Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Jombang, KOKAM Tegal

Nuansa politik pada Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sering lebih mendominasi, terutama dalam memilih pimpinan atau ketua baru. Hal ini mengakibatkan pola kepemimpinan pada periode-periode tertentu cendrung tak maksimal dalam menjalankan mandat pergerakannya.

Kondisi tersebut menjadi kajian serius di kalangan para alumni PMII Jombang menjelang Konfercab XXV yang bakal digelar Pengurus Cabang PMII setempat. Panitia pelaksana Konfercab juga sudah terbentuk pada beberapa pekan lalu.

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Jombang mendorong PMII Jombang melakukan evaluasi-evaluasi terlebih dahulu dalam bentuk kegiatan pra-Konfercab. Hal ini akan lebih membantu memantapkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, program kerja ke depan dan juga dalam pergantian kepemimpinan.

KOKAM Tegal

“Harus ada pra-Konfercab, karena konfercab itu kan merupakan forum tertinggi untuk merumuskan dan mengganti pimpinan dan untuk memantapkan nilai-nilai dasar pergerakan termasuk juga program kerja,” katanya kepada KOKAM Tegal saat ditemui di kantor PCNU Jombang, Selasa (19/1) siang.

KOKAM Tegal

Rijal tidak menampik adanya kelemahan dan kekurangan dalam kurun waktu satu tahun ini. Kelemahan dan kekurangan tersebut tidak bisa hanya dirumuskan dan dijawab dalam forum Konfercab karena berpotensi tidak kondusif dan mengulur waktu.

Ia mengimbau adanya pra-Konfercab tersebut juga difasilitasi Majelis Pembina Cabang (Mabincab) dan alumni PMII yang lain secara teknis pelaksanaan dan rumusannya. “Pematangan ini bisa dibantu oleh para Mabincab dan alumni dengan catatan tidak lagi mensamarkan jenis kelamin PMII. Keterlibatan alumni itu untuk memperjelas dan mempertegas kondisi tersebut,” imbaunya.

Rijal yang juga sebagai wakil sekretaris PCNU Jombang optimis jika pra-Konfercab bisa dilakukan dengan maksimal, pelaksanaan Konfercab akan jauh lebih kondusif dan lebih matang pola kepemimpinan PMII Jombang ke depan.

“Kalau itu memang bisa dilakukan, pra-Konfercab itu ada untuk mematangkan semuanya, saya pikir Konfercab nanti bisa lebih bagus untuk pergantian kepemimpinan, dimana mandat-mandatnya itu lebih matang dari awal dan tidak mengundang berbagai pertanuyaan,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Diusulkan Bentuk Komisi Negara

Jakarta, KOKAM Tegal. Amandemen Undang Undang Dasar (UUD) 1945 yang telah dilakukan selama empat kali diakui telah memperbaiki sistem ketatanegaraan, namun di sana sini masih ditemukan kejanggalan dan kesimpangsiuran. Para peserta diskusi amandemen UUD 1945 di PBNU, Senin (13/8), mengusulkan dibentuknya komisi negara yang bertugas merumuskan amandemen kelima secara komprehensif.

Pengacara kawakan Adnan Buyung Nasution mengusulkan, komisi negara itu terdiri dari para ahli di bidang hukum tata negara, politik, sosial, ekonomi dan bidang-bidang lain agar perubahan benar-benar dapat dilakukan secara komprehensif.

Diusulkan Bentuk Komisi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan Bentuk Komisi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Diusulkan Bentuk Komisi Negara

"Saya melihat ada kebutuhan nyata. Rasanya kita wajib merespon itu. Konstitusi kan harus hidup, tentu harus dinamis, kreatif merespon kebutuhan tata negara. Saya setuju perubahan, tapi saya tidak setuju perubahan parsial saja, misal hanya untuk DPD," katanya.

Menurut Buyung, perubahan konstitusi yang selama empat kali itu telah menunjukkan banyak kemajuan, namun masih jauh dari cita-cita konstitusi negara modern.

Tokoh Militer Agus Wijojo mengatakan, amandemen UUD 45 mempunyai kelemahan terutama di dalam aspek proses karena tidak mempunyai naskah akademik seputar latar belakang dilakukannya amandemen dan tujuannya. Namun, menurutnya, bangsa Indonesia tidak bisa kembali kepada konstitusi UUD 1945 yang asli.

KOKAM Tegal

"Kalau kita berbicara amendemen, saya setuju diebntuk komisi. Kita tidak bisa untuk mundur kembali masa lalu dengan kembali undang-undang yang asli. Karena sebuah kenyataan bahwa kita sudah melakukan amandemen, dan itu teruskan saja untuk disempurnakan," katanya.

Peneliti senor Daniel Dhakidae mengingatkan, perubahan kontitusi harus dilakukan ekstra hati-hati karena menyangkut kepentingan 200 juta lebih rakyat Indonesia. "Kalau tidak malah memiskinkan hingga 90 persen rakyat Indonesia," katanya.

Pakar hukum tata negara Mahfudz MD juga sepakat adanya komisi negara yang merumuskan kembali perubahan amandemen. Namun secara prosedural, menurutnya, perubahan malah tidak bisa dilakukan secara menyeluruh atau perpaket sekalipun.

KOKAM Tegal

"Kalau NU mau bersikap ya tidak bisa seperti diusulkan tadi semudah tangan kita bentuk komisi negara, karena perubahan itu pasal-perpasal seperti pasal DPD. perubahan tidak bisa perpaket karena ketentuannya begitu. Berfikir tentang amandemen harus didahului perubahan pasal 37, dengan begitu menjadi prosedural," katanya.

Direktur Institute for Policy Studies Fadli Zon secara tegas mengatakan, hasil amandemen UUD itu sama sekali tidak mencerminkan kepentingan nasional. Berkaitan dengan aspek politik, amandemen UUD mengarah kepada sistem demokrasi liberal. "Padahal perlu dicatat, tidak ada demokrasi yang menyebabkan negara makmur," katanya.

Berkaitan dengan aspek ekonomi, lanjutnya, UUD hasil amandemen yang disebutnya sebagai "UUD 2002" telah melahirkan sistem pasar bebas.

"Bagaimana mereka mengubah pasal 33 UUD 1945 yang akhirnya berkompromi dengan cara diberikan interpretasi yang remang-remang bahwa ini akan dilanjutkan di UU," katanya. Terbukti undang-undang turunannya sangat pro pasar bebas misal dalam urusan migas, listrik, dan penanaman modal.

Pada kesempatan itu Fadli Zon bahkan membikin geram para narasumber lain seperti Adnan Buyung yang menurutnya sempat memperoleh 26 juta USD dari donor asing sebagaimana dia kutip dari New York Times edisi 20 Mei 1998. "Ada penghianatan yang dilakukan oleh elit Indonesia," katanya seru.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Menghadapi penjajahan Belanda di tanah air tentu hal yang sangat merepotkan bagi Nahdlatul Ulama (NU). Taruhannya bukan semata penderitaan diri mereka sendiri kala itu, tapi juga nasib? generasi mereka di masa yang akan mendatang. Hak ekonomi dirampas, pendidikan dikekang, dan aspirasi politik dikebiri.

Namun demikian, apakah NU terjebak pada nasionalisme sempit? Ternyata tidak. Empatinya yang besar juga menjalar ke belahan dunia lain yang mengalami nasib yang serupa, salah satunya bangsa Palestina. NU geram dengan usaha Israel yang dengan semena-mena mencaplok tanah Palestina. Ini juga penjajahan.

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren, KH Saifuddin Zuhri mengungkapkan bahwa sejak bangsa Arab berjuang untuk kemerdekaan Palestina, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tangal 12 November 1938 telah menyerukan kepada seluruh partai dan organisasi umat Islam di Indonesia serta Pucuk Pimpinan Warmusi (Wartawan Muslimin Indonesia) di Medan, agar umat Islam memberikan sokongan moral dan material kepada para pejuang Palestina dalam memerdekakan tanah air mereka.

Di antara bentuk solidaritas tersebut PBNU mengimbau umat Islam untuk membaca qunut nazilah dalam tiap-tiap sembahyang fardhu. Qunut nazilah lebih dari sekadar bacaan doa selepas ruku yang lazim diamalkan ketika kondisi bencana atau situasi genting lainnya. Seruan qunut nazilah mengandung dimensi politik yang luas. Ia sebentuk protes keras berskala internasional atas kezaliman kaum pendatang yang menamakan diri bangsa Israel terhadap bangsa Palestina.

KOKAM Tegal

Sikap NU ini tentu berpotensi mengundang empati balasan dari bangsa-bangsa Arab atas bangsa Indonesia yang tengah dijajah Belanda. Tak heran, sehubungan dengan qunut nazilah ini pada tanggal 27 Januari 1939, Ketua PBNU KH Machfuzh Shiddiq dipanggil oleh Hoofparket Belanda di Jakarta. Pemerintah kolonial Belanda melarang NU melakukan gerakan qunut nazilah untuk pejuang Palestina.

KOKAM Tegal

Qunut nazilah juga sempat berlangsung setahun berturut-turut ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara sepihak meresmikan negara Israel pada 1948. Deklarasi negara baru ini dimotori oleh Amerika dan Soviet. Rakyat Indonesia saat itu mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas atas kebijakan tersebut. Dewan Keamanan PBB mesti meninjau ulang keputusannya terhadap berdirinya Israel.

NU tentu tahu, Palestina tak hanya dihuni penduduk Muslim. Tapi keberadaan tempat suci Masjid al-Aqsa dan ikatan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) cukup menjadi alasan untuk melakukan kecaman dan pembelaan tersebut. Berkat penjajahan Israel, rakyat Palestina terlunta-lunta, menderita secara fisik dan psikis, dan sebagian terusir dari tanahnya sendiri.

Di tengah solidaritas untuk Palestina yang tak kunjung henti, pada Desember 1948 Indonesia didera situasi yang sangat mencekam. Belanda melakukan agresi militer II yang dimulai dari Yogyakarta sebagai ibu kota negara waktu itu. Situasi kian gawat ketika para tokoh dan pemimpin republik ini ditangkapi sehingga mendorong dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra.

Demikianlah luasnya spektrum perjuangan NU. Lahir batin ia berkorban menumpas penjajahan di tanah air sendiri, tapi juga tak menutup mata atas fenomena yang sama di penjuru bumi lainnya. Kenapa? Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, Internasional, Cerita KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat

Simalungun, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama dan Kepolisian Resor (Polres) Simalungun, Sumatra Utara, menjalin kerja sama peningkatan bela diri. Kesepakatan ini terjalin dalam diskusi internal antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa dan jajaran Polres Simalungun di Emerald Garden Hotel, Medan, Senin (19/06).

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat

Hadir dalam diskusi ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, M. Nabil Haroen dan Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty Pandjaitan, beserta jajaran. Diskusi ini, diselenggarakan dalam rangkaian Dialog Kebangsaan yang digagas Polres Simalungun, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Pagar Nusa.?

Nabil Haroen, mengungkapkan tujuan kerja sama ini untuk peningkatan kemampuan pertahanan diri di kalangan anggota kepolisian, serta menjaga khazanah seni Nusantara.?

"Kerjasama ini, untuk saling menguatkan antar institusi. Kami siap melatih anggota kepolisian untuk bela diri pencak silat. Ini penting agar kualitas pengamanan meningkat," jelas Nabil.?

KOKAM Tegal

Selain itu, dalam pandangan Nabil, Pagar Nusa juga akan melatih keseimbangan mental dan spiritual. "Latihan pencak silat Pagar Nusa tidak sekedar latihan bela diri. Ada unsur peningkatan kualitas spiritual dan kekuatan mental. Ini penting," ungkap Nabil Haroen.?

Sementara itu, AKBP Liberty Pandjaitan, menyatakan berbangga dengan kerjasama Polres dan Pagar Nusa. "Dalam waktu dekat, kami akan menyiapkan lima ratus anggota untuk dilatih pencak silat Pagar Nusa. Dari jumlah itu, akan diseleksi sebanyak seratus personel sebagai pasukan inti," tegas Liberty.?

Ke depan, Liberty menginginkan agar anggota Polres Simalungun, dapat menjadi polisi yang smart. "Kami ingin anggota kepolisian berpikir smart, adaptif dengan teknologi, melayani masyarakat sekaligus memiliki kemampuan pencak silat untuk bela diri. Pikirannya smart, orangnya sehat, jiwanya tenang, mentalnya kuat. Saya bekerja keras mewujudkan itu, " jelas Liberty.?

Dalam waktu dekat, pada Juli 2017, akan diselenggarakan peresmian antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa dan Polres Simalungun. Kerja sama ini, menyangkut ranah peningkatan skill bela diri, intensifikasi kualitas sumber daya dan pemberdayaan masyarakat. (Red: Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Meme Islam KOKAM Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu

Solo, KOKAM Tegal

Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin memuji acara mantu Presiden Jokowi yang memadukan nilai-nilai budaya adat jawa dan nilai-nilai agama Islam. Pada kesempatan tersebut Kiai Maruf bersama Wapres Jusuf Kalla dipercaya menjadi saksi ijab qabul pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Gedung Graha Saba Buana Solo, Rabu (8/11). 

"Acaranya luar biasa ada nuansa keagamaan Quran, nasehat pernikahan, doa dan ada juga budayanya.  Acaranya luar biasa perpaduan antara nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya," katanya saat diwawancarai salah satu stasiun televisi di sela-sela resepsi.

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu

Selaku saksi, Kiai Maruf menilai proses ijab qabul dapat berjalan dengan baik dan lancar. Presiden Jokowi dan mempelai putera Bobby Nasution mengucapkan kalimat-kalimat ijab qabul dengan baik. 

"Beliau (Presiden) lancar sekali menyampaikan kalimat ijab qabul. Tegas, gamblang, walaupun baru kali ini. Tidak ada keragu-raguan," kata Kiai Maruf.

Kiai Maruf juga mengapresiasi acara mantu tersebut karena Presiden mengundang para ulama dari seluruh provinsi di Indonesia.

KOKAM Tegal

"Yang hadir meliputi semua lapisan masyarakat. Ulama, menteri, pejabat, gubernur, masyarakat biasa, bahkan kiai-kiai dari daerah datang semua. Dari Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Sulawesi dari mana-mana," terang Kiai Maruf didampingi Ketum MUI Lampung KH. Khairuddin Tahmid.

Sementara itu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj saat menyampaikan Khutbah Nikah pada ijab qabul tersebut juga sempat menyampaikan penjelasan terkait pernikahan dan kebudayaan. 

"Pernikahan adalah ibadah. Setiap ibadah harus sesuai dengan syariat Allah dan Sunnah Rasulullah SAW. Akad nikahnya merupakan syariat dan selebihnya adalah budaya yang kita lestarikan yang merupakan bagian dari Islam Nusantara," katanya.

Perjodohan yang terjadi diantara dua insan manusia menurutnya juga bukan hanya pertemuan fisik semata. Namun yang lebih penting dari itu, pernikahan adalah pertemuan akhlaq, budaya, peradaban, martabat dan kepribadian.

"Mudah-mudahan mendapatkan keturunan yang bermartabat, berguna bagu agama, bangsa dan negara," ujar Kiai Said menjelaskan tafsir surat Ar Rum ayat 21 yang menjelaskan tentang hal tersebut. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pertandingan, Cerita KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Nabi Muhamad Bangun Negara Berdasar Platform Kemajuan dan Kebersamaan

Manado, KOKAM Tegal. Nabi Muhammad ketika berhijrah dari Makkah ke Madinah hidup dalam komunitas masyarakat yang plural, ada penganut Yahudi, ada pula suku-suku lokal, kelompok Ansor dan juga Muhajirin. Dengan situasi seperti itu, maka yang dibangun adalah negara yang berdasarkan kesepakatan bersama untuk mencapai kemajuan dan kebersamaan, tidak didasarkan pada agama atau etnis. Karena itulah, negeri tersebut dikatakan sebagai Negara Madinah, dari kata tamaddun yang artinya masyarakat yang berperadaban. 

Nabi Muhamad Bangun Negara Berdasar Platform Kemajuan dan Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhamad Bangun Negara Berdasar Platform Kemajuan dan Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhamad Bangun Negara Berdasar Platform Kemajuan dan Kebersamaan

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kiai Said ketika memberikan sambutan dalam acara pra-Munas dan Konbes dengan tema NU dan Kebinekaan di Manado, Sulawesi Utara (11/11). 

 

“Asalkan satu cita-cita dan satu garis perjuangan, sesungguhnya mereka adalah satu umat. Jadi Nabi Muhammad, modern banget,” katanya di hadapan perwakilan NU se-Wilayah Indonesia Timur. 

KOKAM Tegal

Negara Madinah itu penduduknya ada yang Muslim dan non-Muslim, Arab dan non-Arab, semua diperlakukan sama. Semua penduduk Madinah telah menandatangani kesepakatan bersama untuk hidup damai. Terdapat tanggung jawab bersama kalau ada serangan dari luar. Mereka yang berkhianat juga harus diusir.

Kiai Said yang tinggal di Arab Saudi selama tiga belas tahun untuk belajar dari sarjana sampai dengan doktor ini memberikan sejumlah contoh tindakan Rasululah yang berlaku adil pada semua kelompok. Pertama, Suatu ketika ada sahabat yang bertengkar dengan Yahudi, kemidian mereka berkelahi sampai si Yahudi meninggal. Nabi marah besar dengan mengatakan, Barangsiapa membunuh non-Muslim, berhadapan dengan saya. Dan barang siapa berhadapan dengan saya, tidak akan selamat.

Keadilan juga diperlakukan kepada sesama umat Islam, yaitu ketika ada perempuan yang tertangkap mencuri. Ada usulan agar pencuri tersebut tidak dihukum karena berasal dari keluarga terpandang. Dalam kesempatan tersebut, Rasulullah menyampaikan, seandainya Fatimah, anak satu-satunya, yang mencuri, beliau akan menghukumnya sendiri. 

“Kalau kita bandingkan umat Islam dulu dan sekarang, kita sekarang akan malu,” katanya mengomentari tindakan tegas Nabi dalam menghukum pencuri tersebut. 

“Tidak boleh ada permusuhan, kecuali kepada yang melanggar hukum. Tidak boleh ada permusuhan karena alasan beda agama, beda suku, beda budaya, apalagi beda pilihan gubernur,” tegasnya. 

KOKAM Tegal

Dikatakan Kiai Said, yang dijalankan oleh Rasulullah tersebut merupakan prinsip muwathonah, citizenship atau kewarganegaraan, bukan kewargaagamaan, atau kesukuan. “Islam seperti inilah yang dibawa Walisongo, yang mengislamkan seluruh Nusantara,” imbuhnya. 

Sebagai pemimpin dari seluruh komunitas yang sangat beragam, Rasulullah juga sangat memperhatikan kepentingan dari pemeluk agama Nasrani. Suatu ketika ada gosip dari Yahudi bahwa Maryam berzina sehingga melahirkan seorang anak. Ia sangat bersedih dan bagaimana menjelaskan peristiwa tersebut, sampai akhirnya Allah menurunkan surat Maryam yang menegaskan bahwa Maryam atau disebut Maria dalam agama Kristiani merupakan perempuan suci yang bersih dari perilaku tidak terpuji.

Demikian pula, ketika terjadi perang antara Kristiani dan pengikut Zoroaster, Rasulullah mendoakan agar umat Kristiani dimenangkan. Romawi pertama kalah dalam perang tersebut, tapi kemudian kurang dari sepuluh tahun, menang dalam peperangan. Dalam kesempatan tersebut, umat Islam diminta untuk menyambut dengan gembira. Peristiwa tersebut diabadikan dalam surat Ar-Rum.

Kiai Said yang merupakan alumnus Pesantren Lirboyo Kediri ini juga mengisahkan teladan yang diberikan oleh Sayyidina Umar saat mengunjungi Palestina. Pada kesempatan tersebut, Umar memasuki gereja untuk melihat-lihat karena di Makkah dan Madinah tidak ada gereja. Lalu terdengar adzan saat ia masih dalam gereja. Ia tidak mau shalat dalam gereja, melainkan di luar karena takut, jika shalat di gereja, suatu saat geraja tersebut direbut dengan alasan di situ bekas shalatnya Umar. 

Kiai Said mempersilahkan generasi muda untuk belajar agama Islam di Arab karena memang kawasan tersebut merupakan pusat pendidikan Islam yang belum bisa ditandingi di tempat lain seperti di Al Azhar atau di Arab Saudi, tetapi ia mengingatkan agar yang dibawa adalah ilmunya, bukan budayanya 

Cara pandang orang Arab dalam hubungan antara agama dan negara sangat berbeda dengan bangsa Indonesia. Di sana, para ulama bukanlah tokoh nasionalis, sedangkan tokoh nasionalis bukanlah ulama. Situasi ini menyebabkan terjadinya benturan dan pertumpahan darah.

Berbeda dengan di Arab, Kiai Hasyim Asy’ari mampu menyatukan agama dan nasionalisme dengan ungkapannya, mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Apa yang disampaikan oleh Kiai Hasyim tersebut merupakan bentuk refleksi atas kondisi di Nusantara yang sangat beragam. 

“Kebinekaan yang muncul merupakan anugerah dari Allah yang harus dirawat. Seandainya Allah menghendaki, di muka bumi ini semuanya bisa Islam. Karena itu, tidak boleh menggunakan kekerasan dalam berdakwah,” ujar Kiai Said. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Pertandingan, Kyai KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

KH Ahmad Djablawi Wafat

Klaten, KOKAM Tegal. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Warga Nahdliyin kembali berduka. Menyusul kepergian ulama sepuh guru Al-Qur’an KH Nawawi Abdul Aziz Desember lalu, Ahad (1/2) kemarin pukul 13.50 WIB salah seorang ahli Al-Quran dari Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten, KH Ahmad Djablawi bin Abdul Hadi juga dipanggil oleh Allah SWT.

KH Ahmad Djablawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Djablawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Djablawi Wafat

Mbah Djablawi, begitu sapaan akrab para santri kepadanya, wafat setelah sempat dirawat di RSI Yarsis Surakarta.

Mbah Djablawi merupakan menantu pertama KH M. Muqri Kafrawi dan kakak ipar KH M. Salman Dahlawi. Sanad Al-Quran diperolehnya dari KH R. Qodir Munawwir Krapyak.

KOKAM Tegal

Menurut Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH M Dian Nafi’, almarhum meninggal di usia 86 tahun, sepulang dari menjalankan ibadah umrah. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah. Amin,” ujarnya.

Kiai Dian yang juga menantu Alm. KH M Salman Dahlawi, yang pernah menjadi pengasuh Pesantren Al-Manshur, menjelaskan acara pemakaman akan dilaksanakan pada hari Senin (2/2) pukul 13.00 WIB di kompleks pemakaman keluarga di Pesantren Popongan Tegalgondo Klaten. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Hikmah, Cerita, PonPes KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock