Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

Jakarta, KOKAM Tegal. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) merasa berutang budi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengerahkan segala kekuatan dan pengaruhnya di luar negeri dalam rangka membebaskan 19 warga Korsel yang ditawan oleh kelompok Taliban di Afganistan, 30 Agustus lalu.

Demikian isi surat Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun Jin kepada yang diterima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

KH Hasyim Muzadi mengatakan, surat tersebut merupakan ungkapan terima kasih pemerintah Korsel terhadap NU yang turut berupaya keras dalam pembebasan 19 warganya yang ditawan oleh Taliban.

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

“Saya dapat surat dari Dubes Korsel. Isinya ungkapan terima kasih pemerintah Korsel pada NU terkait bebasnya warga Korsel yang ditawan Taliban,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) itu.

PBNU, katanya, merasa senang atas dibebaskannya 19 warga Korsel yang ditawan Taliban. ”Sebagai pihak yang sejak awal berusaha keras dan menginginkan pembebasan warga Korsel, kami tentu merasa senang dengan telah dibebaskannya warga Korsel,” ungkap Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Dubes Korsel dalam suratnya juga memuji NU sebagai organisasi besar yang punya pengaruh kuat di dalam dan luar negeri. Dikatakan, pengaruh yang besar itu ternyata benar-benar dapat dimanfaatkan dalam proses pembebasan warga Korsel akhir Agustus lalu.

"Teristimewa, saya ingin mengekspresikan apresiasi yang sepenuh hati dan hutang budi saya kepada NU yang berpengaruh pada seluruh dunia atas upaya baik dan kerjasama dalam upaya pembebasan sandera dengan solusi yang damai sejak permulaan peristiwa ini," katanya salam surat tersebut.

KOKAM Tegal

Karena itu, pemerintah Korsel berharap hubungan Negaranya dengan NU akan terus berlanjut di masa mendatang. Diakuinya, peran serta pemerintah Indonesia dan NU dalam pembebasan warga Korsel telah menjadikan hubungan kedua negara semakin baik.

"Sudilah bapak menerima salam hormat saya dan saya sangat berharap ke depan agar kerja sama baik dengan anda dan NU terus berlanjut," katanya dalam surat itu. (duta/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Makam, Khutbah KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Selain penuh dengan keanekaragaman, Indonesia juga dipenuhi dengan konflik-konflik. Di antara sekian banyak konflik tersebut, seringkali dilakukan atas nama agama. Konflik penganut paham Syi’ah dan penganut paham Sunni di kabupaten Sampang misalnya. 

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik

Merespon konflik yang terjadi di salah satu kabupaten di Pulau Madura itu, KH Malik Madani, Katib Aam PBNU pada Rabu (26/6) menyamaikan pentingnya menggunakan budaya Nusantara dalam menyelesaikan konflik-konflik di Nusantara. Akan tetapi menurutnya, sangat disayangkan budaya tersebut kian tergerus.

“Kita memang memiliki budaya yang kita warisi dari nenek moyang kita. Dan budaya ini digerus tidak saja oleh kelompok kecil seperti Syi’ah dan Ahmadiyah,” tuturnya pada acara Pra Munas Ikatan Alumni (IKA) PMII yang bertempat di Gedung Kunthi Wanitatama, Yogyakarta. 

KOKAM Tegal

Pihaknya juga menyampaikan bahwa konflik yang mengatasnamakan agama itu disebabkan oleh pemahaman ulama terhadap pluralisme yang telah terdistorsi.  

“Jangan-jangan memang sudah terjadi erosi, distorsi pemahaman ulama kita di Sampang tentang pluralisme,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Tak hanya itu, pihaknya juga mengajak para hadirin untuk lebih kritis mengkaji sumber-sumber normatif yang ada. “Jangan-jangan hadits yang mengatakan bahwa ummatku akan terpecah ke dalam 73 golongan dan hanya 1 golongan yang masuk surga, itu juga memicu terjadinya konflik ini,” ujarnya. 

Pihaknya menambahkan pula bahwa sebagaimana yang tertera dalam kitab karangan Imam Al-Ghazali, terdapat hadits yang merupakan kebalikan dari hadits tersebut. Dan dia rasa bahwa hadits itu lebih dapat memberi dorongan untuk menerima perbedaan. 

“Yang diperlukan sekarang adalah pencerahan. Bahwa kita harus terbiasa hidup dengan perbedaan. Kesediaan untuk hidup damai dalam perbedaan ini yang perlu disosialisasikan dalam masyarakat,” katanya, sambil menutup paparannya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontriburor: Nur Hasanatul Hafshaniyah 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Fragmen KOKAM Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Bandung, KOKAM Tegal. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan penting dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi poin penting dalam acara orientasi program peningkatan peran serta ormas dalam kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan pesantren dan santri sehat tahun 2012.

Kegiatan diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU) dengan Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di Hotel Bumi Asih Jaya, Jl Soekarno Hatta 452 Bandung ini rencananya akan digelar selama tiga hari ini (6-8 Juli 2012).

Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Ajakan Promosi Kesehatan, menurut Iskandar dari Kasubdit Kemenkes RI, merupkan salah satu wujud dari ajaran Islam amar ma’ruf nahi munkar (QS Al-Baqarah ). Salah satunya adalah Program Promosi Kesehatan dilingkungan Pesantren ini melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ). “Ini merupakan ajaran Islam,” jelas Iskandar

KOKAM Tegal

Lebih jauh kata iskandar 5 Program PHBS ini yaitu cuci tangan dengan memakai air mengalir, personal Hygiene, Kamar Sehat, Air Bersih dan Kawasan Tanpa Rokok merupakan program yang harus segera diadopsi di lingkungan pesantren.

Salah satu peserta dari PCNU Sukabumi, KH.Abdul Ghofar yang juga merupakan Wakil Ketua PCNU Kota Sukabumi mengatakan, di lingkungan pondok pesantren salafiah kesadaran akan program PHBS ini masih sangat minim. “Masih banyak kendala yang ditemukan dilapangan dalam menjalankan program ini,” tegasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu beberapa orang yang mewakili dinas kesehatan dari berbagai kabupaten yaitu Bandung, Bogor, Sukabumi dan Cirebon mengatakan bahwa kementrian kesehatan melalui program  Poskestren telah dilaksanakan di beberapa pondok pesantren di Jawa Barat

Sementara itu saat ditemui KOKAM Tegal, utusan PCNU Kabupaten Bogor, Akhsan Ustadhi mengatakan,  LKNU mempunyai PR untuk melakukan reinterpretasi tentang fiqih dan medis. "Misalnya apakah istilah suci berarti steril, apakah kotor sama dengan najis? Dan masih banyak istilah yang fiqih dan medis yang harus di sinkronkan,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Jakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar tahlil dan membaca surat Yasin selama tujuh hari untuk mendoakan Wakil Ketua Umum (PBNU), H. Slamet Efendi Yusuf, Waketum PBNU yang meninggal dunia di Bandung pada Rabu (2/12) malam, pukul 23.00 WIB.

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Takmir Masjid an-Nahdlah, Tobaq Muria menjelaskan tahlil dan Yasin ini akan dimulai Kamis malam (3/12) seusai shalat Maghrib yang akan diikuti oleh para pengurus, karyawan PBNU, staf kantor, lembaga, badan otonom, dan masyarakat sekitar serta para pedagang di sekitar gedung PBNU.

Lebih lanjut Tobaq mengatakan ia merasa kehilangan atas meninggalnya H. Slamet Effendy Yusuf yang merupakan salah satu kader terbaik NU. Selain konsisten dalam memperjuangkan Islam toleran, ia juga ramah terhadap karyawan serta staf yang ada di lingkungan PBNU.

“Pada hari ketujuh nanti akan ditambahkan dengan khataman Al-Qur’an,” kata Tobaq.

KOKAM Tegal

H. Slamet Effendy Yusuf selain menjabat sebagai Waketum PBNU juga menjabat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat dan Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Dia juga pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor dua periode. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Fragmen, Meme Islam, PonPes KOKAM Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku

Bogor, KOKAM Tegal. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengungkapkan bahwa konflik sektarian di Irak antara kaum Sunni dan Syiah yang terjadi saat ini mirip dengan kasus yang terjadi di Ambon Maluku.

“Asalnya merupakan konflik ekonomi dan kekuasaan, kemudian masing-masing kelompok menggunakan pendekatan keagamaan untuk menarik simpati masyarakat pada kelompoknya. Ketika konflik sudah membesar, seolah-olah ini bersumber dari masalah keagamaan,” tuturnya.

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku

Di Irak sendiri terdapat dendam kekuasaan dan dendam sejarah. Pada masa Saddam Hussein berkuasa, kaum Syiah kurang mendapatkan tempat dalam kekuasaan. Posisi saat ini berbalik dengan berkuasanya golongan Syiah yang mengakibatkan golongan sunni tersingkir.

“Kalau itu disulut, apinya menjadi sangat besar. rakyat sendiri terpecah belah. Apakah sudah bersedia untuk rukun, saya kira pemimpinnya sudah oke, tetapi apakah efektif dilapangan, masih memerlukan perjaungan yang lebih lanjut, karena sekalipun dipicu oleh politik dan hegemoni, tetapi dikalangan arakyat sudah menggelinding seperti peperangan,” imbuhnya.

Untuk menghentikan perang ini, tidak hanya cukup dengan himbauan yang dilakukan oleh para ulama. Kiai Hasyim menyatakan harus ada kekuatan yang mampu mencegah, baru kemudian ada rekonsiliasi mental, moral dan agamis. “Rakyat harus ditunjukkan bahwa anda adalah korban dari berbagai gerakan politik,” paparnya.

Ulama dan pemerintah Indonesia mau terlibat dalam upaya penyelesaian konflik ini karena solidaritas sebagai sesama negara berpenduduk muslim dan amanat konstitusi untuk menciptakan perdamaian dunia. (mkf)

KOKAM Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Anti Hoax KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal

Rembang, KOKAM Tegal - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Kecamatan Kragan mendukung pihak aparat gaubungan untuk menindak keberadaan cafe karaoke ilegal yang beroprasi di Kabupaten Rembang. Banser Kragan mengawal razia keberadaan cafe karaoke yang ada di Kecamatn Kragan, Jumat (9/12) malam.

Salah satu anggota Banser Kragan Mashadi kepada KOKAM Tegal mengatakan, pihaknya siap membantu dan mengawal penindakan cafe karaoke yang beroperasi tanpa mengantongi izin dari pemerintah.

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal

"Jadi begini. Kalau mau usaha, silakan. Kami tidak akan melarang siapapun untuk berusaha. Tetapi, kami minta lakukan usaha yang resmi dan tidak mengganggu ketertiban lingkungan," jelasnya.

KOKAM Tegal

Menurutnya, sejauh ini anggota Banser dan GP Ansor di Kecamatan Kragan tengah gencar memantau sejumlah cafe karaoke yang berkedok rumah makan. Ia menambahkan, empat cafe karaoke yang beroperasi dengan izin warung makan itu sering memicu terjadinya tindak kekerasan dan perkelahian di wilayah tersebut.

KOKAM Tegal

Ada empat cafe karaoke yang berkedok rumah makan dan minuman. Keempatnya berada di DesaTanjungan, Kebloran, Sedang Waru, dan Desa Karang Harjo. Keempat tempat usaha ini sering dikeluhkan oleh warga lantaran menjadi pemicu tindak kejahatan. Selain itu, jam beroperasinya tempat itu dikabarkan tidak mengenal waktu, bahkan terkadang 24 jam nonstop.

"Di sini kami sering menerima keluhan warga, terkait tempat maksiat tersebut. Jam bukanya itu tidak mengenal waktu, terkadang 24 jam tanpa berhenti," terang Mashadi.

Untuk cafe di Desa Kebloran, terlihat petugas mengamankan lima kerat miras yang dijual di tempat tersebut. Selain itu, aparat juga mengamankan tiga orang yang diduga sebagai karyawan yang berasal dari Tegal, Brebes dan Pekalongan.

Mashadi berharap pemerintah lebih proaktif menindak tegas keberadaan cafe karaoke ilegal yang beroperasi. Selain itu, tempat hiburan yang memicu tindak kekerasan harus segera ditutup izin usahanya.

Menurut pantauan KOKAM Tegal, hampir sebagian cafe karaoke di Kabupaten Rembang tidak mengantongi izin usaha sebagaimana mestinya. Terlihat ada sembilan cafe karaoke yang berfasilitas room. Semuanya menggunakan kedok rumah makan. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Masjid Karangmojo Saksi Penyebaran Islam

Karanganyar, KOKAM Tegal. Masjid Jami’ yang bernama Karangmojo menjadi saksi penyebaran Islam di Bumi Intanpari pada masa pemerintahan Mangkunegara III. Hingga kini, tempat peribadatan tersebut masih berdiri kokoh dan ramai dengan aktivitas keagamaan.

Karanganyar yang terkenal dengan Bumi Intanpari dan masih masuk dalam karesidenan Surakarta, Jawa Tengah ternyata memiliki masjid tua dan bersejarah yang dibangun sekitar pada tahun 1865.

Masjid Karangmojo Saksi Penyebaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Karangmojo Saksi Penyebaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Karangmojo Saksi Penyebaran Islam

Sri Sunaryati yang merupakan Istri cucu buyut dari pendiri Masjid Jami’ mengatakan, masjid berikut bedug tua itu hadiah dari Mangkunegara III untuk kakek buyutnya, Kiai Sirojudin.

KOKAM Tegal

Menurutnya, Sirojudin salah seorang ulama terkemuka yang kali pertama membawa ajaran Islam di Karanganyar dan menetap di desa kecil bernama Karangmojo. Dia diminta mengajar ilmu agama dan mengaji oleh Mangkunegara III. Ia pun ditawari hadiah sebagai imbalan.

KOKAM Tegal

“Awalnya ditawari akan diberi tanah perdikan dari Pabrik Gula Tasikmadu sampai Jongkang, tapi kakek saya tidak mau. Beliau memilih dibuatkan masjid di Desa Karangmojo untuk menyebarluaskan ajaran Islam,” kata Sri yang sekarang berusia 68 tahun, Senin (9/09).

Sementara itu, ketua takmir masjid Karangmojo Achmad Busyairi mengatakan, sebelum dibangun oleh Mangkunegara III masjid itu masih berupa sebuah surau kecil di tengah desa. Setelah mendapat bantuan dari Mangkunegara, masjid ini dibangun. Saat itu masjid belum sebesar kini. Atapnya berupa genteng sirap. Dindingnya tembok bata yang tebal. Di tengah-tengah terdapat empat cagak kayu jati.

Masjid tua itu telah beberapa kali direnovasi. Pada 1910, pengurus masjid membangun serambi depan yang biasa digunakan untuk tempat belajar membaca al Quran. Setelah itu, mereka juga menambahkan serambi pada sisi kanan dan kiri Masjid pada 1991.

(Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock