Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat

Purwodadi, KOKAM Tegal. Guna memperkuat struktur organisasi dari pusat hingga daerah, Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Purwodadi, Grobokan, Ahad (13/1).?

Kegiatan Rapimda ini merupakan kelanjutan dari acara yang sama di Kabupaten Rembang yang digelar sehari sebelumnya dan merupakan rangkaian dari kegiatan serupa di Cirebon dan Majalengka beberapa waktu lalu. Namun kali ini, LTMNU menggulirkan program usaha untuk para takmir masjid di daerah-daerah.?

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat

Lembaga NU yang membidangi urusan pengembangan masjid-masjid NU itu mulai menerapkan program pengembangan ekonomi umat melalui masjid. Bagaimana caranya?

KOKAM Tegal

Ketua LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menyatakan tengah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun ‘Rumah Sehat’. Melalui wadah ini, para takmir dan jamaah masjid bisa mengembangkan usaha ekonomi mereka secara profesional. Baik takmir maupun jamaah bisa mendaftarkan diri sebagai agen pemasaran produk minuman kesehatan .?

KOKAM Tegal

“Kita akan memberdayakan umat melalui usaha perdagangan produk minuman yang diberi label ‘Sohat’,” kata Manan usai Rapimda para imam dan takmir masjid Kabupaten Grobokan di Kantor PCNU Grobokan, Purwodadi, Ahad (13/1).

Menurutnya, Minuman Sohat ? akan dipasarkan oleh para jamaah dan para takmir masjid setempat, dan mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari usaha tersebut. Sohat merupakan minuman khusus kesehatan. Kualitas air minuman ini terbukti mampu membantu menghilangkan toksin dalam darah. Kadar Ph yang tinggi menjadi antioksidan terhadap semua unsur kimiawi dan beragam toksin yang merugikan tubuh. Karena fungsinya itulah banyak konsumen yang menggunakannya.?

“Di beberapa tempat, pemasaran memanfaatkan jasa para konsultan PNPM Mandiri Perdesaan,” imbuhnya. ?

Dalam jangka panjang produk ini akan mudah terserap pasar. Umumnya konsumen yang memiliki banyak keluhan kesehatan, akan menggunakan alternatif minuman obat ini sebagai penyembuhnya. Apalagi sistem pemasaran melalui jaringan masjid yang ada di bawah koordinasi LTMNU, tentu akan lebih efektif. Selain berguna bagi para takmir dan jamaah masjid setempat, program pemberdayaan ekonomi masjid-masjid tersebut bisa dilakukan dengan adanya produk minuman ini.?

Para konsumen yang menjadi langganan produk minuman ini akan memperoleh fasilitas kesehatan dari Rumah Sehat yang dibentuk PC LTMNU secara gratis. Tenaga medis mulai dokter dan perawat yang digaji oleh pengurus takmir masjid, menjalankan tugasnya untuk melayani pelanggan/konsumen minuman sehat ? ‘Sohat’.?

“Dengan demikian, ada hubungan saling menguntungkan antara perusahaan minuman, LTMNU, hingga takmir dan jamaah masjid NU di daerah-daerah,” tandas Manan.?

Saat ini, menurut Wakil Ketua LTMNU KH Mansur Syaeroji, sekaligus motor penggerak bidang usaha Takmir Masjid NU, beragam program ekonomi yang bisa direalisasikan untuk memakmurkan masjid melibatkan dukungan dari perusahaan minuman. Selain Sohat, LTMNU juga telah menggandeng perusahaan minuman kemasan Larutan Penyegar cap”Badak” produksi PT. Sinde Budi Sentosa. LTMNU juga tengah menjajaki kerjasama dengan Kementerian Kehutanan untuk merencanakan program penanaman sejuta pohon di kantong-kantong NU berbasis masjid.?

Program tersebut merupakan bagian dari usaha LTM-PBNU memakmurkan masjid. ? Kemakmuran masjid bisa diraih bila para takmir dan jamaah masjid NU mau dan mampu menciptakan lahan usaha baru dengan dukungan dari para pengurus pusat.?

“Kegiatan Rapimda merupakan sarana penguatan struktur kepengurusan NU mulai dari pusat hingga daerah,” ujarnya.?

Rapimda di Purwodadi dihadiri sedikitnya 16 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan takmir masjid se- kabupaten Grobokan. Masing-masing MWC mengirim perwakilan 3 takmir. Ada sekitar 150 peserta pada acara keempat LTMNU setelah dari Rembang, Cirebon dan Majalengka itu. Setelah Rapimda yang diselenggarakan di kantor PCNU Purwodadi ini, LTMNU akan melanjutkan acara serupa di Sumbawa, NTB, dan Jambi.?

Rapimda ini lanjut Manan, rencananya akan dilaksanakan di 35 titik di Jawa dan Madura dalam tahun 2013. Program memakmurkan masjid menjadi tema utama LTMNU kali ini. Konsolidasi organisasi di tingkat basis merupakan langkah mendesak untuk mengatasi kesenjangan koordinasi antara pengurus di pusat dengan daerah dan bahkan dengan pengurus masjid di kecamatan dan desa-desa. Konsolidasi diperlukan guna menguatkan struktur organisasi secara nyata.?

“Dengan begitu, NU secara organisasi tidak semata ‘besar’ dalam klaim saja, melainkan benar-benar nyata dalam organisasi mulai struktur di Pusat hingga bawah,” ujar Ketua LTMNU KH Manan Abdul Ghani.

Salah satu wujud dari penataan organisasi NU adalah dengan melalui masjid. Para takmir masjid yang terkoordinasi dalam wadah LTMNU merupakan aset organisasi massa Islam terbesar di dunia itu, guna menjalankan program-program sosialnya. Jika struktur organisasi mulai atas sampai tingkat bawah sudah kuat, maka program-program NU bisa dijalankan dengan konkrit.?

LTMNU menurut Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi, amat penting perannya dalam merealisasikan gagasan dan ide besar tentang NU. Melalui Lembaga takmir masjid, eksistensi NU semakin jelas. Ibarat badan, lembaga takmir masjid adalah tangannya yang menjangkau umat di bawah. (LTMNU)?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Nur Cholis

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Nasional KOKAM Tegal

Senin, 26 Februari 2018

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan orang tua menjadi bagian utama dan pertama yang harus memberikan perlindungan kepada anak-anak.

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak

“Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak, jika menemukan anak-anak terlantar maka kewajiban masyarakat Indonesia untuk memberikan perlindungan,” kata Khofifah menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

?

Peringatan HAN tahun ini digelar bersamaan dengan Halal Bihalal PP Muslimat NU. Khofifah mengatakan bagi Muslimat NU peringatan HAN sudah berlangsung bertahun-tahun.

KOKAM Tegal

“Muslimat NU punya 15.600 TPQ. Hari Anak Nasional bagi Muslimat sudah tahunan. Biasanya Muslimat NU ? membuat ? Festival Anak Soleh Nasional, tapi itu agenda 3 tahun sekali. Jadi tahun ini tidak ada,” ujarnya.

Walau digelar bersamaan dengan Halal Bihalal, Khofifah mengatakan nuasansa yang ingin dibangun tetap sama.

“Bahwa kita berharap anak-anak di Indonesia bisa bahagia. Lindungi anak-anak Indonesia. Jangan biarkan anak-anak terekpoitasi dan terlantar,” pesan Khofifah.

KOKAM Tegal

Peringatan HAN dan Halal Bi Halal PP Muslimat NU berlangsung meriah, dihadiri ribuan peserta, utamanya ibu-ibu dan anak-anak. Sejumlah tokoh turut hadir seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua KPAI Asroru Niam Saleh, Kepala BKKBN, dan tokoh pemerhati anak Seto Mulyadi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Syariah, Pesantren KOKAM Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Masjid NU Dihimbau Tak Sediakan Buku Provokatif

Jakarta, KOKAM Tegal. Sebagai sarana ibadah dan dakwah Islam yang strategis, masjid ternyata tak luput dari incaran buku-buku provokatif yang sarat kebencian antarkelompok agama. Guna mencegah suhu permusuhan yang meningkat, Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) menghimbau masjid-masjid berbasis Nahdliyin untuk menghindari buku-buku semacam ini.

“Tentu buku-buku itu meresahkan. Sehingga, masjid-masjid NU harus terhindar dari buku-buku provokatif ini,” pinta Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, Selasa (8/5).

Masjid NU Dihimbau Tak Sediakan Buku Provokatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid NU Dihimbau Tak Sediakan Buku Provokatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid NU Dihimbau Tak Sediakan Buku Provokatif

Manan menyayangkan maraknya sejumlah buku yang isinya mengumbar kesalahan dan kesesatan kelompok tak sepaham. Di akui, jenis buku yang umumnya disebar oleh kelompok haluan keras ini sekarang sudah mulai ikut menyesaki rak buku masjid yang tersedia. Yang ironis, selain provokatif alasan menyesatkan juga diimbuhi dalil-dalil agama.

KOKAM Tegal

Karena itu, PP LTMNU kini proaktif mencanagkan visi masjid sebagai pusat pembangunan umat. Melalui Rapat Pimpinan untuk 33 provinsi di 17 kota, PP LTMNU menyosialisasikan fungsi masjid sebagai tempat yang ramah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Usai menyusun buku tentang dalil amaliah NU, baru-baru ini organ NU yang dulu bernama LTMI ini juga rampung menerjemahkan kitab “Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah” karya Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Dalam lawatan ke sejumlah kota di Indonesia, buku ini rencananya akan dibagi ke seluruh pengurus cabang di Indonesia.

KOKAM Tegal

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Pesantren KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

Jakarta, KOKAM Tegal. Ulama dan budayawan, KH Achmad Mustofa Bisri, mengingatkan masyarakat agar di tengah berbagai bencana yang melanda Tanah Air dewasa ini, tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

"Kepada semuanya-lah saya ingatkan lagi, jangan kita sibuk menyalahkan orang lain sehingga kita lupa dan tidak sempat untuk meneliti kesalahan diri sendiri," katanya usai memimpin zikir dan doa bersama usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Gus Mus, panggilan akrab Mustofa Bisri, mengatakan, bencana dan musibah yang dialami bangsa Indonesia tidak perlu dikaitkan dengan siapa pemimpinnya. Tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menambahkan bahwa musibah beruntun yang melanda bangsa Indonesia merupakan cobaan dari Allah.

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

"Karena itu, kita mohon kepada Allah, kita tidak kuat kalau cobaan itu terlalu ’keras’. Kita sekarang ini kan tidak hanya diperingatkan saja tetapi sudah disentil," kata pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang, Jawa Timur.

Karena itu, selain melakukan instrospeksi, pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 itu, mengajak semua pihak untuk melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa, termasuk berdoa untuk keselamatan bangsa.

Ia juga berharap, langkah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet tersebut bisa menjadi langkah awal untuk melakukan tobat nasional.

KOKAM Tegal

"Mudah-mudahan, di daerah-daerah kan juga sudah mulai dilakukan," kata Gus Mus yang mengaku kehadirannya di Masjid Istiqlal itu karena diundang langsung oleh Presiden Yudhoyono.

KOKAM Tegal

Bukan azab

Sebelumnya di tempat yang sama, Dirjen Bimas Islam Depag, Prof Dr Nasaruddin Umar MA dalam khotbah Jumat-nya, menyatakan berbagai musibah yang dialami bangsa Indonesia belakangan ini bukanlah merupakan azab atau hukuman dari Allah SWT.

"Berbagai musibah itu merupakan cobaan dan pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menuju masa depan yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, musibah yang terjadi di Indonesia lebih bernuansa positif untuk menambah keimanan. "Hikmahnya bisa juga sebagai pencuci perbuatan dosa sehingga di akherat bisa lebih ’ringan’," katanya.

Dalam khutbahnya, Nasarudin juga mengajak umat untuk bersikap bijak dalam menghadapi setiap musibah serta senantiasa meminta pertolongan kepada Allah atas musibah yang terjadi.

"Hamba yang sejati tidak pernah berburuk sangka pada Allah dan tidak pernah mencari "kambing hitam", tapi belajar dan mengambil hikmah dibalik musibah itu," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Hikmah KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat

Simalungun, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama dan Kepolisian Resor (Polres) Simalungun, Sumatra Utara, menjalin kerja sama peningkatan bela diri. Kesepakatan ini terjalin dalam diskusi internal antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa dan jajaran Polres Simalungun di Emerald Garden Hotel, Medan, Senin (19/06).

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat

Hadir dalam diskusi ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, M. Nabil Haroen dan Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty Pandjaitan, beserta jajaran. Diskusi ini, diselenggarakan dalam rangkaian Dialog Kebangsaan yang digagas Polres Simalungun, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Pagar Nusa.?

Nabil Haroen, mengungkapkan tujuan kerja sama ini untuk peningkatan kemampuan pertahanan diri di kalangan anggota kepolisian, serta menjaga khazanah seni Nusantara.?

"Kerjasama ini, untuk saling menguatkan antar institusi. Kami siap melatih anggota kepolisian untuk bela diri pencak silat. Ini penting agar kualitas pengamanan meningkat," jelas Nabil.?

KOKAM Tegal

Selain itu, dalam pandangan Nabil, Pagar Nusa juga akan melatih keseimbangan mental dan spiritual. "Latihan pencak silat Pagar Nusa tidak sekedar latihan bela diri. Ada unsur peningkatan kualitas spiritual dan kekuatan mental. Ini penting," ungkap Nabil Haroen.?

Sementara itu, AKBP Liberty Pandjaitan, menyatakan berbangga dengan kerjasama Polres dan Pagar Nusa. "Dalam waktu dekat, kami akan menyiapkan lima ratus anggota untuk dilatih pencak silat Pagar Nusa. Dari jumlah itu, akan diseleksi sebanyak seratus personel sebagai pasukan inti," tegas Liberty.?

Ke depan, Liberty menginginkan agar anggota Polres Simalungun, dapat menjadi polisi yang smart. "Kami ingin anggota kepolisian berpikir smart, adaptif dengan teknologi, melayani masyarakat sekaligus memiliki kemampuan pencak silat untuk bela diri. Pikirannya smart, orangnya sehat, jiwanya tenang, mentalnya kuat. Saya bekerja keras mewujudkan itu, " jelas Liberty.?

Dalam waktu dekat, pada Juli 2017, akan diselenggarakan peresmian antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa dan Polres Simalungun. Kerja sama ini, menyangkut ranah peningkatan skill bela diri, intensifikasi kualitas sumber daya dan pemberdayaan masyarakat. (Red: Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Meme Islam KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik

Probolinggo, KOKAM Tegal - Kelompok mahasiswa (Pomas) putri Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo menggelar diskusi tentang feminisme dan Islam dalam konteks keindonesiaan kini di Aula IAI Nurul Jadid, Sabtu (10/6).

Diskusi ini diikuti oleh para pimpinan pada 3 (tiga) perguruan tinggi di Nurul Jadid Paiton (STT, IAI dan STIKes), jajaran pengasuh putri, pengurus pesantren dan mahasantri dari 3 perguruan tinggi Nurul Jadid Paiton.

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik

Hadir sebagai penyaji adalah Lailatul Fitriyah, alumnus hubungan international dan kandidat doktor di Universitas Notre Dome Amerika Serikat. Laila adalah alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Rektor IAI Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi wawasan dan membahas salah satu isu yang sering dihadapi oleh Muslimah berupa feminisme.

KOKAM Tegal

“Bagaimana kita dapat memposisikan dengan benar dan tepat dalam memaknai dan mengaplikasikan dalam kehidupan. Demikian pula bagaimana kita belajar pada bangsa lain di belahan dunia ini dalam isu tersebut. Mengingat pembicara sebagai alumni juga belajar di negeri Paman Sam,” katanya.

KOKAM Tegal

Menurut Kiai Abdul Hamid Wahid, sebetulnya isu ini sudah lama ada di tengah-tengah masyarakat. “Tapi mungkin berkembang dalam implementasinya sesuai perkembangan keadaan,” jelasnya.

Sementara penyaji Lailatul Fitriyah mengatakan bahwa sudah saatnya konsep feminisme dibumikan di Indonesia. Akan tetapi masyarakat Indonesia masih alergi dengan konteks itu, karena semuanya dianggap dari Barat.

“Oleh karena itu, persepsi negatif itu harus dihilangkan, agar roh feminisme bisa diterapkan secara universitas,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

Gresik, KOKAM Tegal. PC LP Gresik berhasil menyelenggarakan Pemilihan Pelajar Teladan 2013. Acara yang dihelat pada 25-26 Mei 2013 di SMA Hidayatussalam, Lowayu, Dukun, Gresik itu diikuti 442 peserta dari 16 MWC Ma’arif di Kabupaten Gresik dari berbagai jenjang pendidikan.

Peserta yang mengikuti PPT ke-35 ini adalah hasil seleksi dari siswa terbaik yang diadakan oleh pengurus MWC LP Ma’arif di setiap kecamatan. Dalam seleksi itu, setiap MWC Ma’arif memilih 3 pelajar putra putri dari setiap jenjang pendidikan mulai dari MI/SD, SMP/MTs dan MA/SMK/SMA.

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

”Jadi PPT ini adalah pemilihan tingkat kabupaten yang diikuti wakil terbaik dari masing-masing MWC,” kata Ketua PC LP Ma’arif Gresik H Ismail Syarif.

KOKAM Tegal

Kegiatan PPT tingkat kabupaten yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 25 dan 26 Mei 2013. Pada hari pertama diadakan seleksi tes tulis untuk peserta dari lembaga pendidikan formal (MI/SD, MTs, SMP, SMA/SMA, MA). Materi tes tulis yang dimulai pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WIB itu mengujikan 4 kompetensi, yaitu agama, ke-Nu-an, bahasa dan pengetahuan umum. Pada hari pertama itu, acara PPT ke-35 ini dimeriahkan kirab dengan diiringi drumband. Selain itu ada juga bazar Fatayat Ranting Lowayu, Dukun.

Pada malam harinya, diselenggarakan pembukaan yang dihadiri Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU. Pada acara itu juga hadir, Ketua PCNU Kab. Gresik, H Khusnul Chuluq, Kepala Dispendik Gresik Nadlif. Dewan Pakar LP Maarif Gresik Chusaini Mustas dan  Ketua LP Maarif Gresik Ismail Syarif, serta semua pengurus MWC Ma’arif NU se-Kabupaten Gresik.

KOKAM Tegal

Pada hari kedua, acara bertambah padat, karena seleksi PPT diikuti oleh seluruh peserta baik untuk pendidikan formal maupun non formal (TPQ dan Madin). Untuk pendidikan formal mengikuti tes pidato, KIR, presentasi dan kreatifitas sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Redaktur: Mukafi Niam 

Reporter : Choiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Meme Islam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock