Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal

Jakarta, KOKAM Tegal. Mendiskusikan persoalan kawasan pedesaan tak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan transmigrasi. Pasalnya, jejak sejarah transmigrasi di Indonesia sempat menorehkan tinta emas dengan keberhasilannya menciptakan desa-desa baru bahkan memiliki andil besar terbentuknya dua provinsi baru di Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar dalam diskusi dengan tema Rancangan Normatif dan Praktik Empiris Pembangunan Kawasan Pedesaan yang diselenggarakan Bina Desa dan Walhi di Hotel Cemara, Jakarta, Selasa (12/5) melalui rilis yang diterima KOKAM Tegal.

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal

Marwan menjelaskan, program transmigrasi memang diakui sempat meredup pasca reformasi. Oleh karena itu, dimasa kepemimpinannya, Marwan bertekad untuk menghidupkan kembali program transmigrasi. 

KOKAM Tegal

"Jejak transmigrasi ini penting, transmigrasi berhasil menciptakan 13 ribu desa, 3000-an kecamatan, 144 kota hasil transmigrasi dan dua provinsi hasil transmigrasi," ujar Menteri Marwan.

Menteri Marwan mengaku mempunyai kiat-kiat khusus untuk menghidupkan program transmigrasi. Salah satunya dengan menempatkan para transmigran di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar di Indonesia yang selama ini tidak tergarap. 

KOKAM Tegal

"Ini sedang kita canangkan platform baru untuk transmigrasi di daerah perbatasan dan pulau terluar. Selain itu, juga ditargetkan 9 juta hektar lahan untuk transmigrasi," tandasnya.

Program transmigrasi, menurut Marwan, juga akan mereview kembali data-data untuk kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal. "Karena selama ini, kategori pembangunan daerah tertinggal masih berbasis kabupaten. Kalau merujuk data yang ada sekitar 122 kabupaten. Kalau kita dalami lagi lebih dari 200-an kabupaten yang tertinggal," ujarnya.

Dia menginginkan adanya keseimbangan antara pembangunan yang ada di desa dengan pembangunan masyarakat yang ada di kota. "Karena di situ indeks pembangunan masih rendah dan disparitasnya masing menganga. Ketersedian listrik sekitar 15 ribu desa masih belum teraliri listrik, akses komunikasi dan infrastruktur masih lemah," tandasnya.

Selain melakukan mereview kembali data daerah tertinggal, menurut Marwan, beberapa daerah yang sudah lepas dari status tertinggal masih butuh pengawalan dan pembinaan. "Daerah yang sudah terentaskan dari ketertinggalan, masih butuh pembinaan selama jangka waktu tiga tahun," imbuhnya. (Red: Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, Pahlawan, Kyai KOKAM Tegal

Kamis, 08 Maret 2018

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, KOKAM Tegal



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

KOKAM Tegal

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?

KOKAM Tegal





Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Tegal, Kiai KOKAM Tegal

Rabu, 07 Maret 2018

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Selama bulan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan pasanan (kegiatan di bulan puasa). Kegiatan yang ada tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diadakan pelatihan penyiaran.

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi, saat dihubungi KOKAM Tegal, Sabtu (20/6).

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta dari santri putri dan Muslimat NU Ranting Makamhaji,” terang Kiai Dian.

KOKAM Tegal

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu juga menambahkan, untuk pengajian kitab umum juga ada kajian kitab Al-Yaqutun Nafis, Al-Arabiyah baina yadaik dan Irsyadul Ibad.

KOKAM Tegal

“Para santri juga kita berikan kajian Fiqih Tradisonalis yang dikaji setiap Selasa ba’da subuh dan ba’da tarawih, serta Senin ba’da ashar,” paparnya.?

Di bulan puasa ini, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan berbagai pelatihan. “Ada pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio dan pertanian organik,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Sejarah, Kiai KOKAM Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Muslimat Sukoharjo Diingatkan Tentang Pola Pengasuhan Anak

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Cuaca yang agak tidak bersahabat tak membuat luntur semangat sejumlah ibu, untuk mengikuti pengajian “Selagi Berkah”, yang diselenggarakan Bidang Hidmat Muslimat NU Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kegiatan pada Sabtu (22/11) tersebut diadakan di Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Acara diawali dengan pembacaan kitab maulid Al-Barzanji.

Muslimat Sukoharjo Diingatkan Tentang Pola Pengasuhan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Sukoharjo Diingatkan Tentang Pola Pengasuhan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Sukoharjo Diingatkan Tentang Pola Pengasuhan Anak

“Kegiatan ini rutin diadakan setiap Selasa Legi keliling dari satu daerah ke daerah lainnya. Kali ini yang bertindak tuan rumah, yakni Ranting Makamhaji,” terang salah satu pengurus, Nyai Hj. Murtafi’ah Mubarokah.

KOKAM Tegal

Ditambahkan Nyai Murtafi’ah, selain pembacaan maulid, pada kesempatan itu, para jamaah juga mengikuti pembacaan sema’an Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan ceramah dari pengasuh Pondok Al-Muayyad Windan, KH M. Dian Nafi’.

KOKAM Tegal

Dalam ceramahnya, Kiai Dian menerangkan tentang metode pendidikan terhadap anak, berdasarkan pada keterangan ayat di Surah Maryam.

“Maka Ibu-ibu Muslimat juga perlu diperkuat pengetahuannya terkait pendidikan kepada anak, agar juga dapat menjadi teladan yang baik dalam pengasuhan anak,” tutur Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Sambut Bulan Haji, Calon Jamaah Harus Jaga Niat

Surabaya, KOKAM Tegal. Di samping menjaga kesehatan dan menyiapkan kebutuhan selama satu bulan lebih di tanah suci, para calon jamaah haji juga harus mempersiapkan mental agar bisa merampungkan ibadah dengan baik. Yang juga sangat menentukan adalah kemurnian hati agar titel sebagai haji mabrur bisa diraih.

"Ibadah haji mensyaratkan kekuatan fisik jamaah karena akan melakukan sejumlah ibadah yang membutuhkan tenaga ekstra," kata H Farmadi Hasyim, Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Senin (10/8).

Sambut Bulan Haji, Calon Jamaah Harus Jaga Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Bulan Haji, Calon Jamaah Harus Jaga Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Bulan Haji, Calon Jamaah Harus Jaga Niat

Mempersiapkan bekal sejak dini dan menempuh perjalanan panjang sejak dari rumah hingga ke pemondokan dan ke tanah suci tentu membutuhkan kondisi tubuh yang prima, lanjutnya. "Karena itu selama menunggu jadwal keberangkatan, disarankan jamaah untuk meperbanyak olahraga sebagai latihan agar saat melaksanakan ibadah tidak mengalami masalah," ungkapnya.

Dan Ustadz Farmadi, sapaan akrabnya yakin bahwa materi seputar hal ini telah disampaikan saat manasik yang diikuti calon jamaah. "Tinggal mengingat dan menjalankan seluruh anjuran itu dengan baik," kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur ini.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Yang juga sangat penting untuk diperhatikan adalah terus lurus dalam menata niat. "Karena factor inilah yang akan sangat diuji selama pelaksanaan ibadah haji," terangnya. Bertemu dengan kaum muslimin dari berbagai daerah dan negara, tentu juga diiringi dengan tabiat dan beragam pula, lanjutnya.

"Dibutuhkan kebesaran hati, kelapangan jiwa dan lurusnya niat agar selama pelaksanaan haji, para jamaah mampu mengendalikan diri dan emosi," tandasnya. Apalagi pada perlaksanaan haji kali ini cuaca lumayan terik, maka kesabaran dan kemurnian niat sangat menentukan, lanjutnya.

?

"Diperkirakan kloter pertama jamaah haji Indonesia akan berada di Asrama Haji tanggal 20 Agustus," pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian, Kiai KOKAM Tegal

Senin, 05 Februari 2018

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia

Jakarta, KOKAM Tegal 

DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah Konferensi Para Pemimpin Keagamaan ASIA pada 25 Februari sampai dengan 1 Maret mendatang.

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia (Sumber Gambar : Nu Online)
ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia (Sumber Gambar : Nu Online)

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia

Konferensi bertajuk Bringing A Commom Word to Common action for justice yang bakal dihelat di Hotel ACACIA, Jakarta Pusat itu diharapkan dapat membangun komitmen bersama antara para pemimpin keagamaan se ASIA, dari kalangan Muslim dan Kristen.

“Konferensi Ulama dan Arcbishop se Asia ini dihadiri 150 ulama dan Arcbishop dari 15 negara. INi merupakan kelanjutan dari pertemuan ICIS (International Conference of Islamic Scolars) di Singapura, beberapa tahun lalu,” ujar Ketua Panitia The Conference of Muslim-Christians Religious Leaders of Asia, M Nasihin Hasan, Selasa (19/2).

KOKAM Tegal

Dikatakan Nasihin, Konferensi yang diinisasi oleh ICIS itu, akan membahas sejumlah hal krusial di Negara-negara Asia, terutama terkait ketegangan antar agama, ketimpangan hukum, kemiskinan, hingga persoalan korupsi dan perdagangan manusia yang sampai saat ini masih marak terjadi di berbagai Negara di Asia.

“Agama seharusnya bisa menjadi spirit utama dalam penegakan keadilan dan pemberantasan kemiskinan. Dalam konferensi ini, para tokoh agama diharapkan bisa bersama merumuskan wacana dan aksi bersama untuk mengatasi  problem keadilan dan persoalan perdagangan manusia yang menjadi masalah besama Asia saat ini,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Sementara Sekjend ICIS KH Hasyim Muzadi mengatakan meskipun berbeda secara theologist, setiap agama sejatinya punya titik temu dalam hal ajaran  tanggung jawab sosial dan moral. “Setiap agama ada titik temu. Tetapi juga ada titik pisah. Kita perkuat titik temunya,” ujar Rais Syuriyah  PBNU itu.

Pertemuan tersebut, kata Hasyim juga merupakan bagian dari Konferensi ICIS yang dilaksanakan rutin sejak tahun 2004 lalu.

“ICIS selama tiga kali berturut-turut. Tahun 2004,2006 dan 2008 ICIS aktif mengadakan pertemuan dengan tokoh agama dari 87 negara. Alhamdulillah ini semakin diterima. Sebelumnya dalam 3 kali pertemuan itu hanya muslim. Sekarang interfaith,” paparnya.

Pertemuan itu juga untuk menegaskan kepada dunia internasional bahwa stigma tentang tingginya intoleransi di negeri ini adalah pandangan yang tak proporsional.

”Walaupun agak sulit karena karena dunia internasional menilai dengan sekularisasi dan pandangan atheism. Sementara di Indonesia kita melihat dengan kacamata pancasila dan keberagamaan,” ujarnya. 

Selama ini  kata Hasyim banyak pengamat agama yang tak turun ke bawah. Banyak peneliti yang kerjanya mencatati konflik tanpa memperbaiki.

“Konfllik agama tak berarti dilatarbelakangi pemikiran intoleransi,” tandasnya. Konferensi tersebut dihelat ICIS bekerja sama dengan Koferensi Wali Gereja di Indonesia (KWI) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Federas Bishop Asia (FABC) dan Konferensi Kristen Asia (CCA).

Menteri Agama RI Suryadharma Ali direncanakan akan didapuk membuka acara. Konferensi yang berlangsung selama lima hari itu akan menampilkan pembicara-pembicara dari berbagai negara dengan keynote speaker (pembicara kunci) Ali Asghar Engineer.

Pembicara lainnya adalah Arbishop Ferdinand Capalla (Filipina), Arbishop Felix Macado (Hongkong), KH Hasyim Muzadi (Sekjen ICIS), Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Komarudiin Hidayat, Prof. Dr. Azyumardi.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Abdel Malek

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Kiai KOKAM Tegal

Lahan Menyempit, HPN Karawang Akan Gunakan Bibit Padi Unggulan

Karawang, KOKAM Tegal

Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Karawang menilai potensi ekonomi masyarakat Karawang dalam sektor pertanian dan perikanan saat ini mulai terkikis oleh modernisasi dan industrialisasi.

"Salah satu program utama HPN Karawang adalah sektor pertanian dan perikanan. Sektor ini mendapatkan perhatian serius karena minat masyarakat Karawang dalam pertanian dan perikanan mulai menurun bahkan cenderung untuk meninggalkannya," ujar Ketua HPN Kabupaten Karawang, Muhammad Hasyim saat Pelantikan HPN Karawang dan Bekasi di Brits Hotel Karawang, Ahad (10/4).

Menurut Hasyim, perkembangan dunia industri di Karawang semakin pesat sehingga memberikan dampak pada terkikisnya lahan pertanian sekaligus memicu membludaknya jumlah penduduk terutama dari kalangan pendatang yang berimbas pada penambahan tempat tinggal dan persediaan makanan.

Lahan Menyempit, HPN Karawang Akan Gunakan Bibit Padi Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lahan Menyempit, HPN Karawang Akan Gunakan Bibit Padi Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lahan Menyempit, HPN Karawang Akan Gunakan Bibit Padi Unggulan

Dalam menyelesaikan masalah ini, Hasyim menjelaskan bahwa HPN Karawang telah menjalin kerjasama dengan seorang profesor ahli bidang tanaman dan sudah menemukan bibit padi unggul yang dapat panen dalam jangka waktu 55 hari.

"Sehingga jika dihitung dalam satu tahun, petani dapat memanen padi sampai empat kali,"tandasnya.

KOKAM Tegal

Dalam pelantikan ini dihadiri oleh? jajaran? PBNU, KH Said Aqil Siroj, H Asad Said Ali, H Eman Suryaman, DPP HPN, dan para pejabat Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Bekasi serta warga Nahdliyin sekitarnya. (Aiz Luthfi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kiai, Santri KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock