apapun, praktik ini kan dilarang?" sergahnya.

KOKAM Tegal

Sebagai organisasi sosial keagamaan, maka NU terpanggil untuk melakukan bersih-bersih kepada dirinya sendiri. "Kita tidak bisa melakukan amar makruf nahi mungkar kalau ternyata diri kita kotor," lanjutnya.

Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi dapat dijadikan metode untuk bisa meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali praktik riswah saat pemilihan di ajang konferensi NU. 

Apakah cara ini tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku di NU? Buru-buru Wahid mengingatkan bahwa dalam ART NU Bab XIV pasal 42 telah disebutkan (ayat b): Ketua dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam konferensi dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya dan mendapat persetujuan Rais Terpilih. 

"Ada dua mekanisme yang diizinkan yakni melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara," lanjutnya. Selama ini yang banyak dilakukan saat konferensi atau muktamar adalah pemungutan suara. "Padahal mekanisme musyawarah mufakat juga dibenarkan dalam aturan NU. Dengan demikian mekanisme Ahli Halli wal Aqdi tidak melanggar aturan," katanya meyakinkan. 

PWNU Jawa Timur telah mempersiapan aturan main untuk ide ini. "Semoga ini akan berjalan lancar dan nantinya akan menjadi pilihan alternatif bagi perbaikan NU di masa depan," harapnya.

Konferwil NU Jawa Timur sendiri akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo pada 24-26 Mei 2013 mendatang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, Olahraga, Kyai KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock