Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi

Bandung, KOKAM Tegal. Sekitar 1084 santri tingkat SLTA sederajat dari berbagai pesantren di Jawa Barat mengikuti seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama Republik Indonesia, di MAN 1 Cijerah, Kota Bandung, Kamis (7/5). PBSB sendiri merupakan program beasiswa bagi santri untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Jumlah peserta PBSB tahun ini mencapai 6178 santri yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Propinsi Jawa Timur menempati peserta terbanyak dengan jumlah 1900 santri. Disusul Jawa Barat, lalu Jawa Tengah yang mencapai 700 santri.

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi

“Keberadaan PBSB merupakan wujud perhatian Pemerintah terhadap santri. Tahapan-tahapan yang diberikan Pemerintah kita terhadap santri-santri dari tahun ke tahun semakin meningkat, salah satunya juga program beasiswa santri berprestasi ini,” terang A Buchori, kepala kantor wilayah Kementerian Agama Jawa Barat kepada KOKAM Tegal usai pembukaan seleksi PBSB tersebut.

KOKAM Tegal

Buchori menuturkan, peluang yang diberikan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program pemerintah pusat. Oleh karena itu, dia memandang keberadaan program  santri berprestasi ini adalah bagian bagaimana memberikan peluang dan tempat kepada santri untuk mengenyam pendidikan yang dibiayai oleh Pemerintah.

Ditanya tentang mengapa santri diberikan beasiswa, pihaknya menjelaskan bahwa mencerdaskan bangsa merupakan salah satu tujuan dari Negara. Sementara itu, santri adalah bagian dari bangsa ini, dan dari elemen manapun mempunyai hak yang sama. “Oleh karena itu, bukan berarti santri dimarginalkan, justru santri diberikan posisi sama dengan posisi pelajar (mahasiswa) yang lain,” jelasnya.

KOKAM Tegal

Kepala Kanwil Kemenag jabar itu menuturkan, ada beberapa jurusan dalam PBSB, secara umum terbagi dalam jurusan IPA, IPS dan Keagamaan. Itulah bahwa santri ini jangan ada stigma propinsi santri hanya bisa membaca doa saja. Padahal santri itu mestinya bisa menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai sisinya, baik IPTEK maupun agama.

“Oleh karena itu, paradigma masyarakat terhadap santri harus diubah, bahwa santri tidak hanya bisa memakai sarung dan datang ke masjid saja. Justru santri harus menunjukkan bahwa dia mempunyai nilai lebih, baik dari karakteristik sisi intelektualnya maupun  dari sisi sosialnya,” tegas dia.

Dia berharap, santri-santri dapat memanfaatkan fasilitas beasiswa ini dengan sebaik-baiknya, agar ke depan santri dapat bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan Negara. “Artinya, ke depan ketika mereka menjadi intelektual-intelektual adalah intelektual yang bukan karbitan, tapi intelektual-intelektual yang memenuhi harapan agama, bangsa dan Negara,” harap dia.

Rencananya, hasil seleksi akan diumumkan tanggal 4 Juni 2015. Untuk kuota PBSB 2015, Kemenag RI menyediakan 300 kuota yang tersebar diberbagai jurusan di perguruan tinggi seperti seperti IPB, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Gunung Djati, UPI, UIN Sunan Kalijaga, UIN Walisongo, UGM, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Sunan Ampel dan ITS. (Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Pahlawan KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban

? Jakarta, KOKAM Tegal

Umat Islam khusunya dan kaum beragama di Indonesia umumya diimbau untuk bersatu-padu bahu-membahu membangun peradaban dan tatanan masyarakat yang lebih baik dan maju. Peradaban yang baik tidak akan pernah dicapai oleh masyarakat yang terpecah-belah.

Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban

Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini di acara maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan oleh Majlis Darul Hasyimi Jakarta Selatan yang dipimpin oleh Mustasyar PBNU Habib Luthfi bin Yahya (6/8). Dalam sambutannya, pria kelahiran Cirebon tersebut menjelaskan bahwa perbedaan itu hal yang lumrah. Perbedaan tidak boleh dipertajam. Justru sebaliknya, perbedaan bisa dijadikan modal untuk mencari persamaan satu dengan lainnya.

“Sudah saatnya kita tidak menghabiskan waktu hanya untuk mengurusi hal yang tidak terlalu urgen. Bukan saatnya lagi membahas hal yang remeh-temeh. Kita harus mulai lebih memikirkan hal yang dapat membangun umat seperti pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, dan juga kesehatan,” jelas Helmy.

Mengenai konflik bernuansa agama belakangan ini, Helmy menjelaskan bahwa yang paling penting untuk didahulukan adalah sikap waspada dan hati-hati dalam memandang sebuah peristiwa. “Kita tidak boleh gegabah menyimpulkan sebuah peristiwa. Harus jelas ditelusuri kronologinya agar kita tidak salah menyimpulkan,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Selain dihadiri langsung oleh Habib Luthfi bin Yahya, majlis maulid tersebut juga dihadiri oleh Habaib lainnya di sekitar Jakarta beserta ratusan jamaah. Habib Luthfi berpesan agar bangsa Indonesia bersetia kepada Pancasila. ?

“Pancasila merupakan manifestasi dari penafsiran terhadap ajaran agama dan bagaimana manifestasi tersebut bisa terimplementasikan guna menuju kemanusiaan yg adil dan beradab,” tandas Habib Luthfi. (Fariz Alniezar)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Nahdlatul KOKAM Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

BHNU: Sertifikasi Halal NU bukan Kesempatan Ekonomi, tapi Perlindungan

Jakarta, KOKAM Tegal. Pembentukan Badan Halal NU (BHNU) didasari atas kebutuhan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk tujuan pencarian keuntungan dalam upaya perlindungan konsumen Muslim untuk memperoleh produk yang sesuai dengan ketentuan syariah.

Ketua BHNU Prof Dr Maksum Mahfudh menegaskan, urusan labelisasi halal sama sekali bukan kesempatan ekonomi, tetapi proteksi konsumen dan promosi produsen. Konsumen harus diproteksi dari makanan yang tidak halal sekaligus ikut mempromosikan agar konsumen mencari produk yang sudah halal sehingga produsen yang memiliki sertifikat halal akan mendapat nilai tambah.

BHNU: Sertifikasi Halal NU bukan Kesempatan Ekonomi, tapi Perlindungan (Sumber Gambar : Nu Online)
BHNU: Sertifikasi Halal NU bukan Kesempatan Ekonomi, tapi Perlindungan (Sumber Gambar : Nu Online)

BHNU: Sertifikasi Halal NU bukan Kesempatan Ekonomi, tapi Perlindungan

“Kita harus mempromosikan pentingnya mengkonsumsi produk halal kepada masyarakat, tetapi proses produksi halal ini akan menyebabkan harga produknya lebih tinggi daripada produk yang tidak dijamin kehalalannya. Kita mengedukasi masyarakat tentang jaminan produk halal ini, jangan sampai yang halal malah tidak laku karena harganya lebih tinggi,” paparnya, Jum’at (28/3).

KOKAM Tegal

Menurutnya, sertifikasi halal merupakan urusan privat yang kini sudah bisa dilakukan oleh masyarakat tanpa campur tangan negara dengan baik, sedangkan negara mengurusi public good yang tidak mampu dikelola secara langsung oleh masyarakat. Dalam rancangan UU Jaminan Produk Halal (JPH), Pemerintah melalui Kementarian Agama masih berusaha berperan sebagai regulator, sekaligus sebagai operator JPH. 

“Biarlah negara sebagai regulator, pengawas, dan pengendali. Kalau negara berperan sebagai regulator sekaligus operator, rawan penyalahgunaan,” tandasnya. 

KOKAM Tegal

Dengan perspektif sertifikasi halal sebagai pelayanan, maka tidak ada fee atau penambahan biaya yang tidak perlu yang harus dikeluarkan kepada produsen yang ingin mendapatkan sertifikasi halal dari NU. Biaya yang muncul semuanya terkait secara langsung dengan operasional proses sertifikasi. Andi Najmi, direktur hukum BHNU sangat mendukung pemberian label halal sebagai bentuk pelayanan ini. Jika perspektif ini yang dipakai, maka tidak akan ada rebutan pengelolaan label halal. 

“Saya mencurigai draft RUU JPH saat ini punya kecenderungan berorientasi pada pendapatan, salah satunya ada yang ketentuan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), padahal produsen sudah membayar pajak. Ini bukan unsur perlindungannya yang ditekankan dan pada akhirnya, beban ini harus ditanggung oleh konsumen,” tandasnya.

Selanjutnya ia meminta agar sertifikasi halal dibuka untuk semua ormas yang memenuhi syarat, bukan monopoli MUI, yang posisinya dalam UU Ormas juga organisasi massa dan bukan menjadi suprastruktur organisasi lain seperti NU dan Muhammadiyah. Diantara persyaratan yang diusulkannya adalah memiliki jamaah atau anggota, memiliki sistem dan standar halal sementara untuk laboratorium halal bisa bekerjasama dengan pihak lain. 

“Kalau punya fatwa tapi tidak memiliki anggota atau jamaah yang mengikutinya bagaimana,” tanyanya.

Ia mencontohkan, di Australia terdapat banyak sembilan badan sertifikasi halal dan semuanya berjalan baik. Dengan banyaknya lembaga sertifikasi, produsen dan konsumen akan bisa menilai mana lembaga yang memberi pelayanan yang baik dan mana yang tidak. 

“Memang perlu aturan yang menjadi panduan bersama, seperti apakah boleh ada produk yang mendapat sertifikasi halal lebih dari satu dan jika ditolak, apa boleh meminta ke lembaga lain dalam waktu yang bersamaan. Nanti regulator yang akan mengaturnya,” katanya.

Ia sepakat dengan adanya profesionalitas dan transparansi pelayanan, termasuk keuangan karena setiap warga negara berhak meminta informasi terhadap lembaga publik. “Jangankan terhadap BHNU, laporan keuangan PBNU pun kita kasih.”

Bagi perusahaan yang sudah mendapat sertifikasi halal, BHNU setiap tahun akan melakukan uji sampling, tetapi berbeda dengan uji statistik yang memiliki standar error tertentu. Tingkat kehalalan harus dijamin 100 persen, karena itu, ketika ada satu sampel yang ditemukan tidak memenuhi standar halal, maka harus dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan. 

Seluruh proses halal tersebut, melibatkan Dewan Tahkik atau dewan pengawas yang terdiri dari para kiai kompeten, ahli kimia, ahli pangan, maupun teknik industri yang telah berpengalaman dalam sertifikasi halal. Saat ini, bidang garapannya terbagi pada pangan dan obat-obatan yang masing-masing dipimpin oleh satu orang direktur.

Bagi perusahaan yang ingin mengajukan sertifikasi halal, mereka dapat mengunduh formulir yang ada di www.nu.or.id yang selanjutnya bisa dikirim via email atau surat ke kantor BHNU gedung PBNU lt 5 jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.

Dalam waktu dekat, BHNU akan memperluas jaringannya dengan membentuk badan halal di tingkat propinsi atau cabang atau setara dengan kabupaten kota dengan prioritas ditempat tersebut sudah terdapat laboratorium uji halal sehingga biayanya lebih efisien. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ubudiyah, Nahdlatul, Humor Islam KOKAM Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, KOKAM Tegal. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

KOKAM Tegal

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

KOKAM Tegal

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Budaya, IMNU KOKAM Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan

Probolingo, KOKAM Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo periode 2014-2015 secara resmi dilantik, Kemarin (18/03), di Gedung Serba Guna Joyo Lelono, Kota Probolinggo. Mereka diingatkan untuk setia menjadi organisasi pergerakan.

Abidurrahman, perwakilan Pengurus Besar PMII yang hadir pada kesempatan tersebut berpesan, dalam menjalankan roda keorganisasiannya PMII tidak boleh keluar dari dua identitas, yakni identitas sebagai organisasi kader dan identitas sebagai organisasi gerakan.

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan

Menurutnya, tantangan PMII dan bangsa Indonesia ke depan adalah imperialisasi ekonomi dan liberalisasi ekonomi. “PMII tidak boleh diam. Kita harus bergerak menjaga NKRI,” jelas Abidurrahman.

KOKAM Tegal

Hadir dalam acara pengukuhan ini Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Abdul Azis, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur Abdullah Junaedi, Katib Suriah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif, serta sejumlah tamu dari Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nu (IPPNU), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Probolinggo.

KOKAM Tegal

Dalam pelantikan yang diikuti sekitar 130 kader dari rayon dan komisariat PMII se-Probolinggo ini, KH Syafruddin mengingatkan agar PMII tetap di jalur yang benar. . “PMII harus on the track lagi. Jauhi buku Das Kapital. Kaji kembali kitab Ihya’ Ulumuddin. Pergerakan itu harus bertujuan mencari rida Allah,” terangnya.

Dewasa ini, kata KH Syafruddin,  kemerdekaan Indonesia hanya tinggal nama. Indonesia negeri kaya tapi rakyatnya masih banyak yang miskin. “Kekayaan alam Indonesia habis dikuras  asing dan investor,” katanya.

Syubbanul yaum rijalul ghad, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan,” imbuhnya. Di akhir tausiyah, KH Syafruddin berharap kader PMII memaksimalkan potensi dirinya untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil mengatakan, dibutuhkan kebersamaan yang solid untuk mewujudkan cita-cita bersama. Cita-cita PMII juga cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. “Saya harap semua elemen bisa bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita bersama ini,” tuturnya. (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Nahdlatul, Kajian Islam KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Solo, KOKAM Tegal

Melalui Badan Semi Otonom (BSO) yaitu Terkepal, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan mengadakan kegiatan diklat jurnalistik Solo, selama dua hari (25-26/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat PC PMII Kota Solo Jl Sawo III No 25 Klangsuran, Karangasem, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan bertema ‘Menumbuhkan Budaya Literasi dalam Menjawab Tantangan Zaman’ tersebut memiliki tujuan yaitu sebagai salah satu sarana untuk mendorong anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dalam dunia literasi. Selain itu, kegiatan ini sebagai sarana open recruitmen di dalam BSO Terkepal sendiri.

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Joko Priyono selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini selain mendorong dalam hal literasi kepada setiap peserta yang mengikuti diklat ini namun juga menekankan pada peran dan tanggung jawab sebagai anggota maupun kader PMII Komisariat Kentingan.

Dalam sambutannya dia menyampaikan kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

“Yang perlu digaris bawahi dari kutipan tersebut adalah masyarakat dan sejarah, kalau dihubungkan dengan organisasi PMII, bahwasannya dua tanggung jawab kita adalah memperjuangkan NKRI dan menyiarkan Islam yang berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Tentu dengan melihat tanggung jawab tersebut harapannya melalui dunia literasi kita akan selalu berusaha untuk mewujudkan dua hal tersebut,” papar Joko.

KOKAM Tegal

Dalam kesempatan lain, Tsaniananda, Ketua PMII Komisariat Kentingan, mengatakan bahwa literasi merupakan kata lain dari keberaksaraan yang mengandung dua hal yang pokok yaitu membaca dan menulis.

“Untuk memulai menumbuhkan budaya tersebut tentu kita harus memulai dengan hal yang sederhana seperti membiasakan untuk membaca, dan kemudian dikembangkan melalui metode berpikir yang nantinya bisa disampaikan lewat tulisan. Kalau budaya literasi tidak dikembangkan apakah kita akan masih berharap seperti para pejuang-pejuang literasi terdahulu seperti Al-Ghozali, Al-Kindi, Hatta, Pramoedya ataupun yang lainnya”, Terang Ninda.

Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 17 peserta yang terdiri dari anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dengan cakupan lima materi yakni masing-masing adalah Penulisan Keilmiahan, Pengenalan Pers dan Jurnalistik, Pelatihan Desain Grafis, Teknik Penulisan Berita dan Opini di Media dan Gerakan Sosial Media. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Aswaja, AlaSantri KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror?

Depok, KOKAM Tegal. Psikolog sekaligus peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Bagus Takwin mengemukakan motif seseorang melakukan teror adalah kekuasaan, prestasi, atau afiliasi. 

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror?

"Yang paling menonjol dan banyak ditemui pada pelaku teror ataupun pemimpin teror adalah motif kekuasaan," kata Bagus di Depok, Jawa Barat, Rabu.

Bagus mengemukakan hal tersebut berdasarkan studi-studi psikologi terhadap para pelaku teror.

KOKAM Tegal

Berdasarkan studi-studi tersebut, lanjutnya, tidak banyak motif prestasi dan motif afiliasi yang merupakan keinginan mencapai sesuatu dan ikut bergabung karena kedekatan pertemanan atau keluarga.

Bagus pernah mewawancarai sejumlah mantan pelaku teror di Lamongan sebagai salah satu responden penelitiannya.

KOKAM Tegal

Menurut Bagus, dia tidak menemukan pelaku teror yang memiliki gangguan psikologis atau kejadian pada masa lalu. 

"Gangguan psikologis atau kejiwaan tidak banyak berpengaruh. Ternyata psikologis mereka baik baik saja, masa kecil mereka juga bahagia," kata Bagus.

Idamkan Mati Sahid

Dalam penelitiannya, Bagus pun menemukan bahwa para pelaku teror tersebut mengidam-idamkan mati sahid yang menjadi tujuannya. 

Kelompok teror tersebut, menurut Bagus, lebih mementingkan kehidupan akherat ketimbang hidup di dunia. 

"Mereka lebih menginginkan kehidupan setelah mati," ujar Bagus.

Namun, Bagus mengatakan, dirinya belum mengetahui alasan seseorang mengidamkan hal tersebut. "Perlu ada studi lebih lanjut," katanya.

Karakteristik

Pelaku teror juga bisa dikenali dari ciri-ciri cara berpikirnya. 

Bagus menguraikan, pelaku teror merasakan kekalutan dalam dirinya, seperti marah terhadap situasi saat ini, merasa dunia berjalan secara tidak baik, dan menganggap orang lain tak bisa melakukan apapun, merasa diabaikan, merasa tidak adil dan tak berdaya terhadap situasi.

"Pelaku teror tidak mau membicarakan masalah lagi, tapi ingin langsung melakukan tindakan nyata," ujar dia.

Dengan melakukan tindakan teror, lanjut Bagus, ada perasaan-perasaan yang didapat oleh pelaku setelah menjalaninya. 

"Mereka akan mendapatkan identitas sosial, dan penghargaan dari kelompoknya, juga sebagai petualangan bagi yang berusia  muda " kata psikolog tersebut.

Peneliti lain dari Fakultas Psikologi UI Solahudin mengatakan para teroris rata-rata berusia 20 tahunan. 

"Biasanya di bawah 30 (tahun), paling muda 16 paling tua 30," kata Solahudin.

Dalam menekan jumlah terorisme, Bagus berpendapat caranya bukan membalas dengan kekerasan.

Hal yang seharusnya dilakukan adalah mengubah persepsi pelaku teror terhadap dunia yang dianggapnya tidak baik.

"Membuat persepsi mereka bahwa dunia ini nyaman, tentram, bukan sebaliknya dilawan dengan kegeraman," kata Bagus. 

Ia beranggapan, pelaku teror bisa dijauhi dari kekerasan dengan pendekatan dialog dan uluran tangan.

Metode tersebut pun terbukti ampuh dalam membuat pelaku teror jaringan Jamaah Islamiyah dan Moro Islamic Liberation Front, Ali Fauzi, tersentuh dan meninggalkan dunia terorisme. 

Ali pergi ke Moro, Filipina, dan ditangkap kepolisian setempat hingga dipulangkan ke Indonesia.

"Saya tersentuh dengan polisi yang menjemput saya di bandara, bahkan mengantarkan saya ke rumah ibu saya," ujar Ali. 

Selain itu, Ali meninggalkan dunia terorisme juga karena bujukan dari kedua kakaknya, Ali Ghufron dan Ali Imron, yang mengajaknya berhenti menjadi pelaku teror. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Nahdlatul, Meme Islam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock