Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim

Bondowoso, KOKAM Tegal

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, setiap tanggal 10 Muharram menggelar acara santunan anak yatim piatu. Kegiatan sosial ini digelar sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

Pada Muharram 1438 H ini, puluhan anak yatim piatu menerima satunan dari MWCNU Kecamatan Jambesari Darus Sholah dalam acara yang diselenggarakan di halaman Masjid Nurul Jalil Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darus Sholah.

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim

Ketua MWCNU setempat, Ustadz Abdul Mufid mengatakan, acara yang dirangkai dengan pengajian umum ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir, dan rencananya akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

KOKAM Tegal

“Sebelum kegiatan ini tadi sesudah badah mahgrib ada pawai lampion di mana pesertanya dari lembaga atau mushalat-mushala atau TPQ se-Kecamatan Jambesari,” katanya.

KOKAM Tegal

Kegiatan pengajian umum tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintah desa setempat. Kegiatan pengajian diisi oleh grub hadrah dari PMII At-Taqwa Bondowoso dan mubaligh KH Wahid Imam.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan beberapa program MWCNU Jambesari Darus Sholah yang bisa diikuti masyarakat, khususnya seputar pendidikan fiqih dasar, seperti praktik thaharah (bersuci), pengertian haid, praktik shalat, dan lain-lain. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara KOKAM Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Surabaya, KOKAM Tegal. Di tengah kegiatan yang sangat padat, Menteri Sosial RI Khofifah Indarparawansa menyempatkan diri hadir dalam Haul Agung Sunan Ampel yang berlangsung di Kompleks makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (12/5). Khofifah tiba sekitar pukul 19.00 Wib dan langsung menuju area makam yang sudah penuh sesak dengan para peziarah.

Mengenakan pakaian serba putih Mensos didampingi para pengurus Muslimat Surabaya bersimpuh di depan Makam Sunan Ampel yang berhiaskan rangkaian bunga melati.

Tepekur dan khusyuk sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dilakukan para peziarah. Demikian juga dengan Mensos Khofifah yang dengan khusyuk menjalankan ritual doa selama hampir satu jam. Seperti biasa, usai menjalankan ziarah dan doa Khofifah pun menghampiri para peziarah yang telah menantinya sejak sore tadi. Mereka pun berebut untuk bersalaman dengan Mensos.?

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Para peziarah juga berdoa untuk Khofifah agar selalu sehat dalam menjalankan tugas sebagai menteri. ? "Semoga Bu Khofifah sehat selalu dan amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri," ujar Azizah, peziarah yang datang dari Sumenep, Madura.?

Sementara itu Mensos sempat menyampaikan kepada media bahwa ? haul agung tersebut harus dimaknai sebagai upaya untul mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan para wali dan ulama dalam melakukan siar agama Islam yang penuh kedamaian. "Haul agung ini menjadi momemtum akan kebesaran para ulama dan wali dalam siarnya untuk menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Ketua Umum PP Muslimat.?

Menyinggung tentang kondisi bangsa saat ini yang tengah dililit berbagai persoalan sosial termasuk Sara, Mensos menyatakan bahwa semuanya akan menjadi baik kembali. "Saya sudah berkeliling dengan Pak Presiden ke berbagai daerah. Dan suasana yang terjadi saat ini Insyaallah segera menjadi baik kembali, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan, pasti semua pihak akan mengendalikan diri dan kembali dalam suasana yang damai dan penuh toleransi," ungkas Khofifah. (Rof Maulana/Zunus)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Kajian Islam, Nusantara KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Bantul, KOKAM Tegal. Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pagelaran wayang mirip dengan Al-Qur’an. Selama ini bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang adalah bahasa Jawa Kawi, yang meskipun banyak orang dapat menikmati alur ceritanya, tapi tidak semua orang (Jawa) dapat mengerti dan memahami maknanya.

“Ini mirip dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu kan berbahasa Arab, tapi tidak semua orang Arab dapat memahaminya. Tapi meskipun tidak paham, itu dapat menimbulkan sensasi spiritual yang luar biasa ketika merapalkannya,” ujarnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Bantul, Yogyakarta.

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin itu menambahkan, sebenarnya pagelaran wayang bukanlah sekadar tontonan, hiburan, atau rekreasi semata, melainkan juga merupakan ritus keagamaan, selain sebagai media pendidikan. “Sehingga ada suasana yang mirip dengan ketika berdzikir,” tegas Kiai Yahya.

KOKAM Tegal

Ia menduga, pagelaran wayang sudah ada sejak sebelum zaman Wali Songo. Kemudian ketika ada Wali Songo, pagelaran wayang menjadi bagian dari Islam yang dikembangkan dalam peradaban Jawa.

“Ini tidak ada kaitannya dengan otentik atau bid’ah, karena islam hadir untuk seluruh umat manusia, dan Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq),” tandasnya.

KOKAM Tegal

Dalam hal ini, Kiai Yahya menitikberatkan pada kata-kata utammima yang berarti menyempurnakan. Menurutnya, ada alasan di balik penggunaan kata-kata utammima dan bukan ubaddila yang berarti menggantikan. “Rasulullah saat itu diutus hanya untuk menyempurnakan, tidak menggantikan. Secara implisit ini merupakan pengesahan bahwa makarimal akhlaq sebelum Islam itu sudah ada, dan Nabi tidak menggantikannya, tapi menyempurnakannya agar menjadi lebih berkualitas,” jelasnya panjang lebar.

Maka sama halnya dengan pagelaran wayang, yang tidak serta merta langsung diganti begitu saja oleh Wali Songo, melainkan disempurnakan dengan membingkainya sebagai salah satu ritus keagamaan dalam Islam. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Nusantara, Budaya KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat

Surabaya, KOKAM Tegal. KH Agoes Ali Mashuri, Wakil Rais PWNU Jatim mengatakan para ulama dan kiai selalu hadir tatkala melihat kondisi umat sedang carut marut. Persoalan, ancaman dan ketimpangan, para ulama dan kiai berijtihad dan mengajak umat untuk menjawab problem bangsa dengan Istighotsah Kubro.

"Para ulama dan kiai selalu hadir sebagai sosok pengayom, perekat dan penyejuk pada umatnya," kata Gus Ali saat konferensi pers bersama Ketua PWNU Jatim di loby Gedung PWNU Jatim (6/4).

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat

Istighotsah Kubro ini merupakan doa bersama. Kekuatan doa di atas segalanya dan banyak hal yang tidak rasional bisa ditempuh dengan doa.?

"Mari Istighotsah Kubro dilakukan untuk mendinginkan hati dan menjernihkan pikiran, menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik," terang Pengusuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo ini.

KOKAM Tegal

Istighotsah yang akan dilaksanakan di GOR Delta Sidoarjo pada Ahad 9 April 2017 ini, merupakan sebuah edukasi pada umat untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual dan intuisi.

"Gerakan kiai harus tampil beda dengan gerakan politisi dan aktivis jalanan. Demonya kiai bukan turun ke jalan tapi doa bersama. Istighotsah Kubro untuk Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah (Cahaya Allah)," pungkas Gus Ali. (Rof Maulana/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, AlaNu KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib

Probolinggo, KOKAM Tegal. Dalam rangka untuk memantapkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar kajian kitab kuning Fathul Qorib di Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih, Ahad (23/2) malam.

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib

Kajian kitab kuning ini diikuti oleh sedikitnya 250 orang pengurus NU mulai dari majelis wakil cabang hingga ranting baik lembaga, lajnah dan badan otonom. Selain membaca kitab, para pengurus dan warga NU ini juga melakukan pendalaman berikut memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat.

?

“Selain untuk memantapkan akidah Aswaja, kajian kitab kuning ini dimaksudkan untuk memasyarakat kitab kuning di tengah-tengah masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang cukup terhadap isi dan kandungan kitab kuning Fathul Qorib,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syaf’i.

KOKAM Tegal

?

Menurut Imam, kitab Fathul Qorib ini adalah kitab kuning yang banyak membahas masalah persoalan fiqih seperti thoharoh, sholat, puasa, zakat, haji,jinayat, munahakat dan mawaris. “Ini merupakan salah satu upaya untuk terus memperkuat tradisi-tradisi ulama NU,” jelasnya.

?

KOKAM Tegal

Dikatakan Imam, kegiatan ini akan dapat menambah wawasan dan pemahaman pengurus dan warga NU terkait kitab kuning Fathul Qorib sehingga mampu mempererat silaturahim dan mempraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

?

“Melalui kajian kitab kuning ini kami berharap pengurus maupun warga NU mampu mempraktekkan secara langsung apa yang terdapat di dalam kitab tersebut. Sehingga mampu menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (Syamsul AkbarMahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, Humor Islam KOKAM Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sumenep, Nu Online

Sejumlah organisasi kepemudaan memadati lantai dua Aula Utami dalam rangka mengikuti pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonisia (PC PMII) Sumenep masa khidmat 2017-2018.

Tidak semata pelantikan, kegiatan juga diisi seminar terkait pembanguna desa.

Menurut Andrian Firmansyah, forum tersebut sebagai bukti peka dan seriusnya PMII dalam mengawal pembangunan desa. "Saya mengapresiasi respon para aktifis atas isu kekinian, dan semoga senantiasa aktif mengawal ini," kata Ketua PC PMII Sumenep yang baru dilantik tersebut.

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sedangkan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur yang diwakili Imam Bongkar, berharap agar kepengurusan yang baru dilantik benar-benar serius menjalankan amanah organisasi baik dalam hal merawat kader, mengawal kedaulatan rakyat dan kebijakan pemerintah.

Hal yang sama disampaikan mantan ketua PMII Sumenep sebelumnya, Alif Rofiq. “Tolok ukur kawalan PMII terhadap pembangunan desa tidak cukup dengan kegiatan seremonial, melainkan perlu turun langsung di setiap kebijakan kepemerintahan,” katanya.

KOKAM Tegal

Pelantikan dihadiri sejumlah senior dan sejumlah Ketua PC PMII Sumenep dari masa kemasa. Juga terlihat perwakilan dari HMI, IPNU, IMM, IPPNU, GP Ansor, GMNI, sebagian pejabat, serta bupati, A Buya Busyro Karim. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Nusantara, AlaSantri, Nasional KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Magelang, KOKAM Tegal?

Akhir-akhir ini konflik yang dilatarbelakangi sentimen suku, agama, ras dan agama (SARA) semakin meningkat. Perlahan tapi pasti, hawa konflik di Irak, Suriah, dan Myanmar telah turut mereduksi komitmen kebangsaan warga Indonesia.

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II, Senin (18/9), di Lapangan Tembak Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.

“Hal ini ditunjukkan dengan berbagai gerakan intoleran yang terjadi akhir-akhir ini,” tegas Kiai Said.

Sebagai penerus perjuangan ulama, lanjut Kiai Said, sudah sepantasnya nilai-nilai kebangsaan berbasis agama yang dibangun oleh para pendahulu, kita tanamkan kepada segenap generasi muda bangsa Indonesia.?

“Oleh karena itu menurut hemat saya kegiatan ini hadir di saat yang tepat. Saat generasi muda bangsa ini dihadapkan kepada berbagai tantangan toleransi,” tegas Kiai Said.

KOKAM Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said tiada henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan ajaran agama apa pun.

“NU sejak berdiri dan selamanya akan komitmen menjaga kemajemukan Indonesia dengan menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda,” tandasnya.?

Agenda dua tahunan Lembaga Pendidikan Ma’arif itu diikuti 15 ribu peserta mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II. Peserta tersebut terdiri dari enam ribu peserta kemah dan sembilan ribu guru serta peserta didik Maarif NU dari seluruh Indonesia.?

KOKAM Tegal

Hadir dalam upacara pembukaan tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Bupati Magelang Zaenal Arifin beserta wakilnya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Berita, Nusantara KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock