Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal

Jakarta, KOKAM Tegal. Mendiskusikan persoalan kawasan pedesaan tak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan transmigrasi. Pasalnya, jejak sejarah transmigrasi di Indonesia sempat menorehkan tinta emas dengan keberhasilannya menciptakan desa-desa baru bahkan memiliki andil besar terbentuknya dua provinsi baru di Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar dalam diskusi dengan tema Rancangan Normatif dan Praktik Empiris Pembangunan Kawasan Pedesaan yang diselenggarakan Bina Desa dan Walhi di Hotel Cemara, Jakarta, Selasa (12/5) melalui rilis yang diterima KOKAM Tegal.

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal

Marwan menjelaskan, program transmigrasi memang diakui sempat meredup pasca reformasi. Oleh karena itu, dimasa kepemimpinannya, Marwan bertekad untuk menghidupkan kembali program transmigrasi. 

KOKAM Tegal

"Jejak transmigrasi ini penting, transmigrasi berhasil menciptakan 13 ribu desa, 3000-an kecamatan, 144 kota hasil transmigrasi dan dua provinsi hasil transmigrasi," ujar Menteri Marwan.

Menteri Marwan mengaku mempunyai kiat-kiat khusus untuk menghidupkan program transmigrasi. Salah satunya dengan menempatkan para transmigran di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar di Indonesia yang selama ini tidak tergarap. 

KOKAM Tegal

"Ini sedang kita canangkan platform baru untuk transmigrasi di daerah perbatasan dan pulau terluar. Selain itu, juga ditargetkan 9 juta hektar lahan untuk transmigrasi," tandasnya.

Program transmigrasi, menurut Marwan, juga akan mereview kembali data-data untuk kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal. "Karena selama ini, kategori pembangunan daerah tertinggal masih berbasis kabupaten. Kalau merujuk data yang ada sekitar 122 kabupaten. Kalau kita dalami lagi lebih dari 200-an kabupaten yang tertinggal," ujarnya.

Dia menginginkan adanya keseimbangan antara pembangunan yang ada di desa dengan pembangunan masyarakat yang ada di kota. "Karena di situ indeks pembangunan masih rendah dan disparitasnya masing menganga. Ketersedian listrik sekitar 15 ribu desa masih belum teraliri listrik, akses komunikasi dan infrastruktur masih lemah," tandasnya.

Selain melakukan mereview kembali data daerah tertinggal, menurut Marwan, beberapa daerah yang sudah lepas dari status tertinggal masih butuh pengawalan dan pembinaan. "Daerah yang sudah terentaskan dari ketertinggalan, masih butuh pembinaan selama jangka waktu tiga tahun," imbuhnya. (Red: Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, Pahlawan, Kyai KOKAM Tegal

Kamis, 08 Maret 2018

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, KOKAM Tegal



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

KOKAM Tegal

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?

KOKAM Tegal





Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Tegal, Kiai KOKAM Tegal

Senin, 26 Februari 2018

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi

Bandung, KOKAM Tegal. Sekitar 1084 santri tingkat SLTA sederajat dari berbagai pesantren di Jawa Barat mengikuti seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama Republik Indonesia, di MAN 1 Cijerah, Kota Bandung, Kamis (7/5). PBSB sendiri merupakan program beasiswa bagi santri untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Jumlah peserta PBSB tahun ini mencapai 6178 santri yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Propinsi Jawa Timur menempati peserta terbanyak dengan jumlah 1900 santri. Disusul Jawa Barat, lalu Jawa Tengah yang mencapai 700 santri.

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi

“Keberadaan PBSB merupakan wujud perhatian Pemerintah terhadap santri. Tahapan-tahapan yang diberikan Pemerintah kita terhadap santri-santri dari tahun ke tahun semakin meningkat, salah satunya juga program beasiswa santri berprestasi ini,” terang A Buchori, kepala kantor wilayah Kementerian Agama Jawa Barat kepada KOKAM Tegal usai pembukaan seleksi PBSB tersebut.

KOKAM Tegal

Buchori menuturkan, peluang yang diberikan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program pemerintah pusat. Oleh karena itu, dia memandang keberadaan program  santri berprestasi ini adalah bagian bagaimana memberikan peluang dan tempat kepada santri untuk mengenyam pendidikan yang dibiayai oleh Pemerintah.

Ditanya tentang mengapa santri diberikan beasiswa, pihaknya menjelaskan bahwa mencerdaskan bangsa merupakan salah satu tujuan dari Negara. Sementara itu, santri adalah bagian dari bangsa ini, dan dari elemen manapun mempunyai hak yang sama. “Oleh karena itu, bukan berarti santri dimarginalkan, justru santri diberikan posisi sama dengan posisi pelajar (mahasiswa) yang lain,” jelasnya.

KOKAM Tegal

Kepala Kanwil Kemenag jabar itu menuturkan, ada beberapa jurusan dalam PBSB, secara umum terbagi dalam jurusan IPA, IPS dan Keagamaan. Itulah bahwa santri ini jangan ada stigma propinsi santri hanya bisa membaca doa saja. Padahal santri itu mestinya bisa menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai sisinya, baik IPTEK maupun agama.

“Oleh karena itu, paradigma masyarakat terhadap santri harus diubah, bahwa santri tidak hanya bisa memakai sarung dan datang ke masjid saja. Justru santri harus menunjukkan bahwa dia mempunyai nilai lebih, baik dari karakteristik sisi intelektualnya maupun  dari sisi sosialnya,” tegas dia.

Dia berharap, santri-santri dapat memanfaatkan fasilitas beasiswa ini dengan sebaik-baiknya, agar ke depan santri dapat bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan Negara. “Artinya, ke depan ketika mereka menjadi intelektual-intelektual adalah intelektual yang bukan karbitan, tapi intelektual-intelektual yang memenuhi harapan agama, bangsa dan Negara,” harap dia.

Rencananya, hasil seleksi akan diumumkan tanggal 4 Juni 2015. Untuk kuota PBSB 2015, Kemenag RI menyediakan 300 kuota yang tersebar diberbagai jurusan di perguruan tinggi seperti seperti IPB, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Gunung Djati, UPI, UIN Sunan Kalijaga, UIN Walisongo, UGM, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Sunan Ampel dan ITS. (Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Pahlawan KOKAM Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Ciamis, KOKAM Tegal?

Satu jam sebelum azan Jumat berkumandang, rombongan pelajar putra dan putri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tiba di Pondok Pesantren Kasepuhan Atas Angin. ? Mereka akan mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) 2016 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti pelajar Ciamis, melainkan Kota Banjar.?

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Setelah menempati ruangan yang telah disediakan tuan rumah, tanpa komando mereka langsung bergegas untuk membersihkan peluh keringat mereka. Tak kurang dari 40 anggota IPNU langsung memadati masjid setempat, sedang anggota IPPNU langsung mengumpulkan logistik dan berkoordinasi dengan tuan rumah.?

Selepas Jumatan, perwakilan dari panitia langsung menemui pengasuh pesantren KH Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi Qs yang akrab dipanggil Abah Irfa’i. Dengan wajah berseri Abah menyambut mereka. Abah Irfa’i duduk di tengah peserta Lakmud, kemudian ia memimpin tahlilan. Setelah selesai, dengan membaca basmalah, Abah Irfa’i membuka kegiatan tersebut.

Abah berpesan, acara-acara seperti ini haruslah tetap lestari. “Insyaallah akan terwujud generasi santri yang akan mengisi dalam setiap lini pembangunan negara dan bangsa yang mempunyai akhlak mulia, yang mempunyai nurani yang sambung kepada Allah dan rasulnya,” ungkap Mustasyar PCNU Kabupaten Ciamis ini pada Jumat 4 November 2016.?

KOKAM Tegal

Malam hari, H. Tatang Nawawi menyampaikan materi Aswaja dan Nahdhathul Ulama. Selain sejarah Aswaja yang disampaikan, ia juga menyampaikan kelahiran Nahdathul Ulama dan perannya mengawal pembangunan bangsa.?

Materi disampaikan dengan diselingi guyonan khas Sunda menjadikan suasana semakin hangat. Dua jam Ustadz Tatang menyampaikan materi bergaya stand-up comedy untuk menjaga semangat peserta Lakmud.?

Keesokan harinya, para peserta berkeliling pondok pesantren. Disuguhi pemandangan alam yang indah, mereka dipandu santri pondok untuk melihat bagaimana kegiatan pondok yang fokus pada pertanian, yakni sistem pembudiyaan tanaman kapolaga dan jenis terong-terongan. Pondok pesantren juga tetap menjaga kelestarian hutan.?

Kemudian kembali Abah Irfa’i berpesan kepada peserta Lakmud, “Jangan menyerah terhadap alam karena segersang apa pun alam itu adalah karunia Allah. Sebagai abdi Allah, maka kita wajib menerima dan berikhtiar menjaga dan melesterikannya. Walaupun batang mawar tumbuh duri, akan tetapi semerbak wanginya menjadikan duri bukan sebagai halangan, namun sebagai karomahnya.”?

Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Barat Amin Fajri turut hadir. Ia menyampaikan materi komunikasi dalam organisasi dan keluar. Baginya, kunci utama dari organisasi adalah kesehatan. Untuk menjadi sehat, ia berpesan untuk saling berkomunikasi antar-sesamanya sehingga semua permasalahan dan program-program berjalan dengan baik. “Ketika dalam tubuh kita telah sehat, maka sehat pula pergaulan kita,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Menurut dia, IPNU dan IPPNU merupakan organisasi dasar. Oleh karena itu, mereka harus berpondasi dasar kuat juga, “Pelatihan seperti Makesta, Lakmud dan Lakut merupakan rutinitas, yang penting tetap menjaga komunikasi antar sesamanya.”?

Lebih lanjut, ia berpendapat, ada yang menarik ketika melihat NU di Jawa Barat. Di provinsi tersebut mayoritas masyarakat dapat dikatakan Nahdliyin, tetapi jarang terdengar gaungnya, bahkan tenggelam oleh organisasi keislaman lainnya. “IPNU dan IPPNU melaksanakan Makesta, Lakmud dan Lakut maka diharapkan gaung Nahdliyin dapat kembali bergema di bumi Pasundan,” ujarnya.

Amin mendorong anggota IPNU dan IPPNU berpartisipasi aktif di dalam masyarakat dan mengembangkan karakter kemandiriannya. Kultur masyarakat Jawa Barat terkenal jiwa eunterprener-nya seperti yang dilakukan IPPNU Garut yang telah membangun koperasi dan membuka usaha jasa angkut.

Ia juga mengomentari isu yang berkembang mengenai radikalisi dan anarkisme yang memakai tameng agama. Menurutnya, sebagai kader NU, harus berpikir secara komprehensif, tidak terbawa arus. “Daripada membawa kader nahdiyin yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU dalam kekeruhan politik, lebih baik saya mengajak mereka untuk berwirausaha dan mengajak mereka menguri-uri tradisi para ulama terdahulu,” ujarnya.

Pengurus IPPNU tingkat wilayah dan cabang, berkomentar sama terkait kurang bergemanya gaung ke-NU-an di wilayah jawa Barat. Walaupun di sini mempunyai tradisi pesantren, tetapi tidak semasif dan semarak dijawa Timur dan Jawa Tengah.?

“Untuk mengajak teman-teman pelajar bergabung, kita harus menyelami karakter mereka, bahkan dari beberapa pertemuan terkait dengan kegiatan kita lakukan di taman-taman kota, mall dan lainnya,” ujar Adisty, Ketua IPPNU Cabang Ciamis dan dua Pengurus Wilayah Jawa barat.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi IPPNU kini dan kedepannya akan semakin besar, seperti halnya terkait dengan isu feminisme dan emansipasi wanita.?

“Dalam hal ini kita perlu berhati-hati dikarenakan dapat mengundang keramaian seperti halnya permasalahan jilbab, kami di pengurus tidak pernah menyoalkan mengenai bentuk jilbab ataupun kerudung, diikarenakan yang baik bagi kami mereka sudah mau menutup auratnya saja sudah cukup,” ujarnya.

Abah Irfa’i kembali berpesan pelajar-pelajar NU dengan menceritakan tentang kemerinduannya dengan jiwa-jiwa santri yang penuh semangat, terlebih mereka yang sami’na waato’na terhadap para ulama yang senantiasa mengharap berkah dan karomahnya, membimbingnya selalu untuk berjalan dalam keridhoan Allah.?

“Yang perlu digarisbawahi dalam kehidupan di alam dunia ini adalah meyakini akan ketetapan Allah dan senantiasa mengharap limpahan rahmatnya, dikarenakan dimana pun kalian berada dan kapan pun maka kalian akan selalu ada dalam keadilan Allah, dengannya maka kita harus bersyukur atas limpahan rahmatnya, walaupun akal kita berbicara sebaliknya,” jelasnya.?

Dalam perhitungan kita baik 2+2 ataupun 2x2 adalah 4, namun lanjutnya, bagi manusia yang telah memahami bahwa dirinya sebagai hamba Allah, maka jawabannya adalah massya Allah, semua telah menjadi kehendak dan ketentuan Allah.?

Dalam pesan terakhirnya, Abah mengatakan bahwa generasi nahdliyin adalah generasi yang selalu mengharap berkah dari para warisatul anbiyya dan selalu berimbang kepadanya. (Mazhar Ali/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Pendidikan KOKAM Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima

Probolinggo, KOKAM Tegal



Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, puluhan santriwan dan santriwati beserta dewan guru ? Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo berziarah ke makam wali 5 (lima), Rabu dan Kamis (24-25/5) sore.

Pada ziarah wali lima ini, para santriwan dan santriwati mengunjungi satu per satu makam wali Allah. Di setiap makam wali Allah yang didatangi, para santri menggelar tahlil dan doa bersama-sama. Mereka berharap mampu meneladani perjuangan para kiai dan ulama yang diziarahi tersebut.

Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima

Indra Subiantoro, salah satu dewan guru mengungkapkan kegiatan ini bertujuan ingin memperkenalkan pahlawan Islam yang telah berjuang dalam melakukan dakwah agama Islam di pulau Jawa. “Setidaknya nanti para santri mampu lebih mengenal pejuang Islam di Jawa,” katanya.

Melalui kegiatan ini Indra mengharapkan agar para santri mampu meneladani perjuangan para wali Allah dalam berjuang menegakkan agama Allah, khususnya di pulau Jawa sehingga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.

KOKAM Tegal

“Semoga dengan kegiatan ini para santri lebih memahami bagaimana perjuangan yang dilakukan para ulama dalam menegakkan Islam di pulau Jawa. Dari memahami nantinya akan mengerti dan selanjutnya meneladani segala tindak dan tanduk para wali Allah,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pahlawan KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya

Jakarta, KOKAM Tegal. Pemerintah bersama DPR RI telah menetapkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2016, rata-rata sebesar Rp34.641.304 atau 2.585USD dengan kurs per Dollar Rp13.400. Jumlah ini turun 132USD dibandingkan dengan BPIH 2015.

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya

Lantas untuk apa sajakah uang yang dibayarkan oleh jamaah haji itu? Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadan Harisman menjelaskan bahwa dana yang dibayar oleh jamaah hanya untuk membiayai dua komponen, yaitu: biaya tiket pesawat dan sebagian biaya pemondokan di Makkah.?

“Sisanya dibayar dari hasil optimalisasi dana setoran awal,” terang Ramadan saat memberikan materi terkait Kebijakan Pengelolaan Dana Haji pada Pembekalan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (15/6) malam seperti dilansir kemenag.go.id.

Menurut Ramamdan, komposisi BPIH mencakup empat komponen, yaitu: pertama, tiket pesawat, airport tax, serta biaya angkut bagasi dari Jeddah ke pemondokan dan sebaliknya. Rata-rata besaran biaya komponen iniadalah 25.434.354. “Yang dibayar jamaah Rp25.234.354. adapun yang Rp200.000 diambilkan dari dana optimalisasi,” terangnya.

KOKAM Tegal

Komponen kedua adalah pemondokan di Makkah dengan pagu rata-rata SAR4366. Adapun yang dibayar jamaah hanya SAR 1.135 atau sebesar Rp4.051.950. Sisanya yang sebesar SAR 3.231 dialokasikan dari dana optimalisasi.

Komponen ketiga, pemondokan di Madinah dengan pagu rata-rata SAR 850 dan seluruhnya dibayar dari dana optimalisasi. Sedangkan komponen keempat adalah living cost sebesar SAR 1.500 atau sebesar Rp5.355.000, yang nantinya akan dikembalikan kepada jamaah menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

Dari keempat komponen ini, total biaya yang dibayarkan jamaah rata-rata nasionalnya adalah Rp34.641.304. Dari keempat komponen ini, total biaya yang dibayarkan jamaah rata-rata nasionalnya adalah Rp34.641.304. Lantas bagaimana dengan ? biaya konsumsi jamaah selama di Arab Saudi? Juga biaya transportasi jamaah di Arab Saudi? Termasuk biaya manasik dan akomodasi di dalam negeri, serta embarkasi? Ramadan memastikan bahwa semua biaya itu diambilkan dari hasil pengembangan setoran BPIH atau yang disebut sebagai dana optimalisasi.

Ramadan menambahkan bahwa total dana haji yang terkumpul sampai dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun ? 2015 sebesar Rp81,59 triliun. Menurutnya, setiap tahun ada penambahan sekitar Rp8 – 9 triliun sehingga akumulasi dana haji sampai 2020 diperkirakan bisa mencapai Rp120 triliun.

“Kalau tidak dioptimalkan sayang karena dari optimalisasi itulah bisa ditekan biaya haji. Untuk itu, dana haji harus dikelola dengan baik agar nilai manfaatnya bisa dikembalikan ke jamaah,” tandasnya. (Red: Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Hadits KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan

Probolinggo, KOKAM Tegal - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Gerakan Pemuda Ansor Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo mengadakan pembacaan sholawat nabi bersama-sama, Kamis (4/1) malam. Kegiatan ini rutin diadakan setiap 2 minggu sekali secara bergiliran dan berkesinambungan di Kelurahan Ketapang.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan yang diikuti oleh 70 orang peserta itu juga dilakukan dialog interaktif tentang meneguhkan amaliyah NU dalam bingkai kebhinekaan. Kegiatan ini mengambil tema Meneguhkan Amaliyah Ahlussunnah wal jama’ah Dalam Bingkai Kebhinekaan.

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan

Selain jajaran pengurus GP Ansor Kelurahan Ketapang, kegiatan ini juga melibatkan Lurah Ketapang, Babinsa, Babinkamtibmas, Karang Taruna, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat dan masyarakat Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan.

Ketua Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang Lutfi Abdurrohman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi amaliyah NU serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam bingkai kebhinekaan. “Semoga dengan kegiatan ini para pemuda Ansor tetap kompak dan berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah wal jamaah,” katanya.

KOKAM Tegal

Menurut Lutfi, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini Ranting GP Ansor Ansor Kelurahan Ketapang ke depannya akan tetap eksis dan istiqomah menjalankan amaliyah-amaliyah NU.

KOKAM Tegal

“Tentunya, semakin maju dengan program-program pemberdayaan pemuda. Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang menjadi penjaga keutuhan NKRI dan penjaga kebhinekaan dan GP Ansor menjadi penjaga Islam rahmatan lilalamin,” tegasnya.

Pembina Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang Masyhuri Nurzah mengatakan, keberadaan Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai wadah bagi para pemuda, untuk memberikan penguatan paham-paham ke-NU-an bagi para pemuda dari pengaruh-pengaruh gerakan Islam radikal sehingga Ansor menjadi tameng penjaga NKRI dari rong-rongan gerakan Islam kiri.

“Mudah-mudahan GP Ansor menjadi wadah bagi para pemuda untuk meningkatkan perekonomian melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang digagas dan didirikan oleh Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock