Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga

Kudus, KOKAM Tegal. Bazar sembako murah yang dilaksanakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog Kudus menarik perhatian warga masyarakat. Pada putaran ketiga, Jumat (10/6) di halaman Mushola Baitus Shofa Dukuh Ngaringan Desa Klumpit Gebog, Kudus itu. Ratusan warga baik, anak-anak maupun orang tua berdatangan memadati arena bazar.

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga

Seperti malam sebelumnya, bazar yang menjadi rangkaian kegiatan tarawih keliling pengurus GP Ansor ini menjajakan berbagai pakaian hem, kemeja dan paket sembako murah berisi beras, minyak dan gula. Selama satu jam, mereka menjajakan dagangaan di atas mobil Ansor. Warga-pun rela antri membeli sembako yang di banderol dengan harga di bawah pasaran.

Salah seorang warga, Aminah menyatakan kegembiraannya adanya bazar Ansor ini. Menurutnya, adanya bazar sangat membantu warga yang membutuhkan. Apalagi harganya sangat murah di bawah harga pasar.?

"Kalau bisa kegiatan bazar tidak hanya sekali ini saja, tetapi nanti jelang lebaran diadakan lagi. Usahakan barang yang jual beragam terutama untuk kebutuhan lebaran," harapnya.

KOKAM Tegal

Sekretaris PAC GP Ansor Gebog Ali Maghfuri merasa gembira melihat antusiasme warga. Ia tidak mengira putaran ketiga dibanjiri ratusan warga. "Untung, barang yang disiapkan sangat banyak sehingga bisa melayani semua warga yang membutuhkan," katanya.

Pada putaran ketiga ini, jelasnya, pihaknya menambah stok barang dan menggandeng sejumlah pengurus Ansor yang memiliki usaha. "Ini sesuai harapan Ansor, Bazar untuk memberdayakan kemandirian ekonomi anggota, kader dan pengurus Ansor," imbuh Ali.

KOKAM Tegal

Sebagaimana di ketahui, PAC GP Ansor Kecamatan Gebog mengadakan tarawih keliling di 11 desa mulai tanggal 6-22 Juni 2016 mendatang. Kegiatannya, tarawih bersama, ngaji kitab dan bazar. Tujuannya, disamping mengisi kegiatan ramadhan, juga untuk mengenalkan Ansor di tengah masyarakat serta membantu warga yang membutuhkan keperluan sembako. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam KOKAM Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

Jakarta, KOKAM Tegal. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) merasa berutang budi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengerahkan segala kekuatan dan pengaruhnya di luar negeri dalam rangka membebaskan 19 warga Korsel yang ditawan oleh kelompok Taliban di Afganistan, 30 Agustus lalu.

Demikian isi surat Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun Jin kepada yang diterima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

KH Hasyim Muzadi mengatakan, surat tersebut merupakan ungkapan terima kasih pemerintah Korsel terhadap NU yang turut berupaya keras dalam pembebasan 19 warganya yang ditawan oleh Taliban.

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

“Saya dapat surat dari Dubes Korsel. Isinya ungkapan terima kasih pemerintah Korsel pada NU terkait bebasnya warga Korsel yang ditawan Taliban,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) itu.

PBNU, katanya, merasa senang atas dibebaskannya 19 warga Korsel yang ditawan Taliban. ”Sebagai pihak yang sejak awal berusaha keras dan menginginkan pembebasan warga Korsel, kami tentu merasa senang dengan telah dibebaskannya warga Korsel,” ungkap Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Dubes Korsel dalam suratnya juga memuji NU sebagai organisasi besar yang punya pengaruh kuat di dalam dan luar negeri. Dikatakan, pengaruh yang besar itu ternyata benar-benar dapat dimanfaatkan dalam proses pembebasan warga Korsel akhir Agustus lalu.

"Teristimewa, saya ingin mengekspresikan apresiasi yang sepenuh hati dan hutang budi saya kepada NU yang berpengaruh pada seluruh dunia atas upaya baik dan kerjasama dalam upaya pembebasan sandera dengan solusi yang damai sejak permulaan peristiwa ini," katanya salam surat tersebut.

KOKAM Tegal

Karena itu, pemerintah Korsel berharap hubungan Negaranya dengan NU akan terus berlanjut di masa mendatang. Diakuinya, peran serta pemerintah Indonesia dan NU dalam pembebasan warga Korsel telah menjadikan hubungan kedua negara semakin baik.

"Sudilah bapak menerima salam hormat saya dan saya sangat berharap ke depan agar kerja sama baik dengan anda dan NU terus berlanjut," katanya dalam surat itu. (duta/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Makam, Khutbah KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

Makassar, KOKAM Tegal. Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan menggelar lailatul ijtima di gedung NU Sulsel jalan Perintis Kemerdekaan Km 9 nomor 29, Kamis (6/11). Pada kesempatan ini mereka menyosialisasikan hasil Munas-Konbes NU 2014 awal Nomvember kemarin yang meliputi tiga sidang komisi.

Tampak hadir Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta Sanusi Baco, A Rahman Idrus, Ruslan, Iskandar Idy, Arfin Hamid, Rektor UIM Andi Majdah M Zain, dan para sepuh NU Sulsel Naharuddin Tinulu, Ridwan AR, KH Abdurrahman, beserta segenap pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom.

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

“Menurut NU model Khilafah adalah produk sejarah, bukan perintah agama. Sehingga NU memandang, Islam mengakui eksistensi Negara bangsa dan tidak mengharuskan penganutnya untuk mendirikan negara agama, termasuk sistem Khilafah,” kata Katib Syuriyah NU Sulsesl Ruslan yang mengikuti sidang komisi Bahtsul Masail.

KOKAM Tegal

Setelah pemaparan hasil Munas dan Konbes NU, Anre Gurutta Sanusi Baco menyampaikan taushiyahnya perihal kebersihan. Menurutnya manusia akan mendapat siksa langsung akibat pelanggaran hukum Allah di ala mini.

“Misalnya agama menganjurkan menjaga kebersihan, lantas kita mengotori. Hukumannya adalah kita akan terkena penyakit diakibatkan manusia tidak menjaga kebersihan. Yang kedua siksaan akhirat akibat pelanggaran hukum syariah yang termaktub dalam Al-Quran dan As-Sunah,” kata Gurutta Sanusi.

KOKAM Tegal

Ia juga prihatin dengan adanya dua kubu di DPR antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. Ia mengibaratkan perpecahan di parlemen seperti ungkapan "Kelompok salah yang terorganisir akan mengalahkan kelompok benar tetapi tidak terorgansir". (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati

Jakarta, KOKAM Tegal. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah tokoh yang menebar jejak kenang dan kesan kepada banyak kalangan. Ketika ia menjadi Presiden keempat RI misalnya, kebijakan Indonesia timur, terutama Papua, menuai kesan mendalam bagi rakyatnya.

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati

“Gus Dur adalan presiden yang punya hati. Gus Dur adalah seorang yang selalu memberi inspirasi,” komentar Glenn Fredly saat tampil pada peringatan seribu hari wafat Gus Dur di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat malam, (28/9).

Menurut penyanyi kelahiran Jakarta berdarah Maluku ini, bukti Gus Dur memimpin dengan hati ialah melihat dan menjawab permasalahan Papua dengan dialog.

KOKAM Tegal

“Kepada masyarakat Papua, Gus Dur memberi kesempatan berbicara, membiarkan dan memberikan kesempatan hak-hak politiknya,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Ia berharap, pemimpin ke depan, terutama pemimpin hari ini, bisa melihat bahwa hak politik setiap anak bangsa ini adalah hak yang dilindungi Undang-Undang.

“Pemimpin jangan menerapkan cara-cara kekerasan. Tapi berdialog dari hati ke hati, Bukan pemimpin yang berbicara dengan pencitraan. Tapi pemimpin yang bicara dengan hati. Dan Gus Dur sudah melakukannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, semasa jadi presiden, Gus Dur menerapkan beberapa kebijakan kepada rakyat Papua. Ia memperbolehkan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua pada tahun 2000. Bahkan memberi izin dan bantuan dana bagi tokoh-tokoh Papua untuk menggelar Kongres Nasional Rakyat Papua II pada Maret 2000.

Kongres itu kemudian menetapkan berdirinya Presidium Dewan Papua yang dipimpin oleh dua tokoh Papua,Theys Hiyo Eluay asal Sentani dan Tom Beanal asal Pegunungan Tengah.

Tak cuma itu, Gus Dur memperbolehkan berkibarnya bendera Bintang Kejora sebagai simbol adat Papua bersama Merah Putih sebagai bendera negara. Bahkan lagu Hai Tanahku Papua pun boleh didendangkan setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Karena itulah, Glenn mengaku, dalam hidupnya hanya dua orang yang dijadikannya sebagai inspirasi, yaitu Ketua Umum PBNU 1984-1999, dan penyanyi Franky Sahilatua.

“Saya merasa terhormat menyanyi untuk mengenang Gus Dur malam ini,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Aswaja, Makam KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

Jakarta, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar training motivasi sukses itu mudah di Aula PP GP Ansor, Kramat Jakarta Pusat baru-baru ini. PP IPNU didorong meraih kesuksesan sejak muda, dengan membuktikan pikiran bawah sadar, kemustajaban dan kalimat lafadz Allah.?

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)
Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

"Menjadi sukses itu mudah, tidak sulit. Karena apa yang kita inginkan itu adalah apa yang kita tanam sejak dulu," jelas Yanuar Prihatin.?

Yanuar yang juga Anggota DPR RI menuturkan, kesuksesan merupakan hasil dari yang selama ini ditanam. Maka dari itu semuanya harus dilakukan saat ini. Secara interaktif, ? training motivasi kepada peserta dimulai saat membuka pikiran anak muda untuk mencapai kesuksesan.

"Seorang yang memiliki keterbatasan bisa melakukan kegiatan sehari-hari bahkan bisa mengikuti olimpiade, mengapa kita yang sempurna tidak bisa," tegasnya.?

Yanuar menyampaikan, Kesulitan terberat yang dialami manusia adalah di saat sakit dan menjelang kematian sehingga jika mengalami kesulitan menuju sukses maka itu mudah. Dia melihat anak muda kini tidak memahami proses, sehingga proses tersebut seringkali gagal dan tidak mau lagi dimulai.

KOKAM Tegal

"kesulitan dalam hidup itu adalah di saat sakit dan menjelang kematian. Maka sukses itu dapat diraih dengan mudah," terangnya.?

Lanjut dia, mengajak semua peserta untuk bangkit dan optimis dalam meraih kesuksesan yang sebenarnya sangat mudah itu. Semua peserta diajak untuk memulai dengan kata yang positif, sehingga menimbulkan energi yang positif yang akan mampu merubah nasib seseorang.

KOKAM Tegal

"Kita harus terbiasa dengan kata-kata yang positif, sehingga terbiasa menjadi watak dan merubah nasib seseorang," lanjutnya.?

Dalam training tersebut juga diputar video sebagai penggambaran kisah sukses yang dilakukan oleh seorang penyandang disabilitas. Ditambah, dengan video yang menggambarkan orang miskin yang meraih kesuksesan. Training motivasi diakhir dengan munajat kepada Allah SWT, ditambah dengan visualisasi cita-cita yang diimpikan. (Benny Ferdiansyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Makam, Ulama KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Brebes, KOKAM Tegal. Keberadaan Fatayat NU harus mampu membawa diri, jangan sampai di bawa ke sesuatu yang bersifat sementara. Artinya, bersikap netral dalam sikap politik ataupun pengabdian pada masyarakat. Tidak di bawa-bawa ke mana yang disukai oleh pemimpinnya, sehingga akan menjadi organisasi yang bermartabat dengan pelayanan yang prima dan tidak memihak.

“Mengelola Fatayat itu, harus dengan sinar keikhlasan dengan mampu mambawa diri,” demikian pesan Ketua Pemimpin Wilayah (PW) bidang Pendidikan dan Pengkaderan Fatayat NU Jawa Tengah  Hj Muta’alimah saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat NU Brebes di Hotel Dedy Jaya Brebes, Ahad (16/12).

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Tidak berarti, kata Muta’alimah, Fatayat menghindar dari berbagai partai politik tetapi justru harus mampu bekerja sama. Kader-kader Fatayat bertebaran diberbagai partai politik juga menempati posisi pekerjaan diberbagai sektor. Sehingga kerjasama antar lembaga harus terus dibangun sesuai dengan koridor dan tidak melenceng dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. 

KOKAM Tegal

“Kerja sama itu bukan kenikmatan yang di bagi bersama-sama, tetapi membangun sinergi untuk menggolkan visi dan misi organisasi,” terangnya.

KOKAM Tegal

Selain itu, lanjutnya, untuk mengelola Fatayat harus dipegang oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dalam berorganisasi. Sebab berorganisasi itu memerlukan sentuhan tangan-tangan trampil yang ikhlas dan rela berkorban. 

Yang lebih utama, Muta’alimah menambahkan, dalam kiprahnya Fatayat harus berpegang teguh membantu NU dalam pengembangan Islam ahlussunah wal jamaah. Dengan tetap menjaga keutuhan NKRI. 

“Kita harus waspada dengan aliran-aliran Islam di Indonesia yang melenceng dari ajaran ahlussunah wal jamaah dan berupaya memporakporandakan NKRI,” tandasnya.

Untuk itu, kuantitas keanggatoaan Fatayat diupayakan dengan peningkatan kualitas keanggotaanya pula. “Kami bersyukur, ternyata anggota Fatayat tidak ketinggalan dalam pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Brebes H Athoillah meminta kepada Fatayat jangan seperti tukang parkir. Artinya, tidak merasa memiliki tetapi hanya merasa dititipi. Sebab kalau hanya merasa dititipi maka pengelolaannyapun tidak maksimal. 

“Merawat Fatayat itu harus dengan niatan, Fatayat itu hak milik sehingga di rawat dengan temen (sepenuh hati, red),” ajak Athoillah.

Termasuk, dengan merawat NU berarti menjalin kemitraan dengan pemerintah di daerahnya. “Tidak ada alasan, untuk tidak mendukung pemerintahan di daerah,” tegas Athoillah.  

Hanya saja, lanjut Atho, Fatayat harus mampu menjaga diri agar tidak terserang penyakit kurap (kurang disiplin), kudis (kurang disiplin) dan kutil (kurang terapkan ilmu). Semua penyakit itu, bersumber dari kuman (kurang iman). “Kalau sudah kurang iman, maka akan mudah tergoyahkan keteguhannya mempertahankan islam ahlussunah wal jamaah,” kata Athoillah mengingatkan.

Konferensi Cabang dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti. Dalam sambutannya mampu memberi kontribusi terhadap pemerintahan. Termasuk didalamnya menangani bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian kerakyatan. 

Ketua panitia penyelenggara Amaliyah menerangkan, kegiatan konfercab diikuti oleh 288 dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) se Kabupaten Brebes. “PAC Banjarharjo, tidak mengirimkan delegasinya tanpa alasan yang jelas,” kata Amaliyah. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Sunnah, Kajian, Makam KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos

Jakarta, KOKAM Tegal. Masyarakat internet atau warganet diimbau agar lebih cerdas menghadapi dunia media sosial. Jangan mudah terprovokasi dengan artikel atau gambar meme yang tersebar di media daring (online) dan medsos. 

Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan (BALK) Balitbang Diklat Kemenag RI, Muharram Marzuki, menyampaikan hal tersebut saat membuka Seminar Hasil Penelitian ‘Persepsi Umat Beragama terhadap Keberagamaan di Era Media Sosial.’ Acara tersebut dihelat di Hotel Millenium Jakarta, Kamis (28/12).

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos

“Jangan pula alergi dengan medsos. Ada kawan yang curhat tentang artikel yang viral, ia merasa terganggu. Saya bilang, kalau tidak suka, jangan di-forward. Ngapain susah-susah," ujarnya.

Banyak orang terkena kasus, lanjut dia, gara-gara medsos. Misalnya kepala daerah atau tokoh masyarakat yang disorot media kemudian viral di medsos. “Arab Spring yang awalnya di Tunisia juga dipicu medsos. Jadi, kita mesti cerdas bermedsos,” jelasnya.

KOKAM Tegal

Menurut Muharram, ada pernyataan bahwa tidak semua informasi yang beredar di medsos itu bagus memang benar adanya. “Apapun berita yang kita terima, harus diklarifikasi terlebih dahulu,” tegasnya.

Pria kelahiran Jakarta ini menambahkan, riset tentang medsos tersebut dimaksudkan untuk memberi penyadaran bahwa info tentang agama yang beredar di dunia maya tidak semua benar.

“Bisa jadi itu dibuat untuk mengacaukan stabilitas masyarakat. Nah, lagi-lagi kita harus cerdas di sini. Saya berharap masyarakat lebih peduli terhadap persoalan di era digital,” turturnya.

Sebelumnya, Kabid Litbang Bimas Agama, Kerukunan, dan Aliran Keagamaan Puslitbang BALK, Kustini Kosasih, dalam laporannya berharap penelitian ini menghasilkan rekomendasi bagi satker terkait yakni Bimas-Bimas di lingkungan Kemenag dalam menyusun kebijakan.

“Namun, ini belum merupakan hasil final. Kami masih perlu menyempurnakannya menjadi sebuah policy paper dan policy brief untuk disampaikan kepada Pak Menag, sebelum digunakan para pemangku kepentingan (stakeholders),” tandasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, koordinator riset Raudlatul Ulum Ruksin dalam paparannya menyebut penelitian tersebut dilakukan dua tahap, yakni, penyebaran kuesioner dan wawancara. Kuesioner diisi oleh 775 responden pemeluk enam agama di 20 kabupaten/kota.

“Responden dipilih secara acak di dalam kluster pemeluk agama di daerah tersebut yang dianggap merepresentasikan umat beragama di 10 provinsi,” kata Ulum.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Prof Ibnu Hamad (Guru Besar Komunikasi UI), dan Farhan Muntafa (Dosen Untirta Banten). Hadir dalam kegiatan ini puluhan undangan lintas unit eselon I, para peneliti, akademisi, dan perwakilan ormas keagamaan. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Khutbah, Kiai KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock