Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Februari 2018

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah

Tangerang, KOKAM Tegal. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) melaksanakan program NUcare dengan pengobatan gratis di Kampung Encle Kabupaten Tangerang Banten pada Sabtu (7/6).

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah

Ketua LAZISNU KH Masyhuri Malik mengatakan, kegiatan yang dikerjasamakan dengan BPZIS Mandiri ini berupaya untuk membangkitkan semangat berbagi dan bersedekah kepada golongan yang berhak mendapatkan (mustahiq). “Kegiatan pengobatan gratis merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan lazisnu dalam menyambut bulan suci di tahun sekarang dengan tema “Bangkit Sedekah,” katanya kepada KOKAM Tegal Senin (9/7).

Kiai Masyhuri menjelaskan, Bangkit Sedekah adalah membangkitkan budaya bersedekah di kalangan umat Islam Indonesia, terutama warga NU untuk kemandirian umat. Bersedekah adalah budaya baik warisan para pendahulu, baik para kiai dan para ulama. “Dengan Bangkit Sedekah, LAZISNU akan menjadi motor penggerak bagi kebangkitan dan energi segar untuk menuju cita-cita kemakmuran masyarakat Indonesia,” katanya.

KOKAM Tegal

Kiai Masyhuri melanjutkan, kemandirian dengan Bangkit Sedekah itu kita mulai dari LAZISNU. Lembaga zakat NU tersebut selalu memberikan semangat kepada para kadernya untuk bersama-sama dan bahu-membahu dalam menyiarkan kebangkitan kemandirian umat dengan Bangkit Sedekah.

LAZISNU, tambah kiai Masyhuri, sadar instrumen kemandirian umat itu harus dimulai dari lembaga zakat. Karena lembaga zakat secara posisi menjadi garda terdepan dalam memberikan tarbiyah kepada para penerima hak (mustahiq). “Maka semua program distribusi LAZISNU (Nusmart , Nucare, Nupreneur, Nuskil) selalu bermuara dalam memberikan stimulan kepada mustahiq supaya mereka menjadi mandiri,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut ia mengatakan, bulan Ramadhan merupakan bulan Sedekah penuh rahmah. Bulan berkah ini akan dijadikan momentum untuk Program Bangkit sedekah lazisnu sekaligus upaya pencapaian target LAZISNU di tahun 2014. “Program Bangkit Sedekah, Lazisnu mengajak ke semua masyarakat untuk bersedekah di LAZISNU sesuai dengan program Ramadhan 1435 H,” ajaknya.  

Kiai Masyhuri menyebutkan, program "berbagi berkah puasa", yaitu paket buka puasa untuk komunitas marginal Jabodetabek, anak jalanan, pemulung, pesisir. Sedekah untuk kegiatan tersebut adalah Rp 50.000,-/paket.

Sementara program "berbagi sahur tanda syukur" untuk kampung padat penduduk, pesisir dengan sedekah Rp 50.000,-/paket. Serta "bingkisan lebaran", untuk dhuafa, marbot, penjaga stasiun, supir bajaj dengan sedekah @300.000,-/paket. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Habib Luthfi: Hari Lahir itu Tantangan

Brebes, KOKAM Tegal. Peringatan suatu kelahiran bukanlah suatu kebanggaan tetapi merupakan tantangan. Tantangan untuk menghadapi melewati jembatan emas kehidupan berikutnya. Jangan hanya bangga dengan apa yang telah diperoleh sementara jembatan emas yang masih terlalu panjang belum dilewati.

Habib Luthfi: Hari Lahir itu Tantangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Hari Lahir itu Tantangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Hari Lahir itu Tantangan

Demikian dinyatakan Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an-Nahdiyah Habib Luthfi bin Yahya saat menyampaikan ceramah pada peringatan harlah ke-35 MTs Negeri Brebes di halaman sekolah, Senin (6/1).

Untuk itu, kata Habib, sebagai generasi muda jangan sampai mengecewakan diri sendiri, orang tua, guru-guru, pemerintah Kabupaten Brebes dan bangsa Indonesia. Sebagai siswa harus mampu menorehkan prestasi sebagai wujud bakti kita kepada mereka. 

KOKAM Tegal

Habib mengingatkan, bahwa Al Quran itu tidak hanya mengajak umat manusia untuk bertakwa, menceritakan surga dan neraka saja. Tetapi ada berbagai ilmu yang terkandung di dalamnya belum bisa terkuak oleh umat Islam sendiri.

KOKAM Tegal

Pada siswa siswi MTs N Model Brebes, Habib Luthfi berpesan untuk tidak hanya bangga sebagai alumni MTs sementara tidak mampu membuktikan diri. Jadilah ekonom, dokter spesialis, ahli pertanian, teknokrat dan lainnya tetapi memiliki kemampuan ahli quran, beriman, dan bertakwa.

Mampu membedah Al Quran yang memiliki kandungan ilmu dunia akhirat. “Untuk itu, gunakan waktu seefektif mungkin untuk menimba ilmu sejak dini,” pesan Habib. 

Kepada para siswa, juga jangan lupa menyiapkan buku harian belajar. Dalam artian ketidakmampuan saat menangkap pelajaran hendaklah dicatat terus untuk ditanyakan kepada guru segala kesulitan pelajaran yang dihadapinya. 

Habib menceritakan betapa Sunan Ampel yang memiliki 11 anak tetapi seluruhnya berhasil. Begitupun tokoh pewayangan yang digambarkan oleh Sunan Kalijaga, pada hakekatnya gambaran kebaikan dan keburukan. Seperti tubuh hitam yang dimiliki oleh Kresna, Werkudara dan Semar memiliki tubuh hitam yang menggambarkan keteguhan jatidiri. 

Para tokoh yang ada di diri para Wali Sanga, lanjutnya, juga ada pada para siswa. “Para siswa, penerus perjuangan yang terdahulu,” tuturnya.

Ceramah Habib Luthfi ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan pementasan kreatifitas siswa. Antara lain tari saman, drama dengan bahasa inggris yang mengambil lakon Siti Masithoh serta penampilan hadrah dan band siswa. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah KOKAM Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Jenewa, KOKAM Tegal. Kepala badan hak asasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat menyatakan terkejut bahwa tiga negara Asia Tenggara mengusir pengungsi kelaparan, yang sekitar 6.000 di antaranya terdampar di laut.

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Zeid Raad Al Husein mendesak Thailand, Malaysia dan Indonesia tidak memperburuk bencana perdagangan manusia, yang melibatkan warga Bangladesh dan suku Rohingya dari Myanmar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan lebih dari 25.000 orang melakukan perjalanan ke selatan dari teluk Benggala antara Januari hingga Maret tahun ini.

KOKAM Tegal

Zeid memuji Indonesia, yang mengizinkan 582 pengungsi mendarat pada Minggu, dan Malaysia, yang memungkinkan 1.018 untuk turun pada hari berikutnya, tapi menyatakan kapal lain diusir sejak itu.

"Saya terkejut atas laporan bahwa Thailand, Indonesia dan Malaysia mengusir perahu penuh pengungsi rentan kembali ke laut, yang akan menyebabkan banyak kematian," katanya.

KOKAM Tegal

"Pusat perhatiannya harus pada menyelamatkan nyawa, bukan membahayakan mereka," katanya.

Seruan itu muncul saat lebih dari 750 warga Rohingya dan Bangladesh diselamatkan di lepas pantai Indonesia.

Penumpang di kapal pembawa 712 orang menyatakan perahu mereka tenggelam di lepas pantai Sumatera sesudah diusir Malaysia.

Zeid juga menyatakan bahaya bahwa beberapa negara dilaporkan mengancam memidanakan pendatang gelap dan pencari suaka.

Ia menyatakan hak mereka harus ditegakkan tanpa memandang kedudukan hukum mereka, bagaimana mereka tiba di perbatasan, atau dari mana mereka berasal, katanya.

Zeid juga menyerukan tindakan lebih keras terhadap pedagang manusia sesudah muncul laporan tentang penyiksaan, pelecehan, tebusan dan orang dilempar ke laut.

Sementara itu, Badan Perpindahan Antarbangsa memperingatkan bahwa sekitar 6.000 pengungsi masih terdampar di laut.

Dikatakannya bahwa badan itu sudah memberikan satu juta dolar Amerika Serikat (sekitar 12 miliar rupiah) untuk membantu pengungsi dalam kesulitan.

"Kita tidak bisa diam dan menonton saat laki-laki, perempuan dan anak-anak meninggal mengenaskan akibat kehausan, hanya beberapa kilometer dari keselamatan," kata kepala IOM William Lacy Swing.

Imbauan juga diberikan kepada pemerintah ketiga negara itu untuk membiarkan pengungsi tersebut mendarat dan mendapat perawatan kesehatan.

"Kami akan membantu Anda dalam menyelesaikan masalah penampungan jangka panjang, pengangkutan pulang untuk beberapa di antaranya, dan pilihan lain, tapi atas nama kemanusiaan, biarkan pengungsi itu mendarat," katanya.

Warga Bangladesh dianggap terutama sebagai pengungsi ekonomi, yang lari dari negara miskin mereka. (antara/mukafi niam) foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul, Daerah KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Yogyakarta, KOKAM Tegal - Perjuangan maksimal ditunjukkan oleh tim kesebelasan Pesantren Assulamy Lingsar Lombok Barat pada babak penyisihan group A Liga Santri Nusantara yang berlangsung selama tiga hari di Yogyakarta, Selasa (25/10) sore. Kapten Kesebelasan As-Sulamy M Dwiki Risnawan dan timnya harus puas pada posisi kedua setelah dikalahkan oleh kesebelasan Pesantren Salafiah United FC Jawa Barat 2 di Stadion Bantul.

Jawa Barat 2 yang sebelumnya melumpuhkan Kalimantan 3 dengan skor 5:1 tampak kewalahan untuk mengecoh pertahanan belakang NTB 1 yang terbukti babak pertama dengan kedudukan skor 0:0.

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Pelatih NTB 1 bongkar pasang pemain di babak kedua untuk menekan tim lawan yang tampak semakin kuat. Namun sayang dua gol berturut-turut diciptakan oleh Jawa Barat 2 atas kesebelasan NTB.

"Alhamdulillah, kami bersyukur. Sebetulnya tidak menyangka akan sampai masuk putaran 16 besar," kata M Dwiki usai bertanding.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Ini semua, lanjutnya, merupakan berkat kekompakan anggota tim dan juga berkat doa. "Yang penting sekarang fokus latihan. Dan yang tidak kalah penting selain latihan adalah doa," jelasnya.

Seperti diketahui, tim As-Sulamy sepanjang perjalanan mulai berangkat bahkan hingga saat bertanding selalu membaca shalawat Nariyah secara bersama-sama.

"Ini yang membuat kita tenang," kata Dwiki. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Kajian Sunnah, Daerah KOKAM Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah

Jakarta, KOKAM Tegal. Merebaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dipicu banyak faktor baik eksternal maupun internal. Kenyataan ini diperparah dengan rendahnya sensitivitas para pejabat daerah dan tim perumus kurikulum di dirjen terkait perihal jaminan keamanan bagi anak.

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Maria Advianti kepada KOKAM Tegal, Rabu (14/5) sore.

Kita harus mengakui bahwa sumber daya manusia para pejabat daerah dan perumus kurikulum masih lemah. Kapasitas mereka di samping anggaran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak juga terbilang rendah.

KOKAM Tegal

Geografis mestinya tidak bisa dijadikan alasan di tengah kebijakan desentralisasi daerah. Mereka harusnya memegang peran signifikan dalam melindungi anak-anak. Maria menyebut pejabat daerah dan dinas terkait pengatur kurikulum memiliki otoritas untuk menelurkan Perda atau rumusan kurikulum ramah anak.

“Sekali lagi, nasib anak-anak menjadi taruhan atas kendurnya sensitivitas mereka,” tegas Maria.

KOKAM Tegal

Menurut Maria, penanggulangan kasus kekerasan anak belakangan ini tidak bisa diselesaikan secara temporal. “Kita harus menangani kasus ini secara berkesinambungan juga melibatkan banyak pihak,” kata Maria yang juga dipercaya mengurus salah satu unit usaha Fatayat NU, Koperasi Yasmin.

Mata pelajaran Kespro atau seks education dalam kurikulum menjadi alternatif atas persoalan ini. Kapasitas guru di bidang itu juga perlu ditingkatkan, pungkas Maria. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, News, Olahraga KOKAM Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Dari Permainan Kertas Lipat, Pemuda NU Boyolali Dilatih Kreatif

Boyolali, KOKAM Tegal - Dari hal yang sederhana, kita dapat belajar banyak hal. Seperti yang dilakukan para peserta Makesta IPNU-IPPNU Pengurus Komisariat (PK) SMK NU 2 Klego, Boyolali, Sabtu (26/11). Mereka dilatih untuk belajar berkreasi dengan sebuah alat yang sederhana, selembar kertas.

Tak hanya butuh kreatifitas, agar hasil kertas lipat mereka menjadi yang terbaik, masing-masing peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok juga mesti kompak antara satu dengan yang lain. Pada akhirnya, dalam waktu 5 menit, terpilihlah satu karya terbaik.

Dari Permainan Kertas Lipat, Pemuda NU Boyolali Dilatih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Permainan Kertas Lipat, Pemuda NU Boyolali Dilatih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Permainan Kertas Lipat, Pemuda NU Boyolali Dilatih Kreatif

Usai menyelesaikan permainan lipat kertas tersebut, Ketua PK IPNU SMK Klego 2, Syarifudin menjelaskan makna dari permainan itu. “Yang kita harapkan dari permainan kita ingin kalian sadar akan pentingnya kebersamaan dan kreativitas dalam berorganisasi,” tukas Syarifudin.

KOKAM Tegal

Senada dengan apa yang diharapkan oleh Syarifudin, sebanyak 50 peserta Makesta yang diselenggarakan di Gedung NU Center ini juga digadang untuk menjadi pelajar yang siap untuk berkhidmat bersama IPNU.

“IPNU-IPPNU itu wadah kaum intelektual muda NU, khususnya di tingkatan pelajar. Khidmadkanlah diri kalian untuk benar-benar memiliki jiwa pelajar NU sesungguhnya,” kata Ketua PC IPNU Boyolali, Khamidurrohim memberikan semangat kepada anggota baru.

KOKAM Tegal

Selama beberapa hari terebut, para peserta juga mendapatkan berbagai materi seperti ke-IPNU-an, Aswaja dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, Ubudiyah, Daerah KOKAM Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengajian bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya yang diasuh oleh Dr KH Imam Ghazali Said, MA berhasil dihatamkan pada puasa ke 19, Senin (6/7). Selama Ramadhan ini, kitab yang dikaji adalah Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi.

Majelis sebanyak 50 orang mengikuti pengajian yang dilakukan setiap hari ba’da Subuh dan Ashar, mulai pukul 05.00-07.00 dan 15.00-16.15 WIB. Para santri secara bergantian membacakan kitab yang masih ditulis dalam bahasa Arab gundul, sesekali pengasuh yang akrab disapa Abi Ghazali ini mengoreksi bacaan yang keliru.

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Setelah dibaca, Abi Ghazali kemudian memberikan arti per kata dan penjelasan dengan contoh-contoh peristiwa aktual sehari-hari, tak lupa disertai joke yang membikin suasana menjadi tidak membosankan. Para santri juga bebas bertanya berbagai persoalan sehari-hari mulai dari masalah politik, pendidikan, sosial, budaya, termasuk dinamika seputar amaliah NU.

KOKAM Tegal

Terkait pemilihan kitab At-Tibyan, lulusan Khartoum International Institut, Sudan itu mengatakan At-Tibyan merupakan salah satu kitab karangan Imam Nawawi yang terkenal di kalangan penuntut ilmu. Di dalamnya Imam Nawawi menjelaskan panjang lebar mengenai adab yang harus ditempuh oleh seorang penghafal Al-Qur’an. 

KOKAM Tegal

“Kita dorong mahasiswa secara perlahan untuk menghafalkan Al-Qur’an. Maka sebelum itu, para santri dibekali pengetahuan mengenai cara memuliakan Al-Qur’an,” tutur Abi Ghazali yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ia menambahkan pesantren yang diasuhnya, memiliki karakter pendidikan yang cukup unik karena seluruh santri juga berstatus sebagai mahasiswa. Melalui pesantren, diharapkan ada keseimbangan antara pengetahuan umum dengan wawasan keagamaan. 

“Ketika lulus santri menjadi sarjana yang berkarakter Islam Nusantara,” terangnya.

Ketua Pesantren Mahasiswa An-Nur, Haris Syarifuddin mengungkapkan selain menghatamkan kitab Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi, Pesantren Mahasiswa An-Nur juga menghatamkan Kitab Majalis As-Sholihin karya Dr Aidh Al-Qarni. Sejumlah acara digelar dalam acara puncak Serambi Ramadhan.

“Ramadhan tahun ini, kami mengadakan dzikir dan shalawat bersama, kajian kitab untuk masyarakat umum dan mengadakan bakti sosial. Semua agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan,” tandasnya. (Luqman Hakim/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Khutbah, Daerah KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock