Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir

Sidoarjo, KOKAM Tegal

Dalam rangka mempersiapkan mutu lulusan, Universitas NU (UNU) Sidoarjo telah memastikan diri dengan barbagai kegiatan di antaranya dengan mengikuti seleksi Proposal Hibah Pusat Karir di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada April 2016.

Irviandi Yudhotomo, dosen UNU Sidoarjo yang mengikuti seleksi tersebut menjelaskan, Hibah Pusat Karir merupakan program dari Kemenristekdikti untuk peningkatan kualitas lulusan di sebuah perguruan tinggi. Selain itu, program Pusat Karir dapat diikuti mahasiswa tanpa ada batasan semester dan jurusan.? ?

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir

Artinya, apapun jurusannya dan berapapun semesternya, bagi mahasiswa yang memiliki nilai tambah berupa bakat dan minat selain jurusan yang diambil dapat dimaksimalkan potensinya di Pusat Karir. Selain itu juga untuk pematangan dan pemetaan karir melalui program Karir Kompas yang dijalankan sebelum mereka lulus.

KOKAM Tegal

"Jadi mahasiswa yang memiliki potensi lain selain jurusan yang dia ambil bisa dimaksimalkan melalui program Pusat Karir," ujar dosen yang akrab disapa Pak Irviandi itu, Senin (9/5). ?

Ia menambahkan, dengan adanya hibah tersebut peluang mahasiswa UNU Sidoarjo dalam mengembangkan karir dapat dimulai sebelum mereka lulus. Selain itu, program tersebut juga membantu mahasiswa mengurangi masa tunggu masuk dunia kerja setelah lulus –permasalahan yang masih terjadi pada lulusan perguruan tinggi.

KOKAM Tegal

Berdasar pada Nota Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Bantuan Pengembangan Layanan Pusat Karir 2016 Nomor: 642.172/B3.4/KM/PK/2016 tertanggal 25 April 2016, UNU Sidoarjo bersama Kementerian Ristekdikti akan melakukan sederetan program pembinaan karir mahasiswa selama 6 bulan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Khutbah, PonPes KOKAM Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Lailatul Ijtima’ Simpul Kerekatan Warga Banyudono

Boyolali, KOKAM Tegal. Kegiatan lailatul ijtima’ yang digelar rutin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan Banyudono kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menjadi ajang silaturahim antarwarga NU. Lailatu ijtima’ juga menjadi wadah perekatan NU dengan masyarakat setempat.

“Kegiatan Lailatul Ijtima’ ini kita harapkan bisa menjadi ajang anjangsana dari satu desa ke desa. Sehingga, NU bisa dikenal di tiap desa,” terang Ketua MWCNU Banyudono Zainal Arifin di desa Surobayan Banyudono, Selasa (24/12).

Lailatul Ijtima’ Simpul Kerekatan Warga Banyudono (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima’ Simpul Kerekatan Warga Banyudono (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima’ Simpul Kerekatan Warga Banyudono

Menurutnya, silaturahim ini juga dapat menyinergikan program NU dan kepentingan masyarakat. Zainal menambahkan, lailatul ijtima’ dilanjutkan dengan program pembentukan ranting di tiap desa.

KOKAM Tegal

Kesempatan itu juga diisi dengan kajian kitab Tafsir Showi yang disampaikan Rais Syuriah Banyudono KH Asikin.

KOKAM Tegal

Kiai Asikin yang menerangkan kandungan surah al-Fatihah, menekankan pentingnya surah ini. “Diusahakan kita bisa membacanya dengan benar, sebab surah ini menjadi salah satu rukun dalam shalat,” tuturnya.

Dia menganjurkan warga NU untuk membenahi kemabli bacaan surah al-Fatihah. Penting untuk mereka kembali belajar kepada seorang guru yang memiliki ilmu tajwid. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Sholawat KOKAM Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

Sumenep, KOKAM Tegal - Jenazah KH Ahmad Basyir AS dan KH Mannan Fadhaly bakal dikebumikan secara bersamaan. Keduanya akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang, Sabtu (15/7). Kendati demikian, dua kiai yang sama-sama Rais Syuriyah PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan ini dikebumikan di lokasi yang berbeda.

Kiai Basyir dimakamkan di pasarean keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sementara Kiai Mannan dimakamkan di area Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

"Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB," KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

KOKAM Tegal

Sebelumnya diberitakan, Kiai Basyir dan Kiai Mannan wafat Sabtu (15/7) pagi. Kiai Mannan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

KOKAM Tegal

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS

Caracas, KOKAM Tegal. Pemerintah Venezuela kini sedang bersiap menerapkan sejumlah strategi untuk menghadapi peperangan dengan Amerika Serika (AS). Strategi apakah itu?

Presiden Venezuela Hugo Chaves, Minggu (24/6), mendesak tentaranya untuk menyiapkan perang gaya gerilya melawan AS, dan mengatakan pemerintah AS saat ini sedang menggunakan peperangan psikologi dan ekonomi sebagai bagian dari kampanye yang tak lazim guna merongrong pemerintahannya.

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS

Dengan mengenakan pakaian warna hijau pudar dan baret merah, Chaves menyampaikan pidatonya di Tiuna Fort, pusat militer Venezuela, sebelum ratusan pasukan berseragam berbaris di samping kendaraan bersenjata dan tank yang dihiasi dengan sejumlah baner bertuliskan: "Tanah Air, Sosialisme, atau Mati! Kita Akan Menang!"

KOKAM Tegal

"Kita harus terus mengembangkan perang resistensi, yaitu senjata anti-imperialis. Kita harus berpikir dan menyiapkan perang resistensi setiap hari," terang Chaves, yang berulang kali mengingatkan bahwa pasukan AS bisa menginvasi Venezuela guna mengontrol cadangan minyak yang luar biasa di negara Amerika Selatan itu.

KOKAM Tegal

Para pejabat AS menolak klaim bahwa Washington sedang merencanakan sebuah serangan militer. Namun, pemerintah AS mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang ia persepsi sebagai sebuah kekuatan militer yang signifikan.

Chaves, sahabat karib Pemimpin Kuba Fidel Castro, mengingatkan kepada "TNI"nya bahwa Washington sedang mencoba memperlemah dan memecahbelah rakyat Venezuela, termasuk angkatan bersenjatanya, tanpa melalui pertempuran.

"Ini bukanlah peperangan senjata," kata Chaves, mantan pejabat militer yang memimpin sebuah gerakan yang dikenal dengan "Rovolusi Bolivarian," sebauh gerakan sosialis setelah pahlawan kemerdekaan Simon Bolivar. "Saya juga sedang menunjuk peperangan psikologi, peperangan media, peperangan politik, dan peperangan ekonomi."

Di bawah pemerintahan Chaves, Venezuela belakangan ini telah membeli perlengkapan senjata dari Rusia senilai 3 milyar dolar, termasuk 53 helikopter militer, 100.000 senapan Kalashnikov, dan 24 pesawat tempur jenis SU-30 Sukhoi.

Pekan lalu, Chaves mengungkapkan, pihaknya juga berencana membeli sejumlah peralatan perang lainnya seperti kapal selam dan sebuah sistem pertahanan udara yang dilengkapi misil, saat ia bersiap melakukan kunjungan ke sejumlah negara seperti Rusia, Belarusia, dan Iran.

"Kami sedang memperkuat kekuatan militer Venezuela secara tepat untuk menghindari agresi-agresi imperial dan menjamin keamanan, bukan untuk menyerang setiap orang," kata Chaves, seperti dilansir sumber AP. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Sholawat KOKAM Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Gerakan Shalawat Jamrud Lider

Selepas dibentuk secara resmi kepengurusan pada medio 2010 Jamaah Rutin Simthud Durar Lintas Daerahtau? Jamrud Lider mulai berbenah dan menggorganisir diri hampir se eks Karsidenan Banyumas meliputi Kab Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap. Sehingga semakin dicintai umat.

Acara Jamrud Lider pada hari Sabtu 5 Mei 2013 di Selakambang Kec Kaligondang Kab Purbalingga, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah puluhan ribu jamaah warga Nahdliyin yang datang dari pelbagai penjuru wilayah Kab Purbalingga dan sekitarnya memadati area lapangan desa setempat.?

Gerakan Shalawat Jamrud Lider (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Shalawat Jamrud Lider (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Shalawat Jamrud Lider

Mereka datang baik sendiri-sendiri maupun berjamaah, abaik berjalan kaki maupun naik kendaraan roda dua dan roda empat hadir di acara jama’aah rutin Simthud Durar lintas daerah yang digelar tiap hari Sabtu Pon malam Ahad Wage.

Selepas shalat isya, jamaah mulai berdatangan dan menempati tempat duduk beralaskan tikar atau terpal yang disediakan panitia, ada sekitar 50 terpal digelar di area lapangan sepak bola dan jamaah benar-benar tumplek blek memadati tempat digelarnya pembacaan maulid Simthud Durar maha karya habib Ali bin Husein Al Habsyi itu.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Keindahan sastra maulid, riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW itu memang belakangan ini menjadi sebuah acara tontonan sekaligus tuntunan yang menarik dan diminati oleh masyarakat Indonesia, terlebih di wilayah Kab Purbalingga.?

Selepas dibentuk secara resmi kepengurusan Jamaah rutin pada medio 2010, di Bukateja dengan pengijazahan secara ‘am (umum) oleh Habib Alwi bin Ali bin Alwi Al Habsyi, jamrud lider mulai berbenah dan menggorganisir diri hampir se eks Karsidenan Banyumas meliputi Kab Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap.

Terlebih iringan kelompok rebana jamrud yang hampir pasti menyeluruh di masing-masing kecamatan mereka mengasah diri untuk tidak sekedar membaca kisah maulid Simthud Durar namun juga kasidah-kasidah yang ada di dalamnya. Kemasan iringan rebana dan dipadu suara yang rampak dari para munsyid Jamrud mampu mengundang ribuan jamaah baik anak-anak, sampai orang tua , laki-laki perempuan untuk menghadiri acara pengajian jamrud tiap bulan dan berpindah-pindah tempat dan pembicara ternama dari Ibukota ataupun dai –dai yang biasa tampil di depan televisi maupun khalayak umum.?

Mereka seperti syechermania bagi jamaah Habib Syech bin AbdulQodir Asegaf (Solo) atau Jamuro (KH Abdul Karim-Solo). Begitu acara dimulai, lantunan shalawat disambut dengan gerakan tangan atau bendera dari berbagai majlis taklim, taman pendidikan Al Quran, bendera Ansor , Nahdlatul Ulama, Muslimat dan jamaah-jamaah pengajian yang tersebar se-eks kars Banyumas.?

Barisan muda Ansor bertidak sebagai panitia mulai dari area parkir , mengatur jalan raya bekerja sama dengan aparat keamanan setempat sampai mengamankan tempat acara. Kebetulan pada hari Sabtu beberapa waktu yang lalu, di awal bulan Mei 2013 yang mengisi pengajian adalah KH Mudatsir Idris dari Jatilawang, Banyumas.

Acara pembacaan maulid Simthud Durar dibuka dengan pembacaan kalam ilahy oleh ustadz Zamzami Suyuthi berlanjut dengan sambutan pembuka oleh Habib Ali bin Umar al Quthban, pembina Jamrud Lider se-eks Karsidenan Banyumas.?

“Tidak ada tujuan lain dari Jamrud Lider, semata-mata adalah pengajian sebagai latihan untuk mencintai rasulullah SAW, tidak ada dukung-mendukung partai politik.Yang ada adalah cara untuk mencintai Rasulullah melalui pengajian shalawatan,” kata Habib Ali in Umar Al Quthban kepada jamaah.?

Dilanjutkan, “Setiap ada pengajian tidak hanya pembacaan Simthud Durar, namun juga mengundang mubalig. Jamaah mengekpresikan kepada kepada Rasulullah SAW, jamaah tidak boleh berjoged, bendera boleh berkibar . Selama pembacaan Simthud Durar, jamaah tidak boleh merokok. Selepas pembacaan Simthud Durar, dibacakan juga Aqidahtul awwam(Aqidahnya orang awam). Sebab sekarang banyak orang mengaku orang berakidah ahlussunnah wal jamaah, namun tidak hafal nabinya dan malaikatnya.”?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aji Setiawan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Sholawat KOKAM Tegal

Benarkah Narkoba Masuk Pesantren?

Oleh KH Ahmad Ishomuddin

Miris rasanya mendengar berita TV dan media cetak bahwa Komjen Budi Waseso (Kepala BNN) berencana mengumpulkan kiai dari seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut dari adanya penyalahgunaan narkoba di pesantren di Jawa Timur. Saya berharap, mudah mudahan ucapan baik itu bukan untuk motif-motif politik yang tersembunyi.

Kepala BNN tentu tidak asal terima berita dan tidak asal membuat statemen yang bisa meresahkan umat Islam Se-Indonesia, khususnya warga NU, kepada lembaga pendidikan mana lagi umat Islam menyerahkan pendidikan putra putrinya jika benteng moral pondok-pondok pesantren justru runtuh dan berhasil dimasuki oleh sindikat narkoba?

Benarkah Narkoba Masuk Pesantren? (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Narkoba Masuk Pesantren? (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Narkoba Masuk Pesantren?

Sungguh menyedihkan jika pernyataan itu terbukti benar adanya, mengingat bahwa seluruh santri dan para kiai adalah manusia yang paling menjauhi minuman keras (miras), apalagi sampai menyalahgunakan narkoba, rasa-rasanya sebuah tuduhan dan rasa kuatir berlebihan yang jauh panggang dari api. Pondok pesantren selama ini adalah lembaga pendidikan agama Islam yang sudah terbukti dan berhasil mencetak generasi bangsa yang religius, berakhlak mulia dan punya jiwa nasionalisme yang tinggi.

Komjen Budi Waseso selaku Kepala BNN harus bisa membuktikan siapa kiai, santri dan tunjukkan pesantren mana di Jawa Timur yang menyalahgunakan narkoba. Berita tersebut tidak perlu dibesar-besarkan sehingga seolah penyalahgunaan narkoba di dunia pesantren sudah demikian massif. Sebab, pasti tidak masuk akal jika main pukul rata bahwa semua pesantren "dicurigai" atau dikuatirkan akan menjadi pusat peredaran narkoba yang oleh karenanya para kiai dari seluruh Indonesia perlu dikumpulkan.

Justru seluruh jajaran pemerintah, seperti Polri, Dirjen Bea Cukai dan lain-lain termasuk BNN sebagai leading sector nasional harus lebih optimal dan serius bekerja untuk mencegah dan memberantas maraknya produksi dan peredaran narkoba di seluruh Indonesia. BNN bersama Polri seharusnya lebih fokus dan rutin menangani dengan lebih tegas dan keras sindikat-sindikat atau mafia besar narkoba yang kini sudah memasuki fase paling membahayakan seluruh anak bangsa. Penegakan hukum harus lebih serius dan hukuman yang berefek jera wajib dijatuhkan kepada siapa pun--tanpa pandang bulu dan tebang pilih--yang terbukti memproduksi, mengedarkan atau menyalahgunakan narkoba.?

KOKAM Tegal

Pasti kita semua sepakat bahwa penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) adalah musuh bersama dan karenanya menjadi tanggungjawab bersama. Perlu komitmen bersama yang bersifat nasional untuk lebih serius bekerjasama untuk mengoptimalkan pemberantasan narkoba.

Saya, sebagai Rais Syuriah PBNU, masih yakin seyakin-yakinnya, bahwa para santri dan para kiai di seluruh Indonesia terus bersatu menjadi benteng keutuhan NKRI yang mampu melindungi diri sendiri keluarga dan masyarakatnya dari serangan bertubi sindikat dan mafia narkoba. Saya percaya, Komjen Budi Waseso akan bekerjasama dan akan terus berkoordinasi untuk memberantas narkoba berdasarkan skala prioritas, memberantas tuntas yang kelas kakap hingga yang kelas teri tanpa tebang pilih.

Kepala BNN boleh mencemaskan isu masuknya sindikat narkoba ke dunia pesantren, tetapi tidak boleh dengan kecemasan yang berlebihan.

Selamat bertugas berat Bapak Komjen Budi Waseso, semua kiai tahu bahwa tugas nahi? anil munkar? (mencegah kemungkaran) itu jauh lebih berat dan beresiko dibandingkan sekedar? amru bil ma’ruf? (memerintahkan kebajikan).



KOKAM Tegal



Penulis adalah Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)





Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ubudiyah, Sholawat, Kajian KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Pembual Garis Keras

Oleh Ahmad Ishomuddin

Carut marut kehidupan umat manusia beragama saat ini banyak disumbang oleh para penceramah yang pengetahuan agamanya dangkal,? karena diperoleh secara instan dan tanpa sanad keilmuan (transmisi periwayatan)? yang jelas.

Pembual Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembual Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembual Garis Keras

Para alumni "pesantren kilat" tersebut punya hobi menyampaikan ceramah agama bernada kekerasan,? hantam sana hantam sini,? kritik sana kritik sini, sambil meneriakkan pentingnya memusuhi siapa saja yang tidak satu alur fikrah (pemikiran,? ide) atau memusuhi benda-benda apa saja dari produk orang-orang? kafir. Tujuan pokok dari "bualan"-nya itu tiada lain kecuali mencari pengaruh,? memperbanyak pengikut,? dan memperkaya diri.

Dalam berpenampilan sehari-hari mereka menonjolkan keakuan,? bukan kekitaan,? menonjolkan ciri-ciri klaim kebenaran apa saja? yang bisa membedakan kelompoknya dari komunitas lainnya. Warna kopiah hitam pun yang sudah mentradisi tidak selamat dari gunjingan mereka karena juga dipakai "orang kafir" sehingga wajib diganti dengan kopiah haji berwarna putih karena hanya itulah yang islami.

KOKAM Tegal

Cara berpakaiannya pun harus seperti orang Arab asli karena berpakaian sesuai kebiasaan umumnya orang Indonesia itu tidaklah berpakaian syari. Mungkin mereka menyangka bahwa untuk menjadi Muslim dalam segala hal wajib sama dengan orang-orang Arab.

KOKAM Tegal

Padahal kini banyak masyarakat Arab yang agamanya juga beragam itu berwatak pasir seperti alamnya yang gersang tandus berpadang pasir, yakni sulit untuk dipersatukan satu sama lain karena tidak memiliki "semen pemersatu" Bhinneka Tunggal Ika seperti di Indonesia.

Kegemaran pembual garis keras adalah dengan mudah? mengkafirkan sesama kaum Muslim hanya karena beda penafsiran. Selain itu,? mereka juga bertindak sebagai hakim pemberi vonis apabila suatu amalan tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan pasti dibidahkan,? bahkan hingga persoalan fiqh yang dipenuhi khilafiyah (perbedaan pendapat ulama mujtahid)? pun terburu-buru disesatkan.

Mungkin mereka menyangka bahwa untuk menjadi Muslim sejati harus punya ciri-ciri keislaman yang seragam seperti dalam tampilan fisik wajib berjidat hitam sebagai atsarussujud (tanda bekas sujud) dan wajib tampil dengan ciri pembeda dari Muslim lain yang bukan kelompoknya.

Untuk menyampaikan dakwah Islam mereka lebih nyaman menempuh jalan kekerasan karena lebih berdaya paksa dan lebih menunjukkan superioritas atas Muslim lain,? lebih-lebih terhadap non Muslim yang dianggapnya "musuh abadi", bukan saudara sesama manusia sebangsa yang wajib dihormati dan juga harus dijamin keamanannya.

Dalam mengkritik kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa pun para pembual garis keras itu sering mengabaikan sopan santun,? melecehkan, dan tanpa memahami duduk perkara yang sesungguhnya. Mereka menempatkan penguasa sebagai "thaghut" syetan-iblis yang terkutuk,? seperti sedang menghadapi Firaun yang dengan angkuhnya mengaku sebagai tuhan yang maha tinggi, sedangkan seolah-olah para juru dakwah "pembual" garis keras itu merasa lebih hebat dari Nabi Musa dan Nabi Harun alaihimassalam yang telah menyampaikan kebenaran dengan penuh kelemah-lembutan.

Padahal menurut al-Imam Abu al-Laits al-Tsamarqandi (wafat: 393 H.) dalam Bustan al-Arifin halaman 103, seorang pemberi nasehat haruslah bersikap rendah hati,? lemah lembut,? tidak sombong,? keras atau kasar,? karena rendah hati dan lemah lembut adalah akhlak Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama.

Sedangkan al-Imam al-Ghazali (lahir: 450 H.,? wafat: 505 H.) dalam al-Adab fi al-Din halaman 92-93, mengimbau agar setiap juru dakwah meninggalkan sikap sombong dan senantiasa menjaga rasa malu kepada-Nya. Selalu menampakkan rasa membutuhkan kepada Sang Pencipta.? Senantiasa terdorong untuk memberikan manfaat kepada para pendengar,? instropeksi diri untuk mengetahui kekurangan.?

Memandang para pendengar dengan pandangan bersahabat,? berprasangka baik terhadap mereka,? membimbing mereka agar mau menjaga diri,? lemah lembut dalam mendidik,? bersikap halus terhadap para pemula,? dan nasihat yang disampaikan harus benar-benar meyakinkan agar manusia bisa mengambil manfaat dari apa yang disampaikan.

Semoga kita tidak menjadi pembual dalam urusan agama,? lebih-lebih pembual garis keras,? untuk tujuan memperoleh keuntungan duniawi.



Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Internasional, Kajian Islam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock