Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Kudus, KOKAM Tegal. Dalam menjalankan roda organisasi, pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus bersandar pada Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT). Dengan demikian, organisasi ke depan akan berlangsung tertib dan teratur.

Demikian disampaikan mantan ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kudus Siti Nafisatun pada acara orientasi pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus di Pesantren Raudhotut Thalibin Bendan Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/7).

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Nafisatun menyatakan PD/PRT IPNU-IPPNU merupakan landasan dasar sebelum menentukan arah dan langkah-langkah perjuangan ke depan. Tanpa berpijak hal itu, perjalanan IPNU-IPPNU akan amburadul.

KOKAM Tegal

“Ibaratnya, PD/PRT adalah ‘kitab suci’nya IPNU-IPPNU yang harus dijadikan pegangan setiap kader maupun pengurus,” katanya di hadapan pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus lengkap.

KOKAM Tegal

Ia mengharapkan semua anggota  maupun pengurus wajib memiliki PD/PRT. “Jangan sampai tidak memiliki. apalagi tidak pernah membaca PD/PRT,” tandas Nafisatun yang juga guru MANU Banat Kudus.

Sementara Ketua PC IPNU Kudus Joni Prabowo mengatakan, kegiatan orientasi ini merupakan program awal pasca konferensi cabang IPNU-IPPNU (19/6). Tujuannnya, untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen semangat kebersamaan pengurus harian yang baru terbentuk.

“Kita berkomitmen bersama-sama memajukan IPNU-IPPNU serta menjaga kekompakan sehingga tercipta soliditas yang kuat baik antar pengurus maupun dengan pimpinan anak cabang dan pimpinan ranting,”ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa

Cirebon, KOKAM Tegal 

Menteri Pemuda dan Olahraga, H Imam Nahrawi mengatakan kehadiran Pagar Nusa telah membantu Pemerintah, membantu Indonesia; membangun Indonesia sekaligus mengkader dan mendidik anak-anak muda untuk memiliki prinsip yang kuat, jiwa yang sehat, sekaligus akhlak yang agung dan mulia. 

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa

"Karenanya, saya Imam Nahrawi mewakili Pemerintah mengucapkan terima kasih, matur sembah nuwun kepada keluarga Pagar Nusa yang tak henti-hentinya terus melahirkan atlet-atlet, pendekar-pendekar yang mengharumkan di kancah dunia internasional," kata Imam pada Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa di Lapangan Puser Bumi Ciperna, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (28/1).

Imam sempat menyinggung perhelatan Asean Games yang akan diselenggarakan di Indonesia Agustus 2018 mendatang.

KOKAM Tegal

Menurutnya, untuk pertama kalinya Pencak Silat dipertandingkan di Asean Games. Keikutsertaan Pencak Silat, katanya, bukan karena Menpora pernah menjadi bagian dari keluarga Pagar Nusa, tapi karena memang Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan Asia, bahkan dunia. 

Menpora mengaku senang karena akan ada pendekar dari Pagar Nusa yang menjadi peserta pada perhelatan tersebut. 

"Yang saya senang adalah informasinya, salah satu peserta Pencak Silat nanti akan berasal dari Pagar Nusa," katanya. 

(Baca: Silaturahmi Kebangsaan,10.000 Pendekar Pagar Nusa Konsolidasi di Cirebon)Untuk memaksimalkan Indonesia mendapat banyak medali, Imam berharap agar Ijazah Kubro tidak hanya diberikan kepada para pendekar Pagar Nusa, tapi juga pesilat-pesilat lain agar membawa medali emas untuk Merah Putih. 

KOKAM Tegal

Hadir Rais Aam PBNU KH Ma ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua PBNU H Eman Suryaman, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sesepuh Cirebon KH Mukhlas Dimyati, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Hidayatullah, Wakil Sekretaris PBNU H Andi Najmi Fuadi, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen dan sekitar sepuluh ribu pendekar dan Nahdliyin.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pagar Nusa. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, AlaSantri, Hikmah KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Hentakan Tari Zapin di Solo

Solo, KOKAM Tegal. Pada malam kedua peringatan haul Habib Ali Al-Habsyi di Masjid Riyadh Solo, para peziarah dapat melihat sebuah tontonan yang menarik, yakni Tari Zapin.



Hentakan Tari Zapin di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentakan Tari Zapin di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentakan Tari Zapin di Solo

Tari tersebut dimainkan oleh satu orang atau lebih, dengan berjinjit-jinjit mereka menari bergerak ke belakang, kemudian berputar lalu bergerak kembali ke depan.

“Setiap acara haul di Solo, penampilan tari Zapin ini salah satu yang saya nantikan,” ujar Muhammad, pengunjung asal Pekalongan, , Ahad (3/3) kemarin.

KOKAM Tegal

Zapin sendiri berasal dari bahasa arab yaitu "zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut hentak pukulan. Zapin merupakan hasanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dari Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu Zapin yang didendangkan.

KOKAM Tegal

Musik pengiringnya terdiri dari dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marawis. Sebelum tahun 1960, Tari Zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki, namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan.

Di Nusantara, Tari Zapin ini sangat banyak ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama. Tarian ini juga ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kep. Riau, Pesisir Kalimantan dan Brunei.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Tokoh KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

Jombang, KOKAM Tegal. Film “Sang Kiai” dipandang sebagai tontonan yang memiliki banyak pesan moral kepada semua kalangan. Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan film ini adalah tentang kemandirian pesantren. 

Demikian disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) kepada KOKAM Tegal di kediamannya, dalem kasepuhan Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (13/6).

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

“Kita sepakat bahwa jangan sampai pesantren di tanah air membebani biaya terlalu tinggi kepada para santri,” terang Gus Solah.

Namun demikian untuk jaman seperti ini, beban biaya yang harus ditanggung orang tua atau wali santri sangatlah relatif. “Bisa saja ada yang menganggap biaya pondok terlalu tinggi, atau dapat juga jumlah tersebut diangap sebagai sebuah hal yang wajar,” tandasnya. 

KOKAM Tegal

Karena dalam kesehariannya, para santri harus makan dengan menu yang memenuhi standar kesehatan. Demikian juga mereka harus dibimbing masalah agama oleh pengurus asrama, keperluan listrik, air, kebersihan lingkungan, keperluan kesehatan dan sejenisnya.

KOKAM Tegal

“Pesantren mampu menyediakan kebutuhan dasar para santri dengan biaya yang relatif terjangkau,” ungkap ayah tiga anak ini.

Pesan yang juga sangat penting dari film ini adalah soal jihad. “Bahwa jihad tidaklah sedangkal yang dipersepsikan sebagian kalangan dengan melakukan pengerusakan dan penghilangan nyawa,” terangnya.

Bagi alumnus ITB ini, jihad dapat dilakukan dengan diplomasi. “Bagaimana menghadapi penjajah Jepang dengan tanpa menanggalkan aqidah seperti pada film, sungguh sangat elegan,” ungkapnya. Karena itu, Gus Solah sangat sepakat dengan Presiden SBY usai menonton film ini yang menyatakan bahwa Mbah Hasyim adalah sosok yang kaya strategi. 

Karena demikian dalam pesan dari film ini, maka Gus Solah mengajak untuk berbondong-bondong menonoton. Karena bila biaya pembuatan film “Sang Kiai” bisa balik modal, maka sudah akan dibuatkan episode yang lebih panjang dan mendalam. 

“Sang sutradara sudah mempersiapkan bagaimana kisah awal pendirian Nahdlatul Ulama,“ katanya. Demikian juga Gus Solah sudah mendengarkan rencana pembuatan film kiprah para pendiri bangsa ini saat awal kemerdekaan.

“Ini film penting untuk mendekatkan generasi muda dengan para pahlawan besar di jamannya,” katanya. Karena itu, hal mendesak yang harus dilakukan adalah menonton film ini secara berjamaah sehingga akan muncul film selanjutnya dengan tema yang lebih fokus dan mendalam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah

Tahun 1960-an dapat disebut sebagai tahun panas, penuh pergolakan politik. Bahkan bidang sastra pun tak luput dari hal tersebut. Salah satu peristiwa yang mencuat di dunia sastra kala itu, ketika seorang tokoh Muhammadiyah, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) ‘didakwa’ atas tuduhan plagiarisme.

Polemik ini berawal ketika seorang yang bernama Abdullah Said Patmadji (Abdullah Sp) mengirimkan beberapa resensi yang dimuat secara berkala di rubrik kebudayaan “Lentera” harian Bintang Timur milik Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah

Dalam salah satu tulisannya yang berjudul Aku mendakwa Hamka Plagiat (Bintang Timur, 5 dan 7 Oktober 1962), Abdullah Sp, menuduh buku novel Tenggelamnja Kapal van der Wijck karya Hamka merupakan plagiasi dari novel Magdalena, karya seorang sastrawan Mesir, Mustafa Al-Manfaluthi.

KOKAM Tegal

Sontak hal tersebut memunculkan pro-kontra dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan Nahdliyyin. Duta Masjarakat, salah satu koran harian milik Nahdlatul Ulama (NU) menuliskan dua artikel yang berjudul Hamka membantah hasil karjanja djiplakan dan Pembitjaraan akhir seorang sastrawan. Isi keduanya cenderung memberikan pembelaan kepada Hamka.

Berikutnya pada 7 Maret 1963, Duta Masjarakat memuat tulisan A.S. Alatas. Menurut pendapat Lektor Kepala Luar Biasa Bahasa Arab di Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu, tokoh wanita dalam Magdalena, tidaklah mirip dengan tokoh Hajati dalam novel Hamka.

Sedangkan Usmar Ismail, seorang pegiat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) milik NU, memilih sikap hati-hati dalam mengutarakan pendapat. Menurut Usmar, seorang seniman sedikit banyak akan mendapatkan pengaruh dari karya-karya dari orang lain.

KOKAM Tegal

Dan saja sebagai pengarang sangat terpengaruh pada Ibsen dan Steinbeck dan itu djelas kelihatan pada lakon-lakon karja saja “Api”. Terlebih-lebih pengarang muda, maka sulit untuk menolak pengaruh dari pengarang lain baik luar maupun dalam negeri.

Tapi bagi saja plagiat adalah bukan soal pengaruh, dia adalah persamaan tema, plot, problem dan seluruhnja sama tanpa ada keakuan sipengarang dan soal ini tidak demikian pada karja Hamka tersebut. (Bintang Timur, 21 Oktober 1962)

Dalam buku Aku Mendakwa Hamka Plagiat, Skandal Sastra Indonesia 1962-1964 (Muhidin M Dahlan, 2011), dijelaskan bahwa tema serupa menjadi perdebatan yang berlangsung cukup lama, yakni kisaran tiga tahun. Muhidin M Dahlan mengungkapkan, kala itu ‘dakwaan plagiarisme Hamka’ tak menjadi sekedar isu sastra semata, tapi juga sentimen ideologi politik. Di mana hubungan politik Islam dan ideologi politik yang dominan (Sukarno, PKI, Tentara) memburuk saat Masyumi dinyatakan sebagai partai terlarang. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri KOKAM Tegal

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Jember, KOKAM Tegal - Dalam rangka meringankan beban derita dan kepiluan etnis Rohingya, Myanmar, Polres  Jember  mengumpulkan dana dari jajaran internal Polres, Selasa (12/9). Acara yang bertitel Aksi Kemanusiaan Peduli Rohingya ini digelar di Mapolres Jember dengan mengundang Pengurus Baznas Jember.

Dana yang  terkumpul dadakan dari  kantong para polisi, termasuk Kapolres Jember Kusworo Wibowo mencapai Rp. 13.294.000. Dana itu langsung diserahkan kepada Ketua Baznas Jember HM Misbahus Salam.

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Kusworo menegaskan, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap nasib dan penderitaan etnis Rophingya. Karena itu, ia mengaku terketuk hatinya untuk sebisa mungkin membantu meringankan beban berat etnis Rohignya.

"Saya ingin menginisiasi gerakan peduli kemanusiaan untuk etnis Rohingya, dan itu harus dimulai dari pribadi-pribadi di institusi yang saya pimpin," tukasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, HM Misbahus Salam  menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk jajaran Polres Jember yang telah mengumpulkan sumbangan untuk entis Rohingya. Sumbangan tersebut, katanya, wajib disampaikan kepada yang berhak, yaitu etnis Rohingya.

KOKAM Tegal

"Namun kami masih belum tahu teknisnya, apakah sumbangan  itu lewat Kemensos ataukah Kemenlu, kami masih akan koordinasi dulu," jelasnya kepada KOKAM Tegal.

Ia berharap agar gerakan peduli kemanusiaan yang digelar Polres Jember benar-benar bisa menginspirasi instansi lain, khususnya Polres yang berbagai daerah untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok minoritas yang tengah dianiaya itu.

"Coba misalnya, setiap Polsek, bahkan Polres lain juga melakukan  gerakan serupa, berapa dana yang bisa disumbangkan untuk Rohingya," urainya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri KOKAM Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sumenep, Nu Online

Sejumlah organisasi kepemudaan memadati lantai dua Aula Utami dalam rangka mengikuti pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonisia (PC PMII) Sumenep masa khidmat 2017-2018.

Tidak semata pelantikan, kegiatan juga diisi seminar terkait pembanguna desa.

Menurut Andrian Firmansyah, forum tersebut sebagai bukti peka dan seriusnya PMII dalam mengawal pembangunan desa. "Saya mengapresiasi respon para aktifis atas isu kekinian, dan semoga senantiasa aktif mengawal ini," kata Ketua PC PMII Sumenep yang baru dilantik tersebut.

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sedangkan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur yang diwakili Imam Bongkar, berharap agar kepengurusan yang baru dilantik benar-benar serius menjalankan amanah organisasi baik dalam hal merawat kader, mengawal kedaulatan rakyat dan kebijakan pemerintah.

Hal yang sama disampaikan mantan ketua PMII Sumenep sebelumnya, Alif Rofiq. “Tolok ukur kawalan PMII terhadap pembangunan desa tidak cukup dengan kegiatan seremonial, melainkan perlu turun langsung di setiap kebijakan kepemerintahan,” katanya.

KOKAM Tegal

Pelantikan dihadiri sejumlah senior dan sejumlah Ketua PC PMII Sumenep dari masa kemasa. Juga terlihat perwakilan dari HMI, IPNU, IMM, IPPNU, GP Ansor, GMNI, sebagian pejabat, serta bupati, A Buya Busyro Karim. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Nusantara, AlaSantri, Nasional KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock